Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Libatkan TNI dan Kepolisian

Jumai/Radar Jember NGANTUK BERAT : Salah seorang siswa baru di SDN Kepatihan 06, Kecamatan Kaliwates ini tidak kuat menahan rasa kantuk saat hari pertama masuk di ruang kelas 1A, Senin (16/7) kemarin.

JEMBER KOTA – Hari pertama masuk sekolah kemarin diwarnai dengan kegiatan pengenalan sekolah bagi siswa baru. Biasanya, kegiatan ini dibarengi dengan sejumlah kegiatan perploncoan pada siswa baru. Lutfi Isa Ansori, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Cabang Jember menjamin, aksi perploncoan pada siswa SMA/SMK baru di Jember tidak ada. “Perploncoan itu kan dulu. Sekarang insyaallah tidak terjadi lagi,” jelas Lutfi.

IKLAN

Sebab, dalam kegiatan yang dinamakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ini, pihaknya menginstruksikan bahwa kegiatan ditangani langsung oleh pihak sekolah. “Jadi, dari sekolah langsung yang menangani, bukan dari siswa atau seniornya,” tegas Lutfi. Siswa senior tetap dilibatkan, namun bukan dalam hal pemateri, hanya sebagai pendamping saja.

Kegiatan MPLS ini dibuka mulai Senin (16/7) kemarin hingga Kamis (19/7). Diharapkan, semua dilaksanakan di dalam sekolah dengan pengawasan ketat dari pihak sekolah. Seperti pemahaman tentang berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, olahraga, dan lain sebagainya.

Dengan demikian, kegiatan yang diberikan kepada siswa baru memang sesuai dengan tujuan dari MPLS. Harapannya, kegiatan tersebut benar-benar memberikan pengenalan tentang sekolah secara utuh. Selain itu, materi yang diberikan juga tidak asal dari sekolah. “Sudah ada petunjuk dari dinas pendidikan provinsi,” terang Lutfi.

Materi yang nantinya disampaikan kepada anak didik ini bermacam-macam, mulai dari nasionalisme, bela negara, dan wawasan kebangsaan. “Pengisi materi bukan hanya guru, namun juga melibatkan aparat, baik dari TNI maupun kepolisian setempat,” terang Lutfi. Jadi, pemateri memang pihak yang tepat memberikan pengetahuan kepada siswa baru.

Dirinya menuturkan, kegiatan bela negara dan kebangsaan ini memang digalakkan, terutama berkaitan dengan perkembangan yang terjadi dewasa ini. Terutama mengenai radikalisme juga mulai masuk ke kalangan remaja. Dengan melibatkan aparat, diharapkan bisa menangkal radikalisme di kalangan remaja dan kembali menumbuhkan rasa cinta tanah air kepada remaja.

Dalam kegiatan MPLS ini juga ada sejumlah kegiatan lain, yang intinya bisa membuat siswa baru senang dan bangga bersekolah di lokasi baru, serta  semangat cinta tanah air semakin meningkat. “Bisa saja nanti ditambahi dengan materi tentang baris-berbaris, bahaya narkoba, berkendara lalu lintas, juga cyber crime,” jelas Lutfi.

Materi terakhir yakni cyber crime yang juga penting untuk para siswa baru ini. Apalagi di tengah perkembangan teknologi informasi yang cepat namun tidak diiringi dengan pemahaman. Tentunya akan sangat rawan bagi remaja. Dengan adanya pengetahuan tentang cyber crime, maka remaja akan berhati-hati, terutama dalam bermedia sosial.

Bukan hanya sekadar kegiatan di sekolah, Dinas Pendidikan Jawa Timur Cabang Jember juga mengadakan kegiatan MPLS camp. “Panitia dari cabang dinas, bekerja sama dengan Scaba Rindam V Brawijaya,” jelasnya. Nantinya ada perwakilan siswa dari berbagai sekolah di Jember untuk melakukan MPLS camp ini.

“Ada siswa SMA/SMK Negeri swasta di Jember. Total ada 400 siswa yang digembleng mulai besok (hari ini, Red),” tuturnya. Diharapkan alumni dari MPLS Camp ini bisa menularkan semangat kebangsaan dan bela negara kepada siswa lainnya dari berbagai sekolah di Jember. (ram/c2/hdi)

Reporter :

Fotografer :

Editor :