Unej Raih Juara Satu Khathil Quran, UM Kembali Juara Umum MTQM

RADARJEMBER.ID- Seperti yang diperkirakan, Universitas Negeri Malang (UM) kembali memenangi Musabaqah Tilawatil Quran antarmahasiswa (MTQM) V se-Jatim, yang berlangsung di Universitas Jember (Unej).  Dari 13 cabang jenis yang dilombakan, UM berhasil meraih emas (juara satu) sedikitnya 7 cabang putra-putri. Sedangkan juara lainnya hampir merata di semua PTN/PTS, meski tak sebanyak kampus yang dulu bernama IKIP Malang tersebut.

IKLAN

Ketujuh cabang “emas” tersebut antara lain tilawah putra, tartil putra/putri, qiraah sab’ah putri, MHQ 5 juz putra, syarhil, debat bahasa Inggris, desain aplikasi alquran, karya tulis ilmiah alquran. Sedangkan “medali perak” (juara dua), UM memenangi empat cabang, yakni tilawah putri, qiraah Sab’ah putra, MHQ 20 juz, dan debat bahasa Arab. Selain itu, UM juga menempatkan sejumlah pemenang di medali perunggu dan harapan.

Tuan rumah Unej berhasil meraih juara satu cabang khatthil Quran atas nama Intan Dewi Masrullah, serta juara tiga MHQ 5 juz, atas nama Faizal Amjad Adi, serta juara harapan karya tulis ilmiah alquran, atas nama Malikul Fanani. Para peraih juara satu lainnya tilawah putri (Unmuh Sidoarjo), tartil putra (Unibraw), qiraah sab’ah putra (Unair), MHQ 5 juz putri (Unhasyi Tebuireng), MHQ 10 juz putra ( IAI Syarifudin Lumajang), MHQ 20 juz putra (Unair), MHQ 20 juz putri (Umhasy Tebuireng), dan MFQ STI Syariah Banyuputih Kidul, Lumajang.

Sedangkan Universitas Islam Jember (UIJ) meraih satu medali perak cabang syarhil quran (Lutfin, Avika, dan Pupy Wirdaus). Sementara IAIN Jember berhasil meraih juara tiga debat bahasa Inggris dan Arab, juara dua MHQ 20 juz, juara dua tarrtil putri, juara dua tilawah putra, dan juara tiga MHQ 5 juz. (selengkapnya bisa dibaca pada web mtqmrv2018.unej.ac.id)

Dengan kembalinya sebagai juara umum dalam MTQM tersebut, ini berarti sudah ketiga kalinya kampus tersebut merebut posisi sangat terhormat itu secara hattrick untuk tingkat regional Jatim. Juga predikat yang sama utuk MTQM nasional. Ini bisa dimaklumi, karena pembinaan MTQ di UM sudah sangat intensif. Dengan memiliki unit kegiatan mahasiswa (UKM) khusus alquran, yang kini mempunyai sekitar 2.000 mahasiswa “siap pakai”.

Pembina MTQ UM Dr Yusuf Hanafi Mfil, mengakui pembinaan UKM Alquran di perguruan tingginya relatif lebih intensif dibanding PT lain. “Kami merekrut jalur prestasi MTQ minimal tiga besar tingkat provinsi,” ujarnya. Hampir setiap tahun, kata Yusuf, pihaknya mampu merekrut UKM Alquran ini sekitar 800 mahasiswa. Di antaranya mendapat beasiswa penuh dari kampusnya. “Alhamdulillah pimpinan kami sangat peduli UKM Alquran,” pujinya.

Sementara itu, Rektor Unej, Moh. Hasan merasa surprise dengan pelaksanaan MTQM kelima tersebut. Meski prestasi yang diraih kafilahnya masih belum maksimal, namun pelaksanaannya dinilai cukup berhasil. “Semua ini tak lepas dari dukungan semua pihak, baik jajarannya di Unej, maupun seluruh kafilah dan para sponsor,” tuturnya.

UPN Tuan Rumah Berikutnya

Sementara itu, Pertemuan para wakil rektor bidang kemahasiswaan PTN/PTS Se-Jatim, Sabtu lalu, menyepakati tuan rumah MTQM VI Tahun 2010 adalah Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Surabaya. Hal itu muncul dalam sarasehan antara pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS), perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN), dan perguruan tinggi keagamaan Islam swasta (PTKIS) di Jawa Timur, dengan pengurus Asosiasi Dosen Pendidikan Islam (ADPISI) Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Timur.

Disepakatinya UPN sebagai tuan rumah MTQM VI dua mendatang, kata Prof Dr Turhan Yani, ketua ADPISI Jatim, karena gelar MTQ regional ini digilir untuk semua perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Pada saatnya, nanti, kata Turhan, PTS juga akan kebagian sebagai tuan rumah, manakala menyatakan siap. “MTQM ini memang forum untuk silaturahmi, sekaligus ajang adu prestasi,” ujarnya.

Editor : M. Shodiq Syarif
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :