alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Terlalu Lama Sekolah Daring, Banyak Siswa SMP Gagap Komputer

Simulasi ANBK, Kesulitan Memasukkan Nama

Mobile_AP_Rectangle 1

WONOJATI, RADARJEMBER.ID – Berbagai kendala dialami siswa ketika kali pertama masuk sekolah. Ini wajar, karena selama diterima sebagai pelajar SMP, mereka melaksanakan pembelajaran secara daring dan belum pernah masuk ke sekolah. Karenanya, saat belajar di kelas, siswa mengaku kesulitan mengoperasikan komputer. Bahkan, mengentri nama dalam website saja mereka kesusahan. Sampai-sampai harus dibantu oleh guru.

Pemandangan seperti ini terlihat saat siswa kelas VIII SMPN 1 Jenggawah mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Dari 45 siswa yang menempati tiga ruang komputer, mereka belum akrab dengan peranti teknologi itu. Sebab, selama pembelajaran daring, siswa lebih banyak menggunakan ponsel ketimbang mengoperasikan komputer di rumah.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, salah seorang siswa yang duduk di depan komputer terlihat bingung. Ketika ada seorang guru yang meminta memasukkan nama dan tanggal lahirnya, siswa itu terlihat gugup. Karena itu, guru yang ada di tiga ruangan itu harus memandu satu per satu siswa untuk mengisi nama dan tanggal lahirnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Siswa kelas VIII ini sejak lulus SD dan melanjutkan ke SMP memang belum pernah mengoperasikan komputer. Imbasnya, mereka bingung apa yang harus diketik. Bahkan, pegang mouse saja mereka juga belum terbiasa. Apalagi ketika diminta memasukkan data. “Kalau seperti ini, sekolah harus mendatangkan orang yang bisa memberi kursus. Kami secepatnya akan memberikan kursus cara mengoperasikan komputer. Karena untuk memasukkan nama dan tanggal lahirnya saja tidak bisa,” kata Harjunadi, Kepala SMPN 1 Jenggawah.

Dia memaklumi kondisi itu. Selain sejak awal mereka belum pernah belajar di sekolah dan mengenal laboratorium komputer, para siswa ini juga banyak yang berasal dari SD pinggiran. “Wajar jika mereka belum paham tentang komputer. Jangankan dengan komputer, saat awal masuk sekolah antara siswa yang satu dengan lainnya saja tidak ada yang saling kenal,” ucapnya.

- Advertisement -

WONOJATI, RADARJEMBER.ID – Berbagai kendala dialami siswa ketika kali pertama masuk sekolah. Ini wajar, karena selama diterima sebagai pelajar SMP, mereka melaksanakan pembelajaran secara daring dan belum pernah masuk ke sekolah. Karenanya, saat belajar di kelas, siswa mengaku kesulitan mengoperasikan komputer. Bahkan, mengentri nama dalam website saja mereka kesusahan. Sampai-sampai harus dibantu oleh guru.

Pemandangan seperti ini terlihat saat siswa kelas VIII SMPN 1 Jenggawah mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Dari 45 siswa yang menempati tiga ruang komputer, mereka belum akrab dengan peranti teknologi itu. Sebab, selama pembelajaran daring, siswa lebih banyak menggunakan ponsel ketimbang mengoperasikan komputer di rumah.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, salah seorang siswa yang duduk di depan komputer terlihat bingung. Ketika ada seorang guru yang meminta memasukkan nama dan tanggal lahirnya, siswa itu terlihat gugup. Karena itu, guru yang ada di tiga ruangan itu harus memandu satu per satu siswa untuk mengisi nama dan tanggal lahirnya.

Siswa kelas VIII ini sejak lulus SD dan melanjutkan ke SMP memang belum pernah mengoperasikan komputer. Imbasnya, mereka bingung apa yang harus diketik. Bahkan, pegang mouse saja mereka juga belum terbiasa. Apalagi ketika diminta memasukkan data. “Kalau seperti ini, sekolah harus mendatangkan orang yang bisa memberi kursus. Kami secepatnya akan memberikan kursus cara mengoperasikan komputer. Karena untuk memasukkan nama dan tanggal lahirnya saja tidak bisa,” kata Harjunadi, Kepala SMPN 1 Jenggawah.

Dia memaklumi kondisi itu. Selain sejak awal mereka belum pernah belajar di sekolah dan mengenal laboratorium komputer, para siswa ini juga banyak yang berasal dari SD pinggiran. “Wajar jika mereka belum paham tentang komputer. Jangankan dengan komputer, saat awal masuk sekolah antara siswa yang satu dengan lainnya saja tidak ada yang saling kenal,” ucapnya.

WONOJATI, RADARJEMBER.ID – Berbagai kendala dialami siswa ketika kali pertama masuk sekolah. Ini wajar, karena selama diterima sebagai pelajar SMP, mereka melaksanakan pembelajaran secara daring dan belum pernah masuk ke sekolah. Karenanya, saat belajar di kelas, siswa mengaku kesulitan mengoperasikan komputer. Bahkan, mengentri nama dalam website saja mereka kesusahan. Sampai-sampai harus dibantu oleh guru.

Pemandangan seperti ini terlihat saat siswa kelas VIII SMPN 1 Jenggawah mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Dari 45 siswa yang menempati tiga ruang komputer, mereka belum akrab dengan peranti teknologi itu. Sebab, selama pembelajaran daring, siswa lebih banyak menggunakan ponsel ketimbang mengoperasikan komputer di rumah.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, salah seorang siswa yang duduk di depan komputer terlihat bingung. Ketika ada seorang guru yang meminta memasukkan nama dan tanggal lahirnya, siswa itu terlihat gugup. Karena itu, guru yang ada di tiga ruangan itu harus memandu satu per satu siswa untuk mengisi nama dan tanggal lahirnya.

Siswa kelas VIII ini sejak lulus SD dan melanjutkan ke SMP memang belum pernah mengoperasikan komputer. Imbasnya, mereka bingung apa yang harus diketik. Bahkan, pegang mouse saja mereka juga belum terbiasa. Apalagi ketika diminta memasukkan data. “Kalau seperti ini, sekolah harus mendatangkan orang yang bisa memberi kursus. Kami secepatnya akan memberikan kursus cara mengoperasikan komputer. Karena untuk memasukkan nama dan tanggal lahirnya saja tidak bisa,” kata Harjunadi, Kepala SMPN 1 Jenggawah.

Dia memaklumi kondisi itu. Selain sejak awal mereka belum pernah belajar di sekolah dan mengenal laboratorium komputer, para siswa ini juga banyak yang berasal dari SD pinggiran. “Wajar jika mereka belum paham tentang komputer. Jangankan dengan komputer, saat awal masuk sekolah antara siswa yang satu dengan lainnya saja tidak ada yang saling kenal,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/