alexametrics
21.8 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Masa pandemi Sebabkan Penurunan Minat Baca di Perpustakaan Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Problem perpustakaan tak hanya terletak pada kurangnya pustakawan. Permasalahan lainnya adalah hingga saat ini Perpustakaan Jember belum memiliki akreditasi.

Salah satu pustakawan di Perpustakaan Daerah Jember, Fatchur Rachman, mengungkapkan bahwa hal ini disebabkan banyak aspek yang belum terpenuhi. Di antaranya jumlah pustakawan minimal 33 orang dan arsiparis minimal 15 orang. Saat ini hanya tiga pustakawan yang bertugas di perpusda. Arsiparis justru tidak ada sama sekali.

Fatchur juga mengungkapkan bahwa kondisi SDM masih jauh dari ideal. Dibuktikan dengan minimnya kreativitas dan inovasi berupa program-program yang dilakukan oleh perpusda. “Elemen yang memengaruhi di antaranya kualitas SDM yang kurang kualifikasi,” imbuhnya. Dengan kondisi demikian, pihaknya belum mengajukan akreditasi perpustakaan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terlebih, saat ini daya minat baca di masa pandemi mengalami penurunan yang tajam, yang ditunjukkan dengan menurunnya kunjungan di Perpustakaan Daerah Jember. Alternatifnya, perpusda gencar melakukan sosialisasi pada program-program bimbingan teknis untuk dapat mengakses peminjaman buku secara daring melalui e-book. Upaya ini cukup efektif. Sebab, pendaftaran anggota secara daring pun mengalami kenaikan. “Pendaftaran anggota secara online malah lebih masif,” tambah Fatchur.

Lebih lanjut, Fatchur mengungkapkan bahwa arus peningkatan minat baca berhubungan sejajar dengan penambahan jumlah keanggotaan. “Keanggotaan selama ini masih stagnan,” ungkapnya lagi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Problem perpustakaan tak hanya terletak pada kurangnya pustakawan. Permasalahan lainnya adalah hingga saat ini Perpustakaan Jember belum memiliki akreditasi.

Salah satu pustakawan di Perpustakaan Daerah Jember, Fatchur Rachman, mengungkapkan bahwa hal ini disebabkan banyak aspek yang belum terpenuhi. Di antaranya jumlah pustakawan minimal 33 orang dan arsiparis minimal 15 orang. Saat ini hanya tiga pustakawan yang bertugas di perpusda. Arsiparis justru tidak ada sama sekali.

Fatchur juga mengungkapkan bahwa kondisi SDM masih jauh dari ideal. Dibuktikan dengan minimnya kreativitas dan inovasi berupa program-program yang dilakukan oleh perpusda. “Elemen yang memengaruhi di antaranya kualitas SDM yang kurang kualifikasi,” imbuhnya. Dengan kondisi demikian, pihaknya belum mengajukan akreditasi perpustakaan.

Terlebih, saat ini daya minat baca di masa pandemi mengalami penurunan yang tajam, yang ditunjukkan dengan menurunnya kunjungan di Perpustakaan Daerah Jember. Alternatifnya, perpusda gencar melakukan sosialisasi pada program-program bimbingan teknis untuk dapat mengakses peminjaman buku secara daring melalui e-book. Upaya ini cukup efektif. Sebab, pendaftaran anggota secara daring pun mengalami kenaikan. “Pendaftaran anggota secara online malah lebih masif,” tambah Fatchur.

Lebih lanjut, Fatchur mengungkapkan bahwa arus peningkatan minat baca berhubungan sejajar dengan penambahan jumlah keanggotaan. “Keanggotaan selama ini masih stagnan,” ungkapnya lagi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Problem perpustakaan tak hanya terletak pada kurangnya pustakawan. Permasalahan lainnya adalah hingga saat ini Perpustakaan Jember belum memiliki akreditasi.

Salah satu pustakawan di Perpustakaan Daerah Jember, Fatchur Rachman, mengungkapkan bahwa hal ini disebabkan banyak aspek yang belum terpenuhi. Di antaranya jumlah pustakawan minimal 33 orang dan arsiparis minimal 15 orang. Saat ini hanya tiga pustakawan yang bertugas di perpusda. Arsiparis justru tidak ada sama sekali.

Fatchur juga mengungkapkan bahwa kondisi SDM masih jauh dari ideal. Dibuktikan dengan minimnya kreativitas dan inovasi berupa program-program yang dilakukan oleh perpusda. “Elemen yang memengaruhi di antaranya kualitas SDM yang kurang kualifikasi,” imbuhnya. Dengan kondisi demikian, pihaknya belum mengajukan akreditasi perpustakaan.

Terlebih, saat ini daya minat baca di masa pandemi mengalami penurunan yang tajam, yang ditunjukkan dengan menurunnya kunjungan di Perpustakaan Daerah Jember. Alternatifnya, perpusda gencar melakukan sosialisasi pada program-program bimbingan teknis untuk dapat mengakses peminjaman buku secara daring melalui e-book. Upaya ini cukup efektif. Sebab, pendaftaran anggota secara daring pun mengalami kenaikan. “Pendaftaran anggota secara online malah lebih masif,” tambah Fatchur.

Lebih lanjut, Fatchur mengungkapkan bahwa arus peningkatan minat baca berhubungan sejajar dengan penambahan jumlah keanggotaan. “Keanggotaan selama ini masih stagnan,” ungkapnya lagi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/