10 SMP di Jember Masuk Sekolah, Lainnya Kapan?

Pelaksanaan PTM Bakal Dievaluasi Setiap Pekan

BITING, RADARJEMBER.ID – Awal pekan ini, baru 10 SMP negeri di Jember yang memulai pembelajaran tatap muka (PTM) yang berlangsung sejak kemarin (13/9). Sementara, sekolah yang lain belum diketahui kapan akan menyusul. Sebab, sekolah yang diperbolehkan menggelar PTM harus memenuhi berbagai persyaratan. Selain siswa dan guru telah menjalani vaksinasi, siswa juga harus mendapat izin orang tua melalui surat resmi. Tak hanya itu, jam pelajaran juga dibatasi, sehingga siswa hanya mengikuti dua jam pelajaran dalam tiap pertemuan.

Kepala Dinas Pendidikan Jember Bambang Hariono mengatakan, sebenarnya saat ini Jember telah diizinkan melakukan PTM dengan jumlah siswa masuk 50 persen dari jumlah total. Meski begitu, pihaknya masih memberlakukan PTM dengan kapasitas siswa 25 persen. Langkah ini disebutnya sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak memunculkan klaster penularan baru pada sektor pendidikan. Secara bertahap, nantinya siswa yang masuk akan mencapai 50 persen. “Ada surat edaran dari bupati bahwa September ini boleh melakukan PTM 50 persen,” jelasnya.

Tonton Juga Videonya : [Klik Disini]

Bambang menambahkan, dalam pekan ini akan ada 18 lembaga yang melakukan PTM. Jumlah tersebut nantinya akan terus berkembang sesuai dengan kesiapan sekolah yang diukur melalui vaksinasi pada siswa dan gurunya. Berdasarkan pantauannya, hingga kini sudah banyak sekolah yang melakukan vaksinasi dengan menyasar para siswa. “Kalau pendidik sudah divaksin semua. Untuk sekolah sudah proses melakukan vaksin,” imbuhnya.

Kepala SMPN 1 Arjasa Murtini mengungkapkan, banyak wali murid yang memberi dukungan dan persetujuan dilaksanakannya PTM di sekolah yang dia pimpin itu. Karenanya, para orang tua juga mendukung vaksinasi yang menyasar pelajar. “Siswa kami yang telah tervaksin sebanyak 472 dari 617 anak. Sisanya melakukan vaksinasi secara mandiri. Orang tuanya support,” ungkapnya.