alexametrics
24.4 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Lagi-Lagi KKN Ditunda

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Program kuliah kerja nyata (KKN) kembali mengalami penundaan. Sedianya, agenda yang mewajibkan mahasiswa memberikan kontribusi langsung ke masyarakat ini mulai digelar pada awal semeter ganjil. Namun, karena pemberlakuan PPKM darurat, beberapa kampus pun belum sepenuhnya berani untuk melakukan KKN.

Salah satunya Universitas Jember dan UIN KHAS Jember. Kini, kedua kampus ini tengah di-lockdown untuk sementara waktu hingga PPKM darurat resmi berakhir.

Salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, Yudha mengungkapkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait program KKN. Dia memprediksi bahwa keterlambatan pengumuman ini lantaran PPKM darurat. “Terkait kapannya nggak tahu pasti. Mungkin habis PPKM ini mulai ada lagi,” ungkap Yudha.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal ini tidak jauh berbeda dengan di UIN KHAS Jember. Besar kemungkinan KKN pada semester ini juga akan ada penundaan. Yanti, salah satu mahasiswa UIN KHAS Jember, menuturkan, jika KKN dilakukan secara daring seperti sebelumnya, tentu tidak memungkinkan. Sebab, program yang seyogianya dilakukan secara kolektif akan dilakukan secara individu.

Selain itu, pelaksanaannya juga rawan manipulasi. Sebab, tidak sedikit mahasiswa yang menganggap remeh. “Mereka cuma foto-foto untuk dokumentasi laporan. Jadi longgar gitu, kayak bukan KKN,” ungkap mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Program kuliah kerja nyata (KKN) kembali mengalami penundaan. Sedianya, agenda yang mewajibkan mahasiswa memberikan kontribusi langsung ke masyarakat ini mulai digelar pada awal semeter ganjil. Namun, karena pemberlakuan PPKM darurat, beberapa kampus pun belum sepenuhnya berani untuk melakukan KKN.

Salah satunya Universitas Jember dan UIN KHAS Jember. Kini, kedua kampus ini tengah di-lockdown untuk sementara waktu hingga PPKM darurat resmi berakhir.

Salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, Yudha mengungkapkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait program KKN. Dia memprediksi bahwa keterlambatan pengumuman ini lantaran PPKM darurat. “Terkait kapannya nggak tahu pasti. Mungkin habis PPKM ini mulai ada lagi,” ungkap Yudha.

Hal ini tidak jauh berbeda dengan di UIN KHAS Jember. Besar kemungkinan KKN pada semester ini juga akan ada penundaan. Yanti, salah satu mahasiswa UIN KHAS Jember, menuturkan, jika KKN dilakukan secara daring seperti sebelumnya, tentu tidak memungkinkan. Sebab, program yang seyogianya dilakukan secara kolektif akan dilakukan secara individu.

Selain itu, pelaksanaannya juga rawan manipulasi. Sebab, tidak sedikit mahasiswa yang menganggap remeh. “Mereka cuma foto-foto untuk dokumentasi laporan. Jadi longgar gitu, kayak bukan KKN,” ungkap mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Program kuliah kerja nyata (KKN) kembali mengalami penundaan. Sedianya, agenda yang mewajibkan mahasiswa memberikan kontribusi langsung ke masyarakat ini mulai digelar pada awal semeter ganjil. Namun, karena pemberlakuan PPKM darurat, beberapa kampus pun belum sepenuhnya berani untuk melakukan KKN.

Salah satunya Universitas Jember dan UIN KHAS Jember. Kini, kedua kampus ini tengah di-lockdown untuk sementara waktu hingga PPKM darurat resmi berakhir.

Salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, Yudha mengungkapkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait program KKN. Dia memprediksi bahwa keterlambatan pengumuman ini lantaran PPKM darurat. “Terkait kapannya nggak tahu pasti. Mungkin habis PPKM ini mulai ada lagi,” ungkap Yudha.

Hal ini tidak jauh berbeda dengan di UIN KHAS Jember. Besar kemungkinan KKN pada semester ini juga akan ada penundaan. Yanti, salah satu mahasiswa UIN KHAS Jember, menuturkan, jika KKN dilakukan secara daring seperti sebelumnya, tentu tidak memungkinkan. Sebab, program yang seyogianya dilakukan secara kolektif akan dilakukan secara individu.

Selain itu, pelaksanaannya juga rawan manipulasi. Sebab, tidak sedikit mahasiswa yang menganggap remeh. “Mereka cuma foto-foto untuk dokumentasi laporan. Jadi longgar gitu, kayak bukan KKN,” ungkap mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/