alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Guru yang Terus Berkreasi di Tengah Pandemi, Wakili Jember Lomba Tingkat Jatim

Masa pembelajaran daring menuntut guru untuk menyesuaikan dengan metode pembelajaran berbasis digital. Inilah yang dilakukan Sri Hartatik, guru di SD Al-Furqon. Dia berkreasi dengan menciptakan materi pelajaran berbasis video hingga menyabet juara level provinsi. Bagaimana perjalanannya?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi Sri Hartatik, membuat video pembelajaran bukanlah hal mudah. Oleh sebab itu, selama satu tahun ke belakang ini, dia banyak belajar membuat video pembelajaran. Mulai dari pengambilan gambar hingga proses editing dengan aplikasi ala kadarnya.

Rupanya, upayanya itu membuahkan hasil. Belakangan, video mata pelajaran agama itu menjadi salah satu video percontohan untuk digunakan di beberapa lembaga sekolah lainnya. Sebab, video garapannya menjadi salah satu kategori pemenang lomba video Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat provinsi.

Tak banyak persiapan yang dilakukan Sri Hartatik. Dalam proses pembuatan video, dia hanya membutuhkan waktu dua hari. Sehari untuk proses pengambilan gambar, dan sehari lagi untuk proses editing. Dalam proses pembuatannya, Sri banyak menyerap pendapat dari rekan-rekannya sesama pendidik. “Inspirasinya dari YouTube. Lihat dulu caranya. Juga menerima masukan dari teman-teman,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mulanya, Sri masih ragu untuk mengikuti kompetisi pembuatan video kreatif pembelajaran itu. Sebab, ia memiliki banyak program khusus dari sekolah. “Jadi, proses pembelajarannya daring dan itu full sekali. Waktu itu juga harus memasukkan nilai untuk ujian akhir sekolah. Jadi, sangat sibuk sekali,” tutur perempuan yang beralamat di Perumahan Istana Tegal Besar Cluster Pajajaran, Kaliwates, tersebut.

Selanjutnya, Sri mendapat tema “percaya diri” untuk video pembelajaran bagi siswa kelas 1 SD. Dia mengumpulkan video garapannya itu H-5 pelaksanaan lomba. Padahal, selama ini dirinya mengajar untuk kelas IV. Akhirnya, Sri menyabet juara III seprovinsi. Padahal, dari Jember dia tak sendiri. Ada 40 guru dari perwakilan kecamatan yang juga mengikuti perlombaan itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi Sri Hartatik, membuat video pembelajaran bukanlah hal mudah. Oleh sebab itu, selama satu tahun ke belakang ini, dia banyak belajar membuat video pembelajaran. Mulai dari pengambilan gambar hingga proses editing dengan aplikasi ala kadarnya.

Rupanya, upayanya itu membuahkan hasil. Belakangan, video mata pelajaran agama itu menjadi salah satu video percontohan untuk digunakan di beberapa lembaga sekolah lainnya. Sebab, video garapannya menjadi salah satu kategori pemenang lomba video Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat provinsi.

Tak banyak persiapan yang dilakukan Sri Hartatik. Dalam proses pembuatan video, dia hanya membutuhkan waktu dua hari. Sehari untuk proses pengambilan gambar, dan sehari lagi untuk proses editing. Dalam proses pembuatannya, Sri banyak menyerap pendapat dari rekan-rekannya sesama pendidik. “Inspirasinya dari YouTube. Lihat dulu caranya. Juga menerima masukan dari teman-teman,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mulanya, Sri masih ragu untuk mengikuti kompetisi pembuatan video kreatif pembelajaran itu. Sebab, ia memiliki banyak program khusus dari sekolah. “Jadi, proses pembelajarannya daring dan itu full sekali. Waktu itu juga harus memasukkan nilai untuk ujian akhir sekolah. Jadi, sangat sibuk sekali,” tutur perempuan yang beralamat di Perumahan Istana Tegal Besar Cluster Pajajaran, Kaliwates, tersebut.

Selanjutnya, Sri mendapat tema “percaya diri” untuk video pembelajaran bagi siswa kelas 1 SD. Dia mengumpulkan video garapannya itu H-5 pelaksanaan lomba. Padahal, selama ini dirinya mengajar untuk kelas IV. Akhirnya, Sri menyabet juara III seprovinsi. Padahal, dari Jember dia tak sendiri. Ada 40 guru dari perwakilan kecamatan yang juga mengikuti perlombaan itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi Sri Hartatik, membuat video pembelajaran bukanlah hal mudah. Oleh sebab itu, selama satu tahun ke belakang ini, dia banyak belajar membuat video pembelajaran. Mulai dari pengambilan gambar hingga proses editing dengan aplikasi ala kadarnya.

Rupanya, upayanya itu membuahkan hasil. Belakangan, video mata pelajaran agama itu menjadi salah satu video percontohan untuk digunakan di beberapa lembaga sekolah lainnya. Sebab, video garapannya menjadi salah satu kategori pemenang lomba video Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat provinsi.

Tak banyak persiapan yang dilakukan Sri Hartatik. Dalam proses pembuatan video, dia hanya membutuhkan waktu dua hari. Sehari untuk proses pengambilan gambar, dan sehari lagi untuk proses editing. Dalam proses pembuatannya, Sri banyak menyerap pendapat dari rekan-rekannya sesama pendidik. “Inspirasinya dari YouTube. Lihat dulu caranya. Juga menerima masukan dari teman-teman,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mulanya, Sri masih ragu untuk mengikuti kompetisi pembuatan video kreatif pembelajaran itu. Sebab, ia memiliki banyak program khusus dari sekolah. “Jadi, proses pembelajarannya daring dan itu full sekali. Waktu itu juga harus memasukkan nilai untuk ujian akhir sekolah. Jadi, sangat sibuk sekali,” tutur perempuan yang beralamat di Perumahan Istana Tegal Besar Cluster Pajajaran, Kaliwates, tersebut.

Selanjutnya, Sri mendapat tema “percaya diri” untuk video pembelajaran bagi siswa kelas 1 SD. Dia mengumpulkan video garapannya itu H-5 pelaksanaan lomba. Padahal, selama ini dirinya mengajar untuk kelas IV. Akhirnya, Sri menyabet juara III seprovinsi. Padahal, dari Jember dia tak sendiri. Ada 40 guru dari perwakilan kecamatan yang juga mengikuti perlombaan itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/