alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Guru Swasta Tunggu Vaksinasi 

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Vaksinasi pada tenaga pendidik belum sepenuhnya dijalankan. Salah satunya kepada guru swasta. Sebelumnya, telah diinstruksikan imunisasi pada tenaga pendidik bakal dilakukan di masing-masing puskesmas. Nantinya, setiap sekolah akan mendapat surat undangan untuk melakukan vaksinasi yang dilakukan bertahap sebanyak dua kali.

Jawa Pos Radar Jember mewawancarai tiga guru dari lembaga pendidikan swasta berbeda. Ketiganya mengaku belum melakukan vaksinasi. Eli Istiqomah, misalnya. Pengajar di SMK Al-Kholily Puger ini mengaku, dirinya belum mendapatkan vaksin. Bahkan, sosialisasi terkait vaksinasi juga belum ada. “Untuk saat ini, pendidik tingkat SMA swasta belum mendapat sosialisasi. Jadi, kami masih menunggu,” kata Eli, kemarin (16/3).

Menurut Eli, vaksinasi pada guru seharusnya dilakukan lebih cepat. Sebab, berpengaruh pada rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka. “Jika vaksinasi itu bagus, alangkah baiknya segera dilakukan pada guru tingkat SMA,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ulun Niati, salah satu guru PAUD di Ambulu, mengungkapkan, sebenarnya sosialisasi dan jadwal vaksinasi sudah dia dapatkan di sekolah. Namun, karena waktunya berbenturan dengan acara wisuda di lembaganya, pihak sekolah urung melakukan vaksinasi. Hingga saat ini, belum ada tindak lanjut kapan imunisasi korona itu akan dijadwalkan ulang untuk sekolahnya.

Ia juga mengaku telah mendapat surat edaran vaksinasi yang disebarkan melalui grup WhatsApp. Surat edaran itu berisi pelaksanaan vaksinasi yang diperuntukkan bagi tenaga pendidik yang tergabung dalam Himpunan Pendidik Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Ambulu. “Ada surat dari Puskesmas Ambulu. Namun ditujukan pada Himpaudi, Februari lalu,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Vaksinasi pada tenaga pendidik belum sepenuhnya dijalankan. Salah satunya kepada guru swasta. Sebelumnya, telah diinstruksikan imunisasi pada tenaga pendidik bakal dilakukan di masing-masing puskesmas. Nantinya, setiap sekolah akan mendapat surat undangan untuk melakukan vaksinasi yang dilakukan bertahap sebanyak dua kali.

Jawa Pos Radar Jember mewawancarai tiga guru dari lembaga pendidikan swasta berbeda. Ketiganya mengaku belum melakukan vaksinasi. Eli Istiqomah, misalnya. Pengajar di SMK Al-Kholily Puger ini mengaku, dirinya belum mendapatkan vaksin. Bahkan, sosialisasi terkait vaksinasi juga belum ada. “Untuk saat ini, pendidik tingkat SMA swasta belum mendapat sosialisasi. Jadi, kami masih menunggu,” kata Eli, kemarin (16/3).

Menurut Eli, vaksinasi pada guru seharusnya dilakukan lebih cepat. Sebab, berpengaruh pada rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka. “Jika vaksinasi itu bagus, alangkah baiknya segera dilakukan pada guru tingkat SMA,” ucapnya.

Ulun Niati, salah satu guru PAUD di Ambulu, mengungkapkan, sebenarnya sosialisasi dan jadwal vaksinasi sudah dia dapatkan di sekolah. Namun, karena waktunya berbenturan dengan acara wisuda di lembaganya, pihak sekolah urung melakukan vaksinasi. Hingga saat ini, belum ada tindak lanjut kapan imunisasi korona itu akan dijadwalkan ulang untuk sekolahnya.

Ia juga mengaku telah mendapat surat edaran vaksinasi yang disebarkan melalui grup WhatsApp. Surat edaran itu berisi pelaksanaan vaksinasi yang diperuntukkan bagi tenaga pendidik yang tergabung dalam Himpunan Pendidik Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Ambulu. “Ada surat dari Puskesmas Ambulu. Namun ditujukan pada Himpaudi, Februari lalu,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Vaksinasi pada tenaga pendidik belum sepenuhnya dijalankan. Salah satunya kepada guru swasta. Sebelumnya, telah diinstruksikan imunisasi pada tenaga pendidik bakal dilakukan di masing-masing puskesmas. Nantinya, setiap sekolah akan mendapat surat undangan untuk melakukan vaksinasi yang dilakukan bertahap sebanyak dua kali.

Jawa Pos Radar Jember mewawancarai tiga guru dari lembaga pendidikan swasta berbeda. Ketiganya mengaku belum melakukan vaksinasi. Eli Istiqomah, misalnya. Pengajar di SMK Al-Kholily Puger ini mengaku, dirinya belum mendapatkan vaksin. Bahkan, sosialisasi terkait vaksinasi juga belum ada. “Untuk saat ini, pendidik tingkat SMA swasta belum mendapat sosialisasi. Jadi, kami masih menunggu,” kata Eli, kemarin (16/3).

Menurut Eli, vaksinasi pada guru seharusnya dilakukan lebih cepat. Sebab, berpengaruh pada rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka. “Jika vaksinasi itu bagus, alangkah baiknya segera dilakukan pada guru tingkat SMA,” ucapnya.

Ulun Niati, salah satu guru PAUD di Ambulu, mengungkapkan, sebenarnya sosialisasi dan jadwal vaksinasi sudah dia dapatkan di sekolah. Namun, karena waktunya berbenturan dengan acara wisuda di lembaganya, pihak sekolah urung melakukan vaksinasi. Hingga saat ini, belum ada tindak lanjut kapan imunisasi korona itu akan dijadwalkan ulang untuk sekolahnya.

Ia juga mengaku telah mendapat surat edaran vaksinasi yang disebarkan melalui grup WhatsApp. Surat edaran itu berisi pelaksanaan vaksinasi yang diperuntukkan bagi tenaga pendidik yang tergabung dalam Himpunan Pendidik Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Ambulu. “Ada surat dari Puskesmas Ambulu. Namun ditujukan pada Himpaudi, Februari lalu,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/