alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Nurul Wafiroh, Mahasiswa Inspiratif Kerap Sabet Juara Karya Tulis Ilmiah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER.RADARJEMBER.ID- Menjadi produktif adalah harapan bagi banyak mahasiswa. Nurul Wafiroh merupakan salah satu mahasiswa yang memperjuangkan mahasiswa lain untuk berprestasi di bidang penulisan. Dia kerap menyabet kejuaraan karya tulis ilmiah dan karyanya terhitung ada puluhan. Bagaimana kisahnya?

Wafi adalah panggilan akrab untuk mahasiswa semester 8 program studi pendidikan luar sekolah, pendidikan masyarakat. Sejak SMA ia sudah menyukai dunia kepenulisan. Terhitung lebih dari 20 kali dirinya mengikuti kompetisi karya tulis. “Sudah sejak SMA,” kata Wafi, Selasa (15/2).

Motivasi awalnya adalah karena Wafi ingin bisa jalan-jalan gratis. Sekaligus mendapatkan hadiah. Berawal dari itulah, Wafi semakin menyukai dunia kepenulisan. Kebiasaan ini makin diniatkan manakala Wafi menyukai hal-hal yang sifatnya imajinatif. “Yang bisa menemukan hal baru atau mengungkap hal baru, dengan itu ide dapat dituliskan. Bahkan ada beberapa yang dapat direalisasikan. Karena saya suka berimajinasi,” tambahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kegemaran ini juga membuat Wafi harus siap siaga untuk segala hal sewaktu-waktu jika dibutuhkan dalam mengikuti lomba secara mendadak. Salah satunya adalah ketika Wafi ditugaskan untuk menjadi delegasi dalam lomba Pilmapres. Dalam waktu sepekan, ia harus menyiapkan naskah, video presentasi berbahasa Inggris. Untuk mencapai semua harapan dan target lombanya itu, tantangan terbesar Wafi adalah terus melatih diri dan mengupayakan untuk selalu meng-upgrade diri.

Wafi mengaku, dalam membuat karya tulis ilmiah, terkadang dia juga bosan dan jenuh. Apalagi, dirinya juga tidak banyak memiliki teman yang hobi menulis. Untuk itu, dia pun harus terus giat belajar demi meraih apa yang diharapkan.

“Belajar lebih keras. Rekan kerja dalam riset masih kurang. Kalau nulis, mood harus baik. Minat rekan-rekan dalam penulisan dan riset masih sangat rendah,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER.RADARJEMBER.ID- Menjadi produktif adalah harapan bagi banyak mahasiswa. Nurul Wafiroh merupakan salah satu mahasiswa yang memperjuangkan mahasiswa lain untuk berprestasi di bidang penulisan. Dia kerap menyabet kejuaraan karya tulis ilmiah dan karyanya terhitung ada puluhan. Bagaimana kisahnya?

Wafi adalah panggilan akrab untuk mahasiswa semester 8 program studi pendidikan luar sekolah, pendidikan masyarakat. Sejak SMA ia sudah menyukai dunia kepenulisan. Terhitung lebih dari 20 kali dirinya mengikuti kompetisi karya tulis. “Sudah sejak SMA,” kata Wafi, Selasa (15/2).

Motivasi awalnya adalah karena Wafi ingin bisa jalan-jalan gratis. Sekaligus mendapatkan hadiah. Berawal dari itulah, Wafi semakin menyukai dunia kepenulisan. Kebiasaan ini makin diniatkan manakala Wafi menyukai hal-hal yang sifatnya imajinatif. “Yang bisa menemukan hal baru atau mengungkap hal baru, dengan itu ide dapat dituliskan. Bahkan ada beberapa yang dapat direalisasikan. Karena saya suka berimajinasi,” tambahnya.

Kegemaran ini juga membuat Wafi harus siap siaga untuk segala hal sewaktu-waktu jika dibutuhkan dalam mengikuti lomba secara mendadak. Salah satunya adalah ketika Wafi ditugaskan untuk menjadi delegasi dalam lomba Pilmapres. Dalam waktu sepekan, ia harus menyiapkan naskah, video presentasi berbahasa Inggris. Untuk mencapai semua harapan dan target lombanya itu, tantangan terbesar Wafi adalah terus melatih diri dan mengupayakan untuk selalu meng-upgrade diri.

Wafi mengaku, dalam membuat karya tulis ilmiah, terkadang dia juga bosan dan jenuh. Apalagi, dirinya juga tidak banyak memiliki teman yang hobi menulis. Untuk itu, dia pun harus terus giat belajar demi meraih apa yang diharapkan.

“Belajar lebih keras. Rekan kerja dalam riset masih kurang. Kalau nulis, mood harus baik. Minat rekan-rekan dalam penulisan dan riset masih sangat rendah,” jelasnya.

JEMBER.RADARJEMBER.ID- Menjadi produktif adalah harapan bagi banyak mahasiswa. Nurul Wafiroh merupakan salah satu mahasiswa yang memperjuangkan mahasiswa lain untuk berprestasi di bidang penulisan. Dia kerap menyabet kejuaraan karya tulis ilmiah dan karyanya terhitung ada puluhan. Bagaimana kisahnya?

Wafi adalah panggilan akrab untuk mahasiswa semester 8 program studi pendidikan luar sekolah, pendidikan masyarakat. Sejak SMA ia sudah menyukai dunia kepenulisan. Terhitung lebih dari 20 kali dirinya mengikuti kompetisi karya tulis. “Sudah sejak SMA,” kata Wafi, Selasa (15/2).

Motivasi awalnya adalah karena Wafi ingin bisa jalan-jalan gratis. Sekaligus mendapatkan hadiah. Berawal dari itulah, Wafi semakin menyukai dunia kepenulisan. Kebiasaan ini makin diniatkan manakala Wafi menyukai hal-hal yang sifatnya imajinatif. “Yang bisa menemukan hal baru atau mengungkap hal baru, dengan itu ide dapat dituliskan. Bahkan ada beberapa yang dapat direalisasikan. Karena saya suka berimajinasi,” tambahnya.

Kegemaran ini juga membuat Wafi harus siap siaga untuk segala hal sewaktu-waktu jika dibutuhkan dalam mengikuti lomba secara mendadak. Salah satunya adalah ketika Wafi ditugaskan untuk menjadi delegasi dalam lomba Pilmapres. Dalam waktu sepekan, ia harus menyiapkan naskah, video presentasi berbahasa Inggris. Untuk mencapai semua harapan dan target lombanya itu, tantangan terbesar Wafi adalah terus melatih diri dan mengupayakan untuk selalu meng-upgrade diri.

Wafi mengaku, dalam membuat karya tulis ilmiah, terkadang dia juga bosan dan jenuh. Apalagi, dirinya juga tidak banyak memiliki teman yang hobi menulis. Untuk itu, dia pun harus terus giat belajar demi meraih apa yang diharapkan.

“Belajar lebih keras. Rekan kerja dalam riset masih kurang. Kalau nulis, mood harus baik. Minat rekan-rekan dalam penulisan dan riset masih sangat rendah,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/