Gunakan Metode Jalan-Jalan agar Sejarah Lebih Menarik

TIDAK CUMA DI KELAS. Adrian Perkasa, Sejarahwan dan Dosen Universitas Airlangga ini bangga bila guru sejarah menggunakan metode jelajah sejarah ketika mengajar.

JEMBER, RADARJEMBER – Untuk menghindari kebosanan terhadap pelajaran sejarah, maka guru perlu mencari cara lain agar pelajar lebih menyukai dan pelajaran sejarah tidak terkesan begitu-begitu saja.

IKLAN

Hal itulah inti dari kegiatan jelajah sejarah dan seminar sejarah lokal berlangsung selama tiga hari serta berakhir Minggu (13/10), yang diikuti oleh pendidik sejarah dan perwakilan siswa dari berbagai kota di Jawa Timur.

Adrian Perkasa, sejarawan dan dosen Universitas Airlangga (Unair), yang menjadi narasumber seminar tersebut optimis pelajar akan kembali menyenangi pelajaran sejarah dengan kegiatan tersebut. “Melalui kegiatan jelajah sejarah seperti jalan-jalan ke tempat bersejarah, melihat situs purbakala dan museum, pelajaran akan memiliki greget dan membuat betah untuk mendalami sejarah,” ungkap Adrian.

Senada hal itu, Umar Faruq, salah seorang pemerhati pendidikan mengungkapkan, jelajah sejarah merupakan solusi untuk memberikan suasana baru terhadap penyampaian pelajaran sejarah. “Setuju sekali bila ada ide untuk menggulirkan jelajah sejarah, termasuk sejarah religi seperti berkunjung ke makam Walisongo,” tegas Faruq.

Acara jelajah sejarah dan seminar sejarah lokal ini merupakan kerjasama Forum Komunitas Bhattara Saptaprabhu dan Direktorat Sejarah Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor :