alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Perbaikan Sekolah di Jember Gelontor Rp 19 Miliar, Ini Rinciannya

"Paling tidak, tahun ini ada 100 lembaga yang diperbaiki. Harus selesai 100 persen." Bambang Hariono - Kepala Dispendik Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyak sekolah di Jember yang mengalami kerusakan. Mulai rusak ringan, sedang, hingga berat. Bahkan, beberapa di antaranya sudah ambruk terlebih dulu sebelum tersentuh perbaikan. Secara bertahap, pemerintah melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember akan merenovasi sekolah-sekolah itu. Dan tahun ini digelontorkan Rp 19 miliar yang bersumber dari pemerintah pusat dan kabupaten.

Dana yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) itu dialokasikan melalui dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 15 miliar. Sisanya diambilkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jember Rp 4 miliar. Ditargetkan, sekitar 100 sekolah bisa diperbaiki dengan dana itu. Sebanyak 80 lembaga dari DAK dan sisanya anggaran kabupaten.

Kepala Dispendik Jember Bambang Hariono menargetkan, pada Desember ini semua sekolah di Jember yang telah terdaftar dapat menyelesaikan pembenahan gedung di Jember. Renovasi setiap lembaga cukup beragam. Bergantung pada tingkat kerusakannya. Tak hanya itu, ruangan yang direnovasi juga berbeda-beda. Ada ruang kelas, ruang perpustakaan, dan ruang guru. “Paling tidak, tahun ini ada 100 lembaga yang diperbaiki. Harus selesai 100 persen,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (15/12).

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah satu contoh sekolah yang mengalami rusak berat adalah SDN Tanggul Wetan 02 Jember. Di sekolah ini, dua ruang kelas mengalami rusak parah. Atapnya bocor, sedangkan lantai dasarnya juga perlu pembenahan. Otomatis, perbaikan yang dilakukan hampir menyeluruh. Meliputi atap, lantai, dan kusen. Sekolah di Jember ini mendapat kucuran dana Rp 176 juta. “Beruntung, selama pandemi tidak ada kegiatan belajar yang berlangsung di sekolah. Sehingga siswa tidak merasakan dampak dari kerusakan bangunan,” ujar Nawawi Irfan, Kepala SDN Tanggul Wetan 02 Jember.

Informasi yang diperoleh, renovasi ruang kelas SD yang diresmikan bulan ini menyasar empat lembaga. Yaitu SDN Kaliglagah Sumberbaru, SDN Karangsono 04 Bangsalsari, SDN Selodakon 03 Tanggul, dan SDN Tanggul Wetan 02. Masing-masing sekolah di Jember tersebut mendapat kucuran dana berbeda. Bergantung pada tingkat kerusakan.

Bantu Mebel

TAK hanya memprioritaskan pembenahan gedung, namun bantuan untuk perlengkapan belajar seperti meja dan kursi juga diupayakan dapat terpenuhi tahun ini. Setidaknya ada 20 sekolah lebih di Jember yang menerima bantuan mebel tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyak sekolah di Jember yang mengalami kerusakan. Mulai rusak ringan, sedang, hingga berat. Bahkan, beberapa di antaranya sudah ambruk terlebih dulu sebelum tersentuh perbaikan. Secara bertahap, pemerintah melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember akan merenovasi sekolah-sekolah itu. Dan tahun ini digelontorkan Rp 19 miliar yang bersumber dari pemerintah pusat dan kabupaten.

Dana yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) itu dialokasikan melalui dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 15 miliar. Sisanya diambilkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jember Rp 4 miliar. Ditargetkan, sekitar 100 sekolah bisa diperbaiki dengan dana itu. Sebanyak 80 lembaga dari DAK dan sisanya anggaran kabupaten.

Kepala Dispendik Jember Bambang Hariono menargetkan, pada Desember ini semua sekolah di Jember yang telah terdaftar dapat menyelesaikan pembenahan gedung di Jember. Renovasi setiap lembaga cukup beragam. Bergantung pada tingkat kerusakannya. Tak hanya itu, ruangan yang direnovasi juga berbeda-beda. Ada ruang kelas, ruang perpustakaan, dan ruang guru. “Paling tidak, tahun ini ada 100 lembaga yang diperbaiki. Harus selesai 100 persen,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (15/12).

