alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

PTM SMA Terancam Tertunda

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Baru-baru ini, terdapat belasan tenaga pendidik pada salah satu SMK negeri di Jember yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab. Ini menimbulkan kekhawatiran bakal terjadi klaster baru di lembaga pendidikan. Padahal jenjang SMA di Jember rencananya akan menjalani pembelajaran tatap muka (PTM) pada 12 Juli mendatang. Lantas, apakah pelaksanaan PTM SMA terancam tertunda?

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur untuk wilayah Jember Mahrus Syamsul mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 mengenai kebijakan berlanjut atau tidaknya PTM. Pihaknya juga akan mengkaji ulang rencana PTM yang sedianya berlangsung medio Juli mendatang. Apakah berlaku untuk semuanya, ataukah hanya di Kecamatan Tanggul saja. Sebab, ada lembaga pendidikan yang dikhawatirkan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di sekolah.

Mahrus menjelaskan, adapun sekolah di luar Kecamatan Tanggul tetap melakukan PTM secara terbatas. Yaitu PTM yang dilaksanakan dengan skema 25 persen dari jumlah siswa yang ada. Sementara, siswa lainnya tetap menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Diharapkan di luar Kecamatan Tanggul akan melaksanakan PTM dengan skema 25 persen. Sisanya menjalani PJJ,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, untuk spesifik wilayah Tanggul, Mahrus masih belum dapat memastikan. Apakah akan tetap menjalani PTM terbatas dengan skema 25 persen atau sebaliknya. Dia menjelaskan, pihaknya masih menunggu surat dari satgas Covid-19 kabupaten. “Petunjuk dari dinas, PTM mulai 12 Juli. Maunya sudah tatap muka secara terbatas. Tapi, kami masih menunggu petunjuk dari bupati,” terangnya.

Mahrus berharap, ke depan PTM dapat dilakukan secara merata di semua daerah. Sehingga pembelajaran langsung bagi semua siswa dapat kembali berjalan efektif. “Harapan kami, PTM dapat segera dilakukan,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Baru-baru ini, terdapat belasan tenaga pendidik pada salah satu SMK negeri di Jember yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab. Ini menimbulkan kekhawatiran bakal terjadi klaster baru di lembaga pendidikan. Padahal jenjang SMA di Jember rencananya akan menjalani pembelajaran tatap muka (PTM) pada 12 Juli mendatang. Lantas, apakah pelaksanaan PTM SMA terancam tertunda?

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur untuk wilayah Jember Mahrus Syamsul mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 mengenai kebijakan berlanjut atau tidaknya PTM. Pihaknya juga akan mengkaji ulang rencana PTM yang sedianya berlangsung medio Juli mendatang. Apakah berlaku untuk semuanya, ataukah hanya di Kecamatan Tanggul saja. Sebab, ada lembaga pendidikan yang dikhawatirkan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di sekolah.

Mahrus menjelaskan, adapun sekolah di luar Kecamatan Tanggul tetap melakukan PTM secara terbatas. Yaitu PTM yang dilaksanakan dengan skema 25 persen dari jumlah siswa yang ada. Sementara, siswa lainnya tetap menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Diharapkan di luar Kecamatan Tanggul akan melaksanakan PTM dengan skema 25 persen. Sisanya menjalani PJJ,” katanya.

Namun, untuk spesifik wilayah Tanggul, Mahrus masih belum dapat memastikan. Apakah akan tetap menjalani PTM terbatas dengan skema 25 persen atau sebaliknya. Dia menjelaskan, pihaknya masih menunggu surat dari satgas Covid-19 kabupaten. “Petunjuk dari dinas, PTM mulai 12 Juli. Maunya sudah tatap muka secara terbatas. Tapi, kami masih menunggu petunjuk dari bupati,” terangnya.

Mahrus berharap, ke depan PTM dapat dilakukan secara merata di semua daerah. Sehingga pembelajaran langsung bagi semua siswa dapat kembali berjalan efektif. “Harapan kami, PTM dapat segera dilakukan,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Baru-baru ini, terdapat belasan tenaga pendidik pada salah satu SMK negeri di Jember yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab. Ini menimbulkan kekhawatiran bakal terjadi klaster baru di lembaga pendidikan. Padahal jenjang SMA di Jember rencananya akan menjalani pembelajaran tatap muka (PTM) pada 12 Juli mendatang. Lantas, apakah pelaksanaan PTM SMA terancam tertunda?

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur untuk wilayah Jember Mahrus Syamsul mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 mengenai kebijakan berlanjut atau tidaknya PTM. Pihaknya juga akan mengkaji ulang rencana PTM yang sedianya berlangsung medio Juli mendatang. Apakah berlaku untuk semuanya, ataukah hanya di Kecamatan Tanggul saja. Sebab, ada lembaga pendidikan yang dikhawatirkan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di sekolah.

Mahrus menjelaskan, adapun sekolah di luar Kecamatan Tanggul tetap melakukan PTM secara terbatas. Yaitu PTM yang dilaksanakan dengan skema 25 persen dari jumlah siswa yang ada. Sementara, siswa lainnya tetap menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Diharapkan di luar Kecamatan Tanggul akan melaksanakan PTM dengan skema 25 persen. Sisanya menjalani PJJ,” katanya.

Namun, untuk spesifik wilayah Tanggul, Mahrus masih belum dapat memastikan. Apakah akan tetap menjalani PTM terbatas dengan skema 25 persen atau sebaliknya. Dia menjelaskan, pihaknya masih menunggu surat dari satgas Covid-19 kabupaten. “Petunjuk dari dinas, PTM mulai 12 Juli. Maunya sudah tatap muka secara terbatas. Tapi, kami masih menunggu petunjuk dari bupati,” terangnya.

Mahrus berharap, ke depan PTM dapat dilakukan secara merata di semua daerah. Sehingga pembelajaran langsung bagi semua siswa dapat kembali berjalan efektif. “Harapan kami, PTM dapat segera dilakukan,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/