alexametrics
22.3 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Butuh Kehadiran Pustakawan Khusus

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu penyebab menurunnya angka literasi pada anak adalah ketersediaan perpustakaan yang masih belum optimal. Banyak sekolah yang belum melakukan pengelolaan perpustakaan secara maksimal. Sebabnya, masih sedikit lembaga sekolah yang memiliki tenaga khusus di perpustakaan.

Kondisi ini dibenarkan oleh Kabid SD Dinas Pendidikan Endang Sulistyowati. “Masalah ini sudah kami sampaikan masuk dalam bagian RPJMD,” kata Endang, Selasa, (13/7).

Nantinya, dia berharap akan ada tenaga khusus yang ditugasi sebagai pustakawan tidak merangkap menjadi guru. Pustakawan ini nantinya akan mendapat pemenuhan hak-haknya, sehingga dapat mengelola perpustakaan secara profesional. “Karena di lembaga-lembaga pendidikan sudah banyak yang memiliki perpustakaan. Tapi, pengelolaannya yang kurang,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Endang juga mengungkapkan bahwa sampai saat ini masih ada sekolah yang belum memiliki perpustakaan. Idealnya, semua sekolah seyogianya sudah memiliki perpustakaan. Hanya gedungnya saja yang belum tentu ada. Karenanya, lembaga yang tidak memiliki gedung perpustakaan, umumnya menggunakan ruang kelas kosong atau yang sedang tidak dipakai. “Dan ini kami kondisikan. Setiap tahun kami tambah. Sesuai dengan dana yang ada,” tutur mantan pengawas sekolah itu.

Beberapa upaya dilakukan secara profesionalitas untuk melatih guru-guru yang merangkap menjadi pustakawan. Di antaranya adalah mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh perpustakaan daerah.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu penyebab menurunnya angka literasi pada anak adalah ketersediaan perpustakaan yang masih belum optimal. Banyak sekolah yang belum melakukan pengelolaan perpustakaan secara maksimal. Sebabnya, masih sedikit lembaga sekolah yang memiliki tenaga khusus di perpustakaan.

Kondisi ini dibenarkan oleh Kabid SD Dinas Pendidikan Endang Sulistyowati. “Masalah ini sudah kami sampaikan masuk dalam bagian RPJMD,” kata Endang, Selasa, (13/7).

Nantinya, dia berharap akan ada tenaga khusus yang ditugasi sebagai pustakawan tidak merangkap menjadi guru. Pustakawan ini nantinya akan mendapat pemenuhan hak-haknya, sehingga dapat mengelola perpustakaan secara profesional. “Karena di lembaga-lembaga pendidikan sudah banyak yang memiliki perpustakaan. Tapi, pengelolaannya yang kurang,” paparnya.

Endang juga mengungkapkan bahwa sampai saat ini masih ada sekolah yang belum memiliki perpustakaan. Idealnya, semua sekolah seyogianya sudah memiliki perpustakaan. Hanya gedungnya saja yang belum tentu ada. Karenanya, lembaga yang tidak memiliki gedung perpustakaan, umumnya menggunakan ruang kelas kosong atau yang sedang tidak dipakai. “Dan ini kami kondisikan. Setiap tahun kami tambah. Sesuai dengan dana yang ada,” tutur mantan pengawas sekolah itu.

Beberapa upaya dilakukan secara profesionalitas untuk melatih guru-guru yang merangkap menjadi pustakawan. Di antaranya adalah mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh perpustakaan daerah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu penyebab menurunnya angka literasi pada anak adalah ketersediaan perpustakaan yang masih belum optimal. Banyak sekolah yang belum melakukan pengelolaan perpustakaan secara maksimal. Sebabnya, masih sedikit lembaga sekolah yang memiliki tenaga khusus di perpustakaan.

Kondisi ini dibenarkan oleh Kabid SD Dinas Pendidikan Endang Sulistyowati. “Masalah ini sudah kami sampaikan masuk dalam bagian RPJMD,” kata Endang, Selasa, (13/7).

Nantinya, dia berharap akan ada tenaga khusus yang ditugasi sebagai pustakawan tidak merangkap menjadi guru. Pustakawan ini nantinya akan mendapat pemenuhan hak-haknya, sehingga dapat mengelola perpustakaan secara profesional. “Karena di lembaga-lembaga pendidikan sudah banyak yang memiliki perpustakaan. Tapi, pengelolaannya yang kurang,” paparnya.

Endang juga mengungkapkan bahwa sampai saat ini masih ada sekolah yang belum memiliki perpustakaan. Idealnya, semua sekolah seyogianya sudah memiliki perpustakaan. Hanya gedungnya saja yang belum tentu ada. Karenanya, lembaga yang tidak memiliki gedung perpustakaan, umumnya menggunakan ruang kelas kosong atau yang sedang tidak dipakai. “Dan ini kami kondisikan. Setiap tahun kami tambah. Sesuai dengan dana yang ada,” tutur mantan pengawas sekolah itu.

Beberapa upaya dilakukan secara profesionalitas untuk melatih guru-guru yang merangkap menjadi pustakawan. Di antaranya adalah mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh perpustakaan daerah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/