Salah satu contoh sekolah yang mengalami rusak berat adalah SDN Tanggul Wetan 02 Jember. Di sekolah ini, dua ruang kelas mengalami rusak parah. Atapnya bocor, sedangkan lantai dasarnya juga perlu pembenahan. Otomatis, perbaikan yang dilakukan hampir menyeluruh. Meliputi atap, lantai, dan kusen. Sekolah di Jember ini mendapat kucuran dana Rp 176 juta. “Beruntung, selama pandemi tidak ada kegiatan belajar yang berlangsung di sekolah. Sehingga siswa tidak merasakan dampak dari kerusakan bangunan,” ujar Nawawi Irfan, Kepala SDN Tanggul Wetan 02 Jember.

Informasi yang diperoleh, renovasi ruang kelas SD yang diresmikan bulan ini menyasar empat lembaga. Yaitu SDN Kaliglagah Sumberbaru, SDN Karangsono 04 Bangsalsari, SDN Selodakon 03 Tanggul, dan SDN Tanggul Wetan 02. Masing-masing sekolah di Jember tersebut mendapat kucuran dana berbeda. Bergantung pada tingkat kerusakan.

Bantu Mebel

TAK hanya memprioritaskan pembenahan gedung, namun bantuan untuk perlengkapan belajar seperti meja dan kursi juga diupayakan dapat terpenuhi tahun ini. Setidaknya ada 20 sekolah lebih di Jember yang menerima bantuan mebel tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyak sekolah di Jember yang mengalami kerusakan. Mulai rusak ringan, sedang, hingga berat. Bahkan, beberapa di antaranya sudah ambruk terlebih dulu sebelum tersentuh perbaikan. Secara bertahap, pemerintah melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember akan merenovasi sekolah-sekolah itu. Dan tahun ini digelontorkan Rp 19 miliar yang bersumber dari pemerintah pusat dan kabupaten.

Dana yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) itu dialokasikan melalui dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 15 miliar. Sisanya diambilkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jember Rp 4 miliar. Ditargetkan, sekitar 100 sekolah bisa diperbaiki dengan dana itu. Sebanyak 80 lembaga dari DAK dan sisanya anggaran kabupaten.

Kepala Dispendik Jember Bambang Hariono menargetkan, pada Desember ini semua sekolah di Jember yang telah terdaftar dapat menyelesaikan pembenahan gedung di Jember. Renovasi setiap lembaga cukup beragam. Bergantung pada tingkat kerusakannya. Tak hanya itu, ruangan yang direnovasi juga berbeda-beda. Ada ruang kelas, ruang perpustakaan, dan ruang guru. “Paling tidak, tahun ini ada 100 lembaga yang diperbaiki. Harus selesai 100 persen,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (15/12).

Salah satu contoh sekolah yang mengalami rusak berat adalah SDN Tanggul Wetan 02 Jember. Di sekolah ini, dua ruang kelas mengalami rusak parah. Atapnya bocor, sedangkan lantai dasarnya juga perlu pembenahan. Otomatis, perbaikan yang dilakukan hampir menyeluruh. Meliputi atap, lantai, dan kusen. Sekolah di Jember ini mendapat kucuran dana Rp 176 juta. “Beruntung, selama pandemi tidak ada kegiatan belajar yang berlangsung di sekolah. Sehingga siswa tidak merasakan dampak dari kerusakan bangunan,” ujar Nawawi Irfan, Kepala SDN Tanggul Wetan 02 Jember.

Informasi yang diperoleh, renovasi ruang kelas SD yang diresmikan bulan ini menyasar empat lembaga. Yaitu SDN Kaliglagah Sumberbaru, SDN Karangsono 04 Bangsalsari, SDN Selodakon 03 Tanggul, dan SDN Tanggul Wetan 02. Masing-masing sekolah di Jember tersebut mendapat kucuran dana berbeda. Bergantung pada tingkat kerusakan.

Bantu Mebel

TAK hanya memprioritaskan pembenahan gedung, namun bantuan untuk perlengkapan belajar seperti meja dan kursi juga diupayakan dapat terpenuhi tahun ini. Setidaknya ada 20 sekolah lebih di Jember yang menerima bantuan mebel tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/