alexametrics
27.7 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Kampus Lockdown, Audiensi Ditunda

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Simpang siur kebijakan uang kuliah tunggal (UKT) juga dirasakan oleh mahasiswa UIN KHAS Jember, yang belum lama ini melakukan protes atas kebijakan pembayaran UKT. Banyak mahasiswa menilai kebijakan dari rektorat tidak konsisten, serta surat edaran untuk keringanan UKT dinilai lamban turun.

BEM UIN KHAS pun turun tangan untuk mengajukan audiensi dengan rektorat. Rencana audiensi pun telah dilayangkan. Namun gagal dilaksanakan, sebab hingga saat ini kampus masih dikunci sementara alias lockdown hingga Selasa (20/7).

Ketua BEM UIN KHAS Jember Zakaria mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengupayakan adanya audiensi. Namun, beberapa kendala ditemui. Salah satunya pihak rektorat cenderung ingin menunda adanya audiensi. Zakaria mengungkapkan bahwa dalam prosesnya, pihaknya ditolak untuk melakukan audiensi. “Walaupun jadi, sepertinya tidak di kampus. Tapi, kami tidak ditemui,” ungkapnya, Jumat (16/7).

Mobile_AP_Rectangle 2

Terpisah, Wakil Rektor III UIN KHAS Jember Hefni Zain mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerbitkan surat edaran yang menjawab beberapa permintaan para mahasiswa. Salah satunya untuk memperpanjang waktu pemrosesan secara administratif untuk UKT. “Sudah diterbitkan untuk UKT. Itu sudah diperpanjang, sudah dipenuhi semua,” ungkap Hefni melalui sambungan telepon.

Terkait audiensi, Hefni mengungkapkan bahwa pihaknya tidak dapat memastikan pengajuan audiensi telah melawati prosedur. Sebab, hingga saat ini kantor rektorat masih ditutup. “Kabiro yang tahu apakah sudah ada surat atau belum. Nanti diteruskan ke pimpinan. Lha ini kok belum? Karena di-lockdown,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Simpang siur kebijakan uang kuliah tunggal (UKT) juga dirasakan oleh mahasiswa UIN KHAS Jember, yang belum lama ini melakukan protes atas kebijakan pembayaran UKT. Banyak mahasiswa menilai kebijakan dari rektorat tidak konsisten, serta surat edaran untuk keringanan UKT dinilai lamban turun.

BEM UIN KHAS pun turun tangan untuk mengajukan audiensi dengan rektorat. Rencana audiensi pun telah dilayangkan. Namun gagal dilaksanakan, sebab hingga saat ini kampus masih dikunci sementara alias lockdown hingga Selasa (20/7).

Ketua BEM UIN KHAS Jember Zakaria mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengupayakan adanya audiensi. Namun, beberapa kendala ditemui. Salah satunya pihak rektorat cenderung ingin menunda adanya audiensi. Zakaria mengungkapkan bahwa dalam prosesnya, pihaknya ditolak untuk melakukan audiensi. “Walaupun jadi, sepertinya tidak di kampus. Tapi, kami tidak ditemui,” ungkapnya, Jumat (16/7).

Terpisah, Wakil Rektor III UIN KHAS Jember Hefni Zain mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerbitkan surat edaran yang menjawab beberapa permintaan para mahasiswa. Salah satunya untuk memperpanjang waktu pemrosesan secara administratif untuk UKT. “Sudah diterbitkan untuk UKT. Itu sudah diperpanjang, sudah dipenuhi semua,” ungkap Hefni melalui sambungan telepon.

Terkait audiensi, Hefni mengungkapkan bahwa pihaknya tidak dapat memastikan pengajuan audiensi telah melawati prosedur. Sebab, hingga saat ini kantor rektorat masih ditutup. “Kabiro yang tahu apakah sudah ada surat atau belum. Nanti diteruskan ke pimpinan. Lha ini kok belum? Karena di-lockdown,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Simpang siur kebijakan uang kuliah tunggal (UKT) juga dirasakan oleh mahasiswa UIN KHAS Jember, yang belum lama ini melakukan protes atas kebijakan pembayaran UKT. Banyak mahasiswa menilai kebijakan dari rektorat tidak konsisten, serta surat edaran untuk keringanan UKT dinilai lamban turun.

BEM UIN KHAS pun turun tangan untuk mengajukan audiensi dengan rektorat. Rencana audiensi pun telah dilayangkan. Namun gagal dilaksanakan, sebab hingga saat ini kampus masih dikunci sementara alias lockdown hingga Selasa (20/7).

Ketua BEM UIN KHAS Jember Zakaria mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengupayakan adanya audiensi. Namun, beberapa kendala ditemui. Salah satunya pihak rektorat cenderung ingin menunda adanya audiensi. Zakaria mengungkapkan bahwa dalam prosesnya, pihaknya ditolak untuk melakukan audiensi. “Walaupun jadi, sepertinya tidak di kampus. Tapi, kami tidak ditemui,” ungkapnya, Jumat (16/7).

Terpisah, Wakil Rektor III UIN KHAS Jember Hefni Zain mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerbitkan surat edaran yang menjawab beberapa permintaan para mahasiswa. Salah satunya untuk memperpanjang waktu pemrosesan secara administratif untuk UKT. “Sudah diterbitkan untuk UKT. Itu sudah diperpanjang, sudah dipenuhi semua,” ungkap Hefni melalui sambungan telepon.

Terkait audiensi, Hefni mengungkapkan bahwa pihaknya tidak dapat memastikan pengajuan audiensi telah melawati prosedur. Sebab, hingga saat ini kantor rektorat masih ditutup. “Kabiro yang tahu apakah sudah ada surat atau belum. Nanti diteruskan ke pimpinan. Lha ini kok belum? Karena di-lockdown,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/