alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Nama Anak Tidak Muncul Diprotes Wali Murid

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYA, RADARJEMBER.ID- Ratusan calon orang tua murid kembali menyerbu meja pengaduan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Kamis (16/6). Mereka menanyakan prosedur PPDB SMP jalur prestasi dibuka mulai Kamis hingga Senin (20/6).

BACA JUGA: Cara Aman Petani Cabai Atasi Naik Turunnya Harga

Ada dua jenis prestasi diakomodasi. Seperti, prestasi nilai rapor sekolah (NRS) dan prestasi perlombaan atau pertandingan. Masing-masing akan di-ranking berdasar bobot nilai, untuk menentukan pendaftar diterima di sekolah mana..

Mobile_AP_Rectangle 2

Kemarin ratusan wali murid memenuhi posko pengaduan kantor dispendik di Jalan Jagir. Mereka datang silih berganti. Banyak hal yang ditanyakan. Misalnya, nama calon siswa yang tidak muncul dalam kuota sekolah pilihan sampai prosedur upload piagam atau sertifikat kejuaraan.

Wali murid bernama Sandra. Dia sudah mendaftarkan putrinya ke dua sekolah dengan menggunakan prestasi nilai rapor sekolah. Pilihan pertama adalah SMPN 12 Surabaya. Pilihan kedua berada di luar zonasi, yaitu SMPN 39 Surabaya. Hingga kemarin siang, nama putrinya muncul di sekolah pilihan pertama.

Namun, datanya masih terus bergerak. Sebab, pendaftar baru bermunculan. Jika nilainya lebih rendah daripada pendaftar lain, anaknya akan tersisih. Yang dipersoalkan Sandra, nama putrinya tidak muncul di sekolah pilihan kedua. ”Saya ketir-ketir. Khawatir tidak lulus,” kata Sandra.

- Advertisement -

SURABAYA, RADARJEMBER.ID- Ratusan calon orang tua murid kembali menyerbu meja pengaduan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Kamis (16/6). Mereka menanyakan prosedur PPDB SMP jalur prestasi dibuka mulai Kamis hingga Senin (20/6).

BACA JUGA: Cara Aman Petani Cabai Atasi Naik Turunnya Harga

Ada dua jenis prestasi diakomodasi. Seperti, prestasi nilai rapor sekolah (NRS) dan prestasi perlombaan atau pertandingan. Masing-masing akan di-ranking berdasar bobot nilai, untuk menentukan pendaftar diterima di sekolah mana..

Kemarin ratusan wali murid memenuhi posko pengaduan kantor dispendik di Jalan Jagir. Mereka datang silih berganti. Banyak hal yang ditanyakan. Misalnya, nama calon siswa yang tidak muncul dalam kuota sekolah pilihan sampai prosedur upload piagam atau sertifikat kejuaraan.

Wali murid bernama Sandra. Dia sudah mendaftarkan putrinya ke dua sekolah dengan menggunakan prestasi nilai rapor sekolah. Pilihan pertama adalah SMPN 12 Surabaya. Pilihan kedua berada di luar zonasi, yaitu SMPN 39 Surabaya. Hingga kemarin siang, nama putrinya muncul di sekolah pilihan pertama.

Namun, datanya masih terus bergerak. Sebab, pendaftar baru bermunculan. Jika nilainya lebih rendah daripada pendaftar lain, anaknya akan tersisih. Yang dipersoalkan Sandra, nama putrinya tidak muncul di sekolah pilihan kedua. ”Saya ketir-ketir. Khawatir tidak lulus,” kata Sandra.

SURABAYA, RADARJEMBER.ID- Ratusan calon orang tua murid kembali menyerbu meja pengaduan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Kamis (16/6). Mereka menanyakan prosedur PPDB SMP jalur prestasi dibuka mulai Kamis hingga Senin (20/6).

BACA JUGA: Cara Aman Petani Cabai Atasi Naik Turunnya Harga

Ada dua jenis prestasi diakomodasi. Seperti, prestasi nilai rapor sekolah (NRS) dan prestasi perlombaan atau pertandingan. Masing-masing akan di-ranking berdasar bobot nilai, untuk menentukan pendaftar diterima di sekolah mana..

Kemarin ratusan wali murid memenuhi posko pengaduan kantor dispendik di Jalan Jagir. Mereka datang silih berganti. Banyak hal yang ditanyakan. Misalnya, nama calon siswa yang tidak muncul dalam kuota sekolah pilihan sampai prosedur upload piagam atau sertifikat kejuaraan.

Wali murid bernama Sandra. Dia sudah mendaftarkan putrinya ke dua sekolah dengan menggunakan prestasi nilai rapor sekolah. Pilihan pertama adalah SMPN 12 Surabaya. Pilihan kedua berada di luar zonasi, yaitu SMPN 39 Surabaya. Hingga kemarin siang, nama putrinya muncul di sekolah pilihan pertama.

Namun, datanya masih terus bergerak. Sebab, pendaftar baru bermunculan. Jika nilainya lebih rendah daripada pendaftar lain, anaknya akan tersisih. Yang dipersoalkan Sandra, nama putrinya tidak muncul di sekolah pilihan kedua. ”Saya ketir-ketir. Khawatir tidak lulus,” kata Sandra.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/