alexametrics
21.8 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Beban Kerja Ganda, Tunjangannya Tiada

Menjadi Plt kepala sekolah (kepsek) sekaligus guru kelas menjadi tantangan tersendiri bagi seorang pendidik. Sebab, di satu sisi mereka harus menggawangi manajemen sekolah, dan di sisi lain tetap mengajar siswa. Inilah yang dialami Sudarti, Plt Kepala SD Negeri Kepatihan 02. Seperti apa penuturannya?

Mobile_AP_Rectangle 1

Meski begitu, dia mengungkapkan, banyak cerita yang dialami selama lebih setahun ini. Dari sebelumnya hanya menjadi guru kelas, kini Sudarti menjadi tahu bagaimana rumitnya menjabat kepsek karena punya tanggung jawab besar terhadap berlangsungnya pendidikan. Hanya, bertambahnya beban dan tanggung jawab tersebut tak diikuti dengan pemenuhan hak yang memadai.

“Untuk guru kelas, ya gaji yang saya terima tiap bulan. Namun, untuk hak Plt, terus terang tidak ada,” ucapnya sambil tersenyum. Selama ini, memang tidak ada anggaran dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) maupun pemerintah daerah yang dialokasikan untuk tunjangan Plt kepsek. “Jadi, kami kerja ikhlas saja,” tuturnya.

Kendati tidak menerima honor tambahan, tapi Sudarti tidak berharap banyak. Dia hanya meminta pemerintah daerah segera memikirkan kekurangan lima tenaga pengajar di sekolahnya, serta menetapkan kepsek definitif. “Supaya tugas saya tidak rangkap lagi,” tandasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Meski begitu, dia mengungkapkan, banyak cerita yang dialami selama lebih setahun ini. Dari sebelumnya hanya menjadi guru kelas, kini Sudarti menjadi tahu bagaimana rumitnya menjabat kepsek karena punya tanggung jawab besar terhadap berlangsungnya pendidikan. Hanya, bertambahnya beban dan tanggung jawab tersebut tak diikuti dengan pemenuhan hak yang memadai.

“Untuk guru kelas, ya gaji yang saya terima tiap bulan. Namun, untuk hak Plt, terus terang tidak ada,” ucapnya sambil tersenyum. Selama ini, memang tidak ada anggaran dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) maupun pemerintah daerah yang dialokasikan untuk tunjangan Plt kepsek. “Jadi, kami kerja ikhlas saja,” tuturnya.

Kendati tidak menerima honor tambahan, tapi Sudarti tidak berharap banyak. Dia hanya meminta pemerintah daerah segera memikirkan kekurangan lima tenaga pengajar di sekolahnya, serta menetapkan kepsek definitif. “Supaya tugas saya tidak rangkap lagi,” tandasnya.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

Meski begitu, dia mengungkapkan, banyak cerita yang dialami selama lebih setahun ini. Dari sebelumnya hanya menjadi guru kelas, kini Sudarti menjadi tahu bagaimana rumitnya menjabat kepsek karena punya tanggung jawab besar terhadap berlangsungnya pendidikan. Hanya, bertambahnya beban dan tanggung jawab tersebut tak diikuti dengan pemenuhan hak yang memadai.

“Untuk guru kelas, ya gaji yang saya terima tiap bulan. Namun, untuk hak Plt, terus terang tidak ada,” ucapnya sambil tersenyum. Selama ini, memang tidak ada anggaran dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) maupun pemerintah daerah yang dialokasikan untuk tunjangan Plt kepsek. “Jadi, kami kerja ikhlas saja,” tuturnya.

Kendati tidak menerima honor tambahan, tapi Sudarti tidak berharap banyak. Dia hanya meminta pemerintah daerah segera memikirkan kekurangan lima tenaga pengajar di sekolahnya, serta menetapkan kepsek definitif. “Supaya tugas saya tidak rangkap lagi,” tandasnya.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/