Boleh Pakai Seragam Lama

Kasek Terancam Dicopot  jika Ada Perploncoan

ADAPTASI: Sejumlah murid terlihat lesu saat pulang dari sekolah barunya dengan seragam berbeda. Selama MPLS murid-murid diperbolehkan mengenakan seragam lama.

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Masa pengenalan lingkungan sekolah tinggal hari ini. Pelaksanaan yang dimulai Senin kemarin dipastikan tidak ada perploncoan. Pada penggunaan seragam yang berbeda juga dimaklumi. Namun demikian, sekolah mendapat atensi serius. Jika terjadi perploncoan, kepala sekolah bakal dicopot.

IKLAN

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, hampir setiap sekolah, baik di SMP maupun SMA, banyak yang mengenakan seragam lama. Yakni seragam dari sekolah sebelumnya. Untuk SMA, banyak dijumpai murid baru mengenakan seragam SMP. Pun juga di tingkat SMP. Gunardi, Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Lumajang menjelaskan, memang untuk penggunaan seragam lama diperbolehkan. Sebab, seragam yang baru masih belum selesai. Baru jika sudah selesai akan diserahkan. “Boleh Tidak ada masalah,” katanya.

Bagio, Kasi Kesiswaan juga membenarkan. Lebih detail dia menerangkan terkait pelaksanaan MPLS yang sampai hari kedua kemarin berjalan lancar. Tidak ada perploncoan di semua sekolah yang ada di Lumajang.Dia menambahkan, dalam kegiatan MPLS tersebut peserta didik dikenalkan dengan lingkungan sekolah, sarana prasarana, guru-gurunya dan progam-progam ekstrakulernya. “Pengenalan sarana dan prasaran tersebut setidaknya mengenalkan kepada siswa supaya bisa lebih produktif lagi,” tambahnya.

Tingkat SMA juga sama. Ilyan Kasi SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Lumajang menegaskan di Lu-majang tak ditemukan perploncoan. “MPLS harus membantu untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Bukan sebaliknya,” ujarnya.

Sebagaimana yang menjadi pedoman teknis pelaksanaan, atensi serius dikeluarkan Dinas Pendidikan Jawa Timur. Ditegaskan bahwa sanksi yang diberikan pada kepada kasek apabila ada perploncoan. Jika pelanggaran berat, kasek terancam dicopot. Hal itu tertuang dalam pedoman yang diteken oleh Dr Syaiful Rachman Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur. Di kota pisang atensinya juga serius. Sanksi tersebut tidak main-main, kepala sekolah bisa terancam dibe-bastugaskan dari masa jabatannya.

Reporter : mg2

Fotografer : mg2

Editor : Hafid Asnan