alexametrics
22.9 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Kesehatan Reproduksi Diusulkan Jadi Mata Pelajaran

Harus Ada Kajian Dahulu

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, Radar Jember – Kesehatan reproduksi (kespro) menjadi hal penting bagi pengurangan kasus Angka Kematian Ibu (AKI). Maka dari itu hal tersebut harus ditekan sedini mungkin, seperti beredar wacana yang menjadikan kespro sebagai mata pelajaran di sekolah dan madrasah.

BACA JUGA : Cerita di Balik Pembuatan Galaxy Movie Studio 2022 “Seperti Sediakala”

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember Faisol Abrori. Dia menyampaikan, wacana terkait pengusulan kespro menjadi bahan ajar di Sekolah maupun Madrasah itu muncul saat kegiatan workshop di kantor pemkab beberapa minggu yang lalu. Namun itu masih berupa usulan yang masih belum baku. “Dalam kegiatan tersebut kebetulan yang hadir saya sendiri, workshop itu dilakukan untuk menekan jumlah AKI,” jelas Faisol kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Semisal usulan itu benar akan direalisasikan, pihaknya akan menyambut dengan tangan terbuka. Tentunya dengan catatan, diantaranya bentuk serta kerangka bahan ajarnya jelas, sehingga pihaknya dapat ikut mengkaji terlebih dahulu. “Bentuknya harus jelas dulu, sehingga kita bisa mengkaji terlebih dahulu,” terang Faisol di kantornya, kemarin (16/6).

Lebih lanjut, menurut dia salah satu faktor mengapa kespro ini harus digalakkan sedini mungkin, yakni untuk menekan jumlah kasus pernikahan di usia dini. Hal itulah yang menyebabkan jumlah AKI dan Stunting di Jember tinggi.

- Advertisement -

KEPATIHAN, Radar Jember – Kesehatan reproduksi (kespro) menjadi hal penting bagi pengurangan kasus Angka Kematian Ibu (AKI). Maka dari itu hal tersebut harus ditekan sedini mungkin, seperti beredar wacana yang menjadikan kespro sebagai mata pelajaran di sekolah dan madrasah.

BACA JUGA : Cerita di Balik Pembuatan Galaxy Movie Studio 2022 “Seperti Sediakala”

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember Faisol Abrori. Dia menyampaikan, wacana terkait pengusulan kespro menjadi bahan ajar di Sekolah maupun Madrasah itu muncul saat kegiatan workshop di kantor pemkab beberapa minggu yang lalu. Namun itu masih berupa usulan yang masih belum baku. “Dalam kegiatan tersebut kebetulan yang hadir saya sendiri, workshop itu dilakukan untuk menekan jumlah AKI,” jelas Faisol kepada Jawa Pos Radar Jember.

Semisal usulan itu benar akan direalisasikan, pihaknya akan menyambut dengan tangan terbuka. Tentunya dengan catatan, diantaranya bentuk serta kerangka bahan ajarnya jelas, sehingga pihaknya dapat ikut mengkaji terlebih dahulu. “Bentuknya harus jelas dulu, sehingga kita bisa mengkaji terlebih dahulu,” terang Faisol di kantornya, kemarin (16/6).

Lebih lanjut, menurut dia salah satu faktor mengapa kespro ini harus digalakkan sedini mungkin, yakni untuk menekan jumlah kasus pernikahan di usia dini. Hal itulah yang menyebabkan jumlah AKI dan Stunting di Jember tinggi.

KEPATIHAN, Radar Jember – Kesehatan reproduksi (kespro) menjadi hal penting bagi pengurangan kasus Angka Kematian Ibu (AKI). Maka dari itu hal tersebut harus ditekan sedini mungkin, seperti beredar wacana yang menjadikan kespro sebagai mata pelajaran di sekolah dan madrasah.

BACA JUGA : Cerita di Balik Pembuatan Galaxy Movie Studio 2022 “Seperti Sediakala”

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember Faisol Abrori. Dia menyampaikan, wacana terkait pengusulan kespro menjadi bahan ajar di Sekolah maupun Madrasah itu muncul saat kegiatan workshop di kantor pemkab beberapa minggu yang lalu. Namun itu masih berupa usulan yang masih belum baku. “Dalam kegiatan tersebut kebetulan yang hadir saya sendiri, workshop itu dilakukan untuk menekan jumlah AKI,” jelas Faisol kepada Jawa Pos Radar Jember.

Semisal usulan itu benar akan direalisasikan, pihaknya akan menyambut dengan tangan terbuka. Tentunya dengan catatan, diantaranya bentuk serta kerangka bahan ajarnya jelas, sehingga pihaknya dapat ikut mengkaji terlebih dahulu. “Bentuknya harus jelas dulu, sehingga kita bisa mengkaji terlebih dahulu,” terang Faisol di kantornya, kemarin (16/6).

Lebih lanjut, menurut dia salah satu faktor mengapa kespro ini harus digalakkan sedini mungkin, yakni untuk menekan jumlah kasus pernikahan di usia dini. Hal itulah yang menyebabkan jumlah AKI dan Stunting di Jember tinggi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/