alexametrics
26.5 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Edukasi Kesehatan Reproduksi bagi Difabel Masih Minim

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pentingnya pendidikan seksual berpengaruh terhadap kesehatan organ reproduksi. Selama ini, edukasi tentang kesehatan reproduksi memang telah banyak dikampanyekan kepada masyarakat umum. Namun bagaimana dengan mereka yang berkebutuhan khusus?

Mahfud Solih, salah satu anggota komunitas Hak Kesehatan Reproduksi Seksual (HKRS), mengatakan, pendidikan tentang kesehatan organ reproduksi bagi kaum difabel kurang mendapat perhatian dari pemerintah dan juga masyarakat pada umumnya.

Menurut dia, mereka masih menganggap, kaum difabel dapat menerima edukasi reproduksi seksual sama seperti masyarakat pada umumnya. Padahal, mereka membutuhkan perhatian yang lebih intensif. Apalagi, selama pandemi, kaum difabel memiliki kerentanan yang lebih tinggi dalam hal kekerasan seksual.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kalangan difabel masih belum mengetahui kesehatan tentang reproduksi secara utuh,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pentingnya pendidikan seksual berpengaruh terhadap kesehatan organ reproduksi. Selama ini, edukasi tentang kesehatan reproduksi memang telah banyak dikampanyekan kepada masyarakat umum. Namun bagaimana dengan mereka yang berkebutuhan khusus?

Mahfud Solih, salah satu anggota komunitas Hak Kesehatan Reproduksi Seksual (HKRS), mengatakan, pendidikan tentang kesehatan organ reproduksi bagi kaum difabel kurang mendapat perhatian dari pemerintah dan juga masyarakat pada umumnya.

Menurut dia, mereka masih menganggap, kaum difabel dapat menerima edukasi reproduksi seksual sama seperti masyarakat pada umumnya. Padahal, mereka membutuhkan perhatian yang lebih intensif. Apalagi, selama pandemi, kaum difabel memiliki kerentanan yang lebih tinggi dalam hal kekerasan seksual.

“Kalangan difabel masih belum mengetahui kesehatan tentang reproduksi secara utuh,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pentingnya pendidikan seksual berpengaruh terhadap kesehatan organ reproduksi. Selama ini, edukasi tentang kesehatan reproduksi memang telah banyak dikampanyekan kepada masyarakat umum. Namun bagaimana dengan mereka yang berkebutuhan khusus?

Mahfud Solih, salah satu anggota komunitas Hak Kesehatan Reproduksi Seksual (HKRS), mengatakan, pendidikan tentang kesehatan organ reproduksi bagi kaum difabel kurang mendapat perhatian dari pemerintah dan juga masyarakat pada umumnya.

Menurut dia, mereka masih menganggap, kaum difabel dapat menerima edukasi reproduksi seksual sama seperti masyarakat pada umumnya. Padahal, mereka membutuhkan perhatian yang lebih intensif. Apalagi, selama pandemi, kaum difabel memiliki kerentanan yang lebih tinggi dalam hal kekerasan seksual.

“Kalangan difabel masih belum mengetahui kesehatan tentang reproduksi secara utuh,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/