alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

247 Maba Pasca IAIN Jember Ikuti Tes Daring

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Pelaksanaan ujian masuk (UM) Pascasarjana IAIN Jember kali ini sedikit berbeda. Jika tahun lalu UM digelar secara terbuka dengan peserta datang ke kampus, namun kali ini berlangsung secara online. Calon mahasiswa dites secara daring oleh tim penguji.

Wakil Direktur Pascasarjana IAIN Jember Dr Aminullah El Hadi