alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Dua Pegawai Keluar, Sembilan Masuk

Mutasi di Lingkungan Dinas Pendidikan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hampir tak ada dinas dan satuan kerja (satker) di lingkungan Pemkab Jember yang luput dari roda mutasi. Termasuk di Dinas Pendidikan (Dispendik). Di organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani pendidikan ini, ada dua pejabat yang keluar. Sementara, yang masuk ada sembilan orang.

Dua pejabat itu masing-masing adalah Sukowinarno. Sebelumnya, dia merupakan Sekretaris Dispendik, dan kini menjabat sebagai Plt Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Berikutnya adalah Dhebora Krisnowati Sumarhiningsih. Kepala Bidang SD Dispendik ini pindah tugas menjadi Plt Kepala Dinas Pariwisata.

Sementara itu, sembilan pegawai yang masuk ke Dispendik di antaranya adalah Endang Sulistyowati sebagai Kepala Bidang SD dan Supriyono sebagai Kepala Bidang PAUD. Sedangkan tujuh pegawai sisanya menempati pos-pos lain yang ada di Dispendik. Gerbong mutasi ini tentu menyisakan pekerjaan rumah. Sebab, banyak tugas yang masih belum rampung terlaksana. Terlebih, saat ini adalah momen ketika lembaga pendidikan menyelenggarakan ujian akhir sekolah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Dispendik Jember Bambang Hariono mengungkapkan, banyak hal yang harus dipersiapkan dalam sektor pendidikan di Jember. Salah satunya adalah persiapan simulasi tatap muka sebelum proses ujian berlangsung. Agar anak-anak terbiasa lagi belajar langsung di sekolah.

Diakuinya, hal ini perlu persiapan yang matang agar lekas ada kejelasan. Sebab, jika dibandingkan dengan kabupaten lain, Jember belum melakukan simulasi tatap muka sama sekali. “Beberapa hal yang harus dipersiapkan. Sehingga anak-anak sudah terbiasa,” ungkap Bambang dalam sambutan acara lepas pisah pegawai Dispendik, kemarin (16/3).

Salah satu pegawai yang dipindah ke lingkungan Dispendik adalah Supriyono. Sebelumnya, dia merupakan Ketua PGRI Jember. Menurut Kepala Bidang PAUD ini, hal pertama yang perlu dilakukan sebagai program prioritas bidangnya adalah sekolah ramah anak (SRA). “Kalau program sudah jadi, SRA menjadi sesuatu yang penting. Karena hal yang paling mendasar dalam pendidikan ini adalah edukasi dan pembelajaran pada anak-anak usia dini,” papar Supriyono.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hampir tak ada dinas dan satuan kerja (satker) di lingkungan Pemkab Jember yang luput dari roda mutasi. Termasuk di Dinas Pendidikan (Dispendik). Di organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani pendidikan ini, ada dua pejabat yang keluar. Sementara, yang masuk ada sembilan orang.

Dua pejabat itu masing-masing adalah Sukowinarno. Sebelumnya, dia merupakan Sekretaris Dispendik, dan kini menjabat sebagai Plt Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Berikutnya adalah Dhebora Krisnowati Sumarhiningsih. Kepala Bidang SD Dispendik ini pindah tugas menjadi Plt Kepala Dinas Pariwisata.

Sementara itu, sembilan pegawai yang masuk ke Dispendik di antaranya adalah Endang Sulistyowati sebagai Kepala Bidang SD dan Supriyono sebagai Kepala Bidang PAUD. Sedangkan tujuh pegawai sisanya menempati pos-pos lain yang ada di Dispendik. Gerbong mutasi ini tentu menyisakan pekerjaan rumah. Sebab, banyak tugas yang masih belum rampung terlaksana. Terlebih, saat ini adalah momen ketika lembaga pendidikan menyelenggarakan ujian akhir sekolah.

Kepala Dispendik Jember Bambang Hariono mengungkapkan, banyak hal yang harus dipersiapkan dalam sektor pendidikan di Jember. Salah satunya adalah persiapan simulasi tatap muka sebelum proses ujian berlangsung. Agar anak-anak terbiasa lagi belajar langsung di sekolah.

Diakuinya, hal ini perlu persiapan yang matang agar lekas ada kejelasan. Sebab, jika dibandingkan dengan kabupaten lain, Jember belum melakukan simulasi tatap muka sama sekali. “Beberapa hal yang harus dipersiapkan. Sehingga anak-anak sudah terbiasa,” ungkap Bambang dalam sambutan acara lepas pisah pegawai Dispendik, kemarin (16/3).

Salah satu pegawai yang dipindah ke lingkungan Dispendik adalah Supriyono. Sebelumnya, dia merupakan Ketua PGRI Jember. Menurut Kepala Bidang PAUD ini, hal pertama yang perlu dilakukan sebagai program prioritas bidangnya adalah sekolah ramah anak (SRA). “Kalau program sudah jadi, SRA menjadi sesuatu yang penting. Karena hal yang paling mendasar dalam pendidikan ini adalah edukasi dan pembelajaran pada anak-anak usia dini,” papar Supriyono.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hampir tak ada dinas dan satuan kerja (satker) di lingkungan Pemkab Jember yang luput dari roda mutasi. Termasuk di Dinas Pendidikan (Dispendik). Di organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani pendidikan ini, ada dua pejabat yang keluar. Sementara, yang masuk ada sembilan orang.

Dua pejabat itu masing-masing adalah Sukowinarno. Sebelumnya, dia merupakan Sekretaris Dispendik, dan kini menjabat sebagai Plt Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Berikutnya adalah Dhebora Krisnowati Sumarhiningsih. Kepala Bidang SD Dispendik ini pindah tugas menjadi Plt Kepala Dinas Pariwisata.

Sementara itu, sembilan pegawai yang masuk ke Dispendik di antaranya adalah Endang Sulistyowati sebagai Kepala Bidang SD dan Supriyono sebagai Kepala Bidang PAUD. Sedangkan tujuh pegawai sisanya menempati pos-pos lain yang ada di Dispendik. Gerbong mutasi ini tentu menyisakan pekerjaan rumah. Sebab, banyak tugas yang masih belum rampung terlaksana. Terlebih, saat ini adalah momen ketika lembaga pendidikan menyelenggarakan ujian akhir sekolah.

Kepala Dispendik Jember Bambang Hariono mengungkapkan, banyak hal yang harus dipersiapkan dalam sektor pendidikan di Jember. Salah satunya adalah persiapan simulasi tatap muka sebelum proses ujian berlangsung. Agar anak-anak terbiasa lagi belajar langsung di sekolah.

Diakuinya, hal ini perlu persiapan yang matang agar lekas ada kejelasan. Sebab, jika dibandingkan dengan kabupaten lain, Jember belum melakukan simulasi tatap muka sama sekali. “Beberapa hal yang harus dipersiapkan. Sehingga anak-anak sudah terbiasa,” ungkap Bambang dalam sambutan acara lepas pisah pegawai Dispendik, kemarin (16/3).

Salah satu pegawai yang dipindah ke lingkungan Dispendik adalah Supriyono. Sebelumnya, dia merupakan Ketua PGRI Jember. Menurut Kepala Bidang PAUD ini, hal pertama yang perlu dilakukan sebagai program prioritas bidangnya adalah sekolah ramah anak (SRA). “Kalau program sudah jadi, SRA menjadi sesuatu yang penting. Karena hal yang paling mendasar dalam pendidikan ini adalah edukasi dan pembelajaran pada anak-anak usia dini,” papar Supriyono.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/