alexametrics
24.4 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Harga Seragam Sekolah Capai Jutaan Rupiah, Emak-Emak Surabaya Wadul DPR

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYA, RADARJEMBER.ID- Hermin bersama suami dan anaknya kemarin (13/7) mendatangi DPRD Surabaya. Dengan menenteng map, dia hendak mengadukan masalah yang tengah melilitnya, yakni terkait seragam sekolah. Hermin tak sanggup membayar pakaian sekolah.

BACA JUGA: Satu Jemaah Haji Asal Bondowoso Meninggal Dunia

Keluhan warga Krukah Lama itu ditampung Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono. Hermin menyatakan bingung membayar seragam. Bagi Hermin, nominal pakaian sekolah itu besar. ”Tagihannya mencapai Rp 2 juta,” ucap Hermin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Keluarga Hermin pas-pasan. Dia hanya berdagang lontong mi setiap Minggu pagi. Sementara suaminya tukang bangunan dan tukang gali makam. Dia sempat meminta surat keterangan miskin (SKM) kepada RW setempat, namun gagal.

”Karena saya tidak berstatus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” ujar perempuan itu..Berkali-kali Hermin dijanjikan disurvei MBR. Petugas kelurahan dan kecamatan memintanya menyerahkan kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP).

Namun, setahun berlalu, dia tak mendapatkan intervensi apa pun. ”Saya juga bingung harus bagaimana,” imbuhnya.Baktiono mengatakan, meski SMA sederajat merupakan kewenangan Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya tak boleh tinggal diam.

- Advertisement -

SURABAYA, RADARJEMBER.ID- Hermin bersama suami dan anaknya kemarin (13/7) mendatangi DPRD Surabaya. Dengan menenteng map, dia hendak mengadukan masalah yang tengah melilitnya, yakni terkait seragam sekolah. Hermin tak sanggup membayar pakaian sekolah.

BACA JUGA: Satu Jemaah Haji Asal Bondowoso Meninggal Dunia

Keluhan warga Krukah Lama itu ditampung Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono. Hermin menyatakan bingung membayar seragam. Bagi Hermin, nominal pakaian sekolah itu besar. ”Tagihannya mencapai Rp 2 juta,” ucap Hermin.

Keluarga Hermin pas-pasan. Dia hanya berdagang lontong mi setiap Minggu pagi. Sementara suaminya tukang bangunan dan tukang gali makam. Dia sempat meminta surat keterangan miskin (SKM) kepada RW setempat, namun gagal.

”Karena saya tidak berstatus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” ujar perempuan itu..Berkali-kali Hermin dijanjikan disurvei MBR. Petugas kelurahan dan kecamatan memintanya menyerahkan kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP).

Namun, setahun berlalu, dia tak mendapatkan intervensi apa pun. ”Saya juga bingung harus bagaimana,” imbuhnya.Baktiono mengatakan, meski SMA sederajat merupakan kewenangan Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya tak boleh tinggal diam.

SURABAYA, RADARJEMBER.ID- Hermin bersama suami dan anaknya kemarin (13/7) mendatangi DPRD Surabaya. Dengan menenteng map, dia hendak mengadukan masalah yang tengah melilitnya, yakni terkait seragam sekolah. Hermin tak sanggup membayar pakaian sekolah.

BACA JUGA: Satu Jemaah Haji Asal Bondowoso Meninggal Dunia

Keluhan warga Krukah Lama itu ditampung Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono. Hermin menyatakan bingung membayar seragam. Bagi Hermin, nominal pakaian sekolah itu besar. ”Tagihannya mencapai Rp 2 juta,” ucap Hermin.

Keluarga Hermin pas-pasan. Dia hanya berdagang lontong mi setiap Minggu pagi. Sementara suaminya tukang bangunan dan tukang gali makam. Dia sempat meminta surat keterangan miskin (SKM) kepada RW setempat, namun gagal.

”Karena saya tidak berstatus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” ujar perempuan itu..Berkali-kali Hermin dijanjikan disurvei MBR. Petugas kelurahan dan kecamatan memintanya menyerahkan kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP).

Namun, setahun berlalu, dia tak mendapatkan intervensi apa pun. ”Saya juga bingung harus bagaimana,” imbuhnya.Baktiono mengatakan, meski SMA sederajat merupakan kewenangan Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya tak boleh tinggal diam.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/