23.7 C
Jember
Saturday, 4 February 2023

Akhir Tahun SMK Analisis Kesehatan Pakai Gedung Baru

Mobile_AP_Rectangle 1

KEBONAGUNG, Radar Jember – Siswa dan tenaga pengajar SMK Analisis Kesehatan Jember kini telah bernapas lega. Sekitar enam bulan lebih aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) memakai gedung sewaan. Sebentar lagi, mereka akan menempati gedung miliknya sendiri. Sebab, SMK yang berada di bawah naungan Yayasan Bhakti Negara itu kini telah menyelesaikan pembangunan tahap 1. Sementara, tahap ke-2 ditargetkan selesai akhir tahun ini atau Desember mendatang.

BACA JUGA : BBM Naik dan Pupuk Sulit, Dobel Uppercut yang Bikin Petani di Jember KO

Pembangunan tahap ke-2 itu rencananya dibangun hingga dua lantai. Terdapat delapan ruang kelas di lantai satu, dan satu ruang khusus laboratorium di lantai dua. Selama kurang lebih enam bulan berjalan, sejak peletakan batu pertama pembangunan gedung SMK Analis Kesehatan Jember hingga saat ini telah menyelesaikan tahap I, yakni tiga ruangan kelas untuk siswa dan satu ruang guru.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua Dewan Pembina Yayasan Bhakti Negara Sugeng Hariadi mengatakan, setelah tahap ke-2, maka seluruh aktivitas belajar siswa SMK Analisis Kesehatan Jember pindah di gedung baru yang berada di Jalan Ikan Kakap, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Kaliwates.

Dia menjelaskan, selanjutnya juga akan dibangun tahap III. Pembangunan tersebut akan memuat empat ruang. Di antaranya ruang komputer, perpustakaan, musala, dan klinik kesehatan. “Pembangunannya bertahap, termasuk ada tahap keempat yang diperuntukkan membuka ruang praktik kesehatan bagi siswa. Karena tenaga didik di SMK Analis itu semuanya praktisi. Tentunya kami mempersiapkan ruang praktik bagi siswa,” imbuhnya.

Sugeng menyebut telah mempunyai perencanaan yang matang untuk menyelesaikan seluruh pembangunan SMK Analisis Kesehatan Jember tersebut. Sementara fasilitas lainnya, seperti sarana olahraga telah tersedia sebelumnya. “Kami semua sedang berjuang untuk melancarkan semua bangunan ini. Kami berharap bisa rampung dengan secepatnya,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Bahkan, satu-satunya sekolah yang mempunyai sertifikasi profesi bidang di Jember itu telah menyiapkan siswa yang siap untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara. Tentunya melalui sektor kesehatan. “Kurikulum kami sudah setingkat dengan diploma. Semua itu akan semakin maksimal setelah pembangunan selesai,” pungkasnya. (mun/c2/dwi)

- Advertisement -

KEBONAGUNG, Radar Jember – Siswa dan tenaga pengajar SMK Analisis Kesehatan Jember kini telah bernapas lega. Sekitar enam bulan lebih aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) memakai gedung sewaan. Sebentar lagi, mereka akan menempati gedung miliknya sendiri. Sebab, SMK yang berada di bawah naungan Yayasan Bhakti Negara itu kini telah menyelesaikan pembangunan tahap 1. Sementara, tahap ke-2 ditargetkan selesai akhir tahun ini atau Desember mendatang.

BACA JUGA : BBM Naik dan Pupuk Sulit, Dobel Uppercut yang Bikin Petani di Jember KO

Pembangunan tahap ke-2 itu rencananya dibangun hingga dua lantai. Terdapat delapan ruang kelas di lantai satu, dan satu ruang khusus laboratorium di lantai dua. Selama kurang lebih enam bulan berjalan, sejak peletakan batu pertama pembangunan gedung SMK Analis Kesehatan Jember hingga saat ini telah menyelesaikan tahap I, yakni tiga ruangan kelas untuk siswa dan satu ruang guru.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Bhakti Negara Sugeng Hariadi mengatakan, setelah tahap ke-2, maka seluruh aktivitas belajar siswa SMK Analisis Kesehatan Jember pindah di gedung baru yang berada di Jalan Ikan Kakap, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Kaliwates.

Dia menjelaskan, selanjutnya juga akan dibangun tahap III. Pembangunan tersebut akan memuat empat ruang. Di antaranya ruang komputer, perpustakaan, musala, dan klinik kesehatan. “Pembangunannya bertahap, termasuk ada tahap keempat yang diperuntukkan membuka ruang praktik kesehatan bagi siswa. Karena tenaga didik di SMK Analis itu semuanya praktisi. Tentunya kami mempersiapkan ruang praktik bagi siswa,” imbuhnya.

Sugeng menyebut telah mempunyai perencanaan yang matang untuk menyelesaikan seluruh pembangunan SMK Analisis Kesehatan Jember tersebut. Sementara fasilitas lainnya, seperti sarana olahraga telah tersedia sebelumnya. “Kami semua sedang berjuang untuk melancarkan semua bangunan ini. Kami berharap bisa rampung dengan secepatnya,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Bahkan, satu-satunya sekolah yang mempunyai sertifikasi profesi bidang di Jember itu telah menyiapkan siswa yang siap untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara. Tentunya melalui sektor kesehatan. “Kurikulum kami sudah setingkat dengan diploma. Semua itu akan semakin maksimal setelah pembangunan selesai,” pungkasnya. (mun/c2/dwi)

KEBONAGUNG, Radar Jember – Siswa dan tenaga pengajar SMK Analisis Kesehatan Jember kini telah bernapas lega. Sekitar enam bulan lebih aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) memakai gedung sewaan. Sebentar lagi, mereka akan menempati gedung miliknya sendiri. Sebab, SMK yang berada di bawah naungan Yayasan Bhakti Negara itu kini telah menyelesaikan pembangunan tahap 1. Sementara, tahap ke-2 ditargetkan selesai akhir tahun ini atau Desember mendatang.

BACA JUGA : BBM Naik dan Pupuk Sulit, Dobel Uppercut yang Bikin Petani di Jember KO

Pembangunan tahap ke-2 itu rencananya dibangun hingga dua lantai. Terdapat delapan ruang kelas di lantai satu, dan satu ruang khusus laboratorium di lantai dua. Selama kurang lebih enam bulan berjalan, sejak peletakan batu pertama pembangunan gedung SMK Analis Kesehatan Jember hingga saat ini telah menyelesaikan tahap I, yakni tiga ruangan kelas untuk siswa dan satu ruang guru.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Bhakti Negara Sugeng Hariadi mengatakan, setelah tahap ke-2, maka seluruh aktivitas belajar siswa SMK Analisis Kesehatan Jember pindah di gedung baru yang berada di Jalan Ikan Kakap, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Kaliwates.

Dia menjelaskan, selanjutnya juga akan dibangun tahap III. Pembangunan tersebut akan memuat empat ruang. Di antaranya ruang komputer, perpustakaan, musala, dan klinik kesehatan. “Pembangunannya bertahap, termasuk ada tahap keempat yang diperuntukkan membuka ruang praktik kesehatan bagi siswa. Karena tenaga didik di SMK Analis itu semuanya praktisi. Tentunya kami mempersiapkan ruang praktik bagi siswa,” imbuhnya.

Sugeng menyebut telah mempunyai perencanaan yang matang untuk menyelesaikan seluruh pembangunan SMK Analisis Kesehatan Jember tersebut. Sementara fasilitas lainnya, seperti sarana olahraga telah tersedia sebelumnya. “Kami semua sedang berjuang untuk melancarkan semua bangunan ini. Kami berharap bisa rampung dengan secepatnya,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Bahkan, satu-satunya sekolah yang mempunyai sertifikasi profesi bidang di Jember itu telah menyiapkan siswa yang siap untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara. Tentunya melalui sektor kesehatan. “Kurikulum kami sudah setingkat dengan diploma. Semua itu akan semakin maksimal setelah pembangunan selesai,” pungkasnya. (mun/c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca