Pembahasan STDI Dibuat Steril

MENGINTIP : Sejumlah masyarakat yang tidak diperbolehkan masuk melihat dari sisi luar jendela Aula Kantor Kemenag Jember.

RADARJEMBER.ID- Tokoh agama bersama pengurus Sekolah Tinggi Dirosat Islamiyah Iman Syafi’i dan Kapolres Jember menggelar pertemuan di Aula Kantor Kemenag Jember. Namun, pertemuan dibuat steril dari masyarakat.

IKLAN

Ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang melihat dan mengintip dari luar Aula Kemenag Jember. Rata-rata adalah masyarakat di sekitar Gladak Pakem, Sumbersari. Bukan hanya masyarakat, namun juga sejumlah media tidak diperkenankan masuk mengikuti jalannya acara.

Sementara itu, tampak dalam pertemuan tersebut sejumlah tokoh hadir. Pertemuan yang digagas Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo ini diantaranya ada Ketua MUI Jember Prof. Halim Subahar, Kepala Kemenag Busthami, Ketua PCNU Abdullah Syamsul Arifin, Pendiri STDI DR. Ali Musri.

Pertemuan kemarin terlihat debat yang cukup panjang. Bahkan, sejumlah pihak masih tetap pada pendirian masing-masing. Bahkan, saking serunya sejumlah masyarakat yang melihat audiensi ini juga terbawa emosi dan bersorak memberi semangat yang didalam. Akibatnya, sejumlah anggota provost Polres Jember yang hadir ikut mengamankan agar masyarakat tidak ramai.

Kasatreskrim Polres Jember AKP Erik Pradana kemarin menuturkan kepada sejumlah pihak untuk menunggu hasil keputusan. “Nanti saja wawancara hasilnya. Apalagi, kalau masuk juga tidak muat karena kapasitas Aula Kemenag tidak terlalu besar,” terang Erik. Oleh karena itu, hingga siang ini pertemuan masih terus berlangsung.

Sekedar tambahan, pertemuan ini berlangsung setelah adanya aksi sekelompok masyarakat yang melakukan aksi turun jalan Tolak Penjajahan Ideologi (TOPI) Bangsa beberapa waktu lalu. Mereka mempermasalahkan keberadaan STDI yang dianggap menyerang dan melarang kegiatan Maulid Nabi dan menganggap kyai dukun. (*)

Reporter : Rangga Mahardika
Fotografer : Rangga Mahardika

Editor: Winardi Nawa Putra

Reporter :

Fotografer :

Editor :