alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Cerita Anisti Ismi Swardani Tekuni Qiraah Sab’ah

Semangat Anisti Ismi Swardani mempelajari qiraah Sab’ah patut diteladani. Dia bertekad menekuni satu jenis qiraah dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi ini. Sebab, di Jember sangat jarang qari dan qariah yang mampu menguasainya dengan fasih.

Mobile_AP_Rectangle 1

Untuk mempelajari qiraah jenis ini tidaklah mudah bagi Anisti. Salah satu indikator adanya peningkatan pembelajarannya adalah dengan keberhasilannya mengikuti lomba qiraah.

Sejatinya, bagi Anisti, dunia qiraah bukanlah dunia baru lagi. Kemampuan untuk bisa qiraah turun-temurun dari ayahnya. Bahkan, dari tiga bersaudara, semuanya memiliki keahlian qiraah. Ayahnya sempat memperkenalkan qiraah Sab’ah sejak kecil, dan meminta Anisti untuk mempelajarinya secara tekun. Namun, saat madrasah aliyah, Anisti tidak begitu antusias. Ia pun menjalani latihan alakadarnya. “Dulu Abah yang selalu menyuruh belajar. Tapi, aku nggak serius,” pungkasnya.

Reporter : Dian Cahyani

Mobile_AP_Rectangle 2

Fotografer : Dian Cahyani

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Untuk mempelajari qiraah jenis ini tidaklah mudah bagi Anisti. Salah satu indikator adanya peningkatan pembelajarannya adalah dengan keberhasilannya mengikuti lomba qiraah.

Sejatinya, bagi Anisti, dunia qiraah bukanlah dunia baru lagi. Kemampuan untuk bisa qiraah turun-temurun dari ayahnya. Bahkan, dari tiga bersaudara, semuanya memiliki keahlian qiraah. Ayahnya sempat memperkenalkan qiraah Sab’ah sejak kecil, dan meminta Anisti untuk mempelajarinya secara tekun. Namun, saat madrasah aliyah, Anisti tidak begitu antusias. Ia pun menjalani latihan alakadarnya. “Dulu Abah yang selalu menyuruh belajar. Tapi, aku nggak serius,” pungkasnya.

Reporter : Dian Cahyani

Fotografer : Dian Cahyani

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti

Untuk mempelajari qiraah jenis ini tidaklah mudah bagi Anisti. Salah satu indikator adanya peningkatan pembelajarannya adalah dengan keberhasilannya mengikuti lomba qiraah.

Sejatinya, bagi Anisti, dunia qiraah bukanlah dunia baru lagi. Kemampuan untuk bisa qiraah turun-temurun dari ayahnya. Bahkan, dari tiga bersaudara, semuanya memiliki keahlian qiraah. Ayahnya sempat memperkenalkan qiraah Sab’ah sejak kecil, dan meminta Anisti untuk mempelajarinya secara tekun. Namun, saat madrasah aliyah, Anisti tidak begitu antusias. Ia pun menjalani latihan alakadarnya. “Dulu Abah yang selalu menyuruh belajar. Tapi, aku nggak serius,” pungkasnya.

Reporter : Dian Cahyani

Fotografer : Dian Cahyani

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/