Audrey Felicity Meraih Emas dari HKIMO Hong Kong

SDK Santo Yoseph for RAME  MEMBANGGAKAN: Audrey dan Jocelyn, dua pelajar SD asal Lumajang saat menerima penyerahan medali emas di ajang Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) 1 September 2018 lalu.

RADARJEMBER.ID – Siswa kelas 5 SD Katolik Santo Yoseph Lumajang ini dikalungi medali emas usai menerobos posisi 10 besar ajang Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) 30 Agustus hingga 1 September 2018. Audrey bersaing dengan sekitar 100 pelajar kelas IV terbaik dari sekitar 20 negara serta. Dari Asia hingga Eropa.

IKLAN

HKIMO merupakan ajang olimpiade matematika internasional tahunan yang digelar Hong Kong. HKIMO 2018 diadakan di Scientia Scondary School, Daerah Mongkok. Salah satu wilayah di Distrik Yau Tsim Mong, bagian barat Semenanjung Kowloon. Satu jam perjalanan darat dari Bandara Internasional Hong Kong di Pulau Chek Lap Kok.

Ada kurang lebih 1.000 peserta dari puluhan negara yang saling bersaing. Mulai dari pelajar setingkat TK hingga SMA. Audrey sendiri berlaga untuk kategori kelas IV sekolah tingkat dasar Kendati di tahun ajaran sekarang dia terdata sebagai siswa kelas V SDK Santo Yoseph.

Sebabnya, Audrey mulai mengikuti penyisihan HKIMO sejak 12 Mei 2018 lalu di Surabaya. Saat itu, dia masih duduk di penghujung kelas IV. Proses penyisihan HKIMO dilakukan di masing-masing daerah. Selain Audry, ada sekitar 150 siswa Indonesia dari pelbagai daerah dan pelbagai jenjang yang diyatakan lolos penyisihan, sekaligus berhak mengikuti final HKIMO di Hong Kong.

Sementara ini, emas dari HKIMO merupakan capaian tertinggi Audrey sepanjang keikutsertaanya di ajang olimpiade matematika. Tidak kurang 50 emas telah dikumpulkannya dari pelbagai kejuaraan matematika. Terhitung sejak masih duduk di kelas 2 SD.

Bocah menurut orang tuanya baru bisa ngomong saat usia 4 tahun itu mulai membentuk bakatnya begitu memasuki taman kanak-kanak. Di usia 5 tahun. Ayahnya, Samsul Hadi Siswoyo memutuskan memberi banyak asupan pengetahuan matematika setelah hasil tes sidik jari Audrey menunjukkan bakat terpendam dalam ranah berhitung. “Di rumah, mulai saya ajari materi-materi berhitung, serta saya ikutkan kursus matematika di luar sekolah,” ucap Samsul Hadi Siwoyo.

Dua bulan jelang persiapan HKIMO pun Samsul lebih intensif menggenjot Audrey dengan kursus privat di salah satu lembaga khusus persiapan olimpiade. Di ruang pengajaran privat ini, Audrey melampaui capaian koknisi teman-teman sebayanya dengan penguasaan materi-materi logical thinking, aritmatika, kombinatorik, teori bilangan, serta geometrik. Ragam materi tersebut belum diajarkan di jenjang pendidikan formalnya.

Tapi nyatanya Audrey tidak hanya mumpuni di urusan hitung berhitung.  Salah seorang guru SDK Santo Yoseph, Susanto menyebut, sejak kelas 1 dia hampir selalu unggul di semua materi, sekaligus jadi pemuncak peringkat rapor.

Taburan emas HKIMO untuk Lumajang semakin sempurna karena selain Audry, ada delegasi lain yang juga menyabet emas di kategori yang berbeda. Jocelyn Gavriella, yang juga asal Lumajang merebut medali emas untuk kategori kelas II sekolah tingkat dasar. Dan sebagaimana Audrey, Jocelyn juga belajar di SDK Santo Yoseph.

Reporter : Khawas Auskarni Muhyidin
Editor : Narto
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :