KKN Universitas Jember sebagai Relawan Bencana

Bagus Supriadi/Radar Jember PELEPASAN KKN: Para mahasiswa Universitas Jember akan melaksanakan KKN dan menjadi relawan bencana.

TEGALBOTO – Para mahasiswa dilepas oleh Rektor Unej untuk mengikuti program kuliah kerja nyata (KKN) di lapangan utara Gedung Soetardjo, kemarin (16/7). Mereka ditempatkan di Kecamatan Silo dan akan menjadi relawan bencana.

IKLAN

Joko Mulyono, koordinator Korps Relawan Kampus (Korrek) Universitas Jember menjelaskan, tema KKN tersebut adalah Desa Tangguh Bencana. Ada tiga target yang harus dikerjakan selama program KKN berlangsung.

“Ketiga target itu meliputi pendefinisian relawan kebencanaan di desa,” katanya. Kemudian pembentukan kelembagaan pengelola dan penyusunan penanggulangan program penanggulangan bencana di desa.

Menurut dia, tiga target itu sesuai dengan kebutuhan yang disampaikan oleh stake holder. Yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember. “Sebelum penerjunan dilakukan, kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Jember,” ucapnya.

Terutama tentang program yang akan dilakukan serta desa yang menjadi lokasi KKN. Para mahasiswa bisa menjadi relawan untuk menciptakan desa tangguh bencana.  Untuk itu, pihaknya bersinergi antara dunia kampus dengan BPBD Jember.

Dosen FISIP serta penggiat relawan kebencanaan itu akan membimbing mahasiswa di Kecamatan Silo untuk menjadikan desa tanggap bencana. “Harapannya, desa makin tanggap akan bencana,” tambahnya.

KKN tematik Desa Tangguh Bencana itu akan memberdayakan masyarakat desa di bidang kebencanaan. Yakni melatih warga desa agar mengerti dengan istilah kebencanaan, cara mengatasi bencana, dan lainnya.

Sementara itu, Heru Widagdo, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember yang  hadir dalam pelepasan itu menambahkan, BPBD memerlukan dukungan  untuk menyosialisasikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat desa. “Terutama  yang tinggal di desa rawan bencana,” terangnya.

Tujuannya agar warga selalu siap siaga menghadapi bencana yang bisa kapan saja terjadi. Para peserta KKN akan memberikan pemahaman kepada warga desa tentang bahaya bencana dan bagaimana menanggulanginya.

Sementara itu, Prof Achmad Subagio, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Jember menjelaskan, ada 1.479 mahasiswa yang bakal bertugas di tiga kabupaten, yakni Jember, Situbondo, dan Probolinggo. LP2M akan  memperkuat KKN tematik yang menyesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan daerah. “Ini agar program KKN lebih fokus, dan dapat dirasakan manfaatnya,” terangnya.

Salah satu pihak yang tertarik adalah Pemkab Probolinggo, bahkan rencananya Sekretaris Daerah Probolinggo sendiri yang akan menyambut langsung mahasiswa KKN di daerahnya. “Sementara untuk tematik Desa Tangguh Bencana memang menjadi permintaan khusus dari Pemkab Jember,” tandasnya. (gus/c2/hdi)

Reporter :

Fotografer :

Editor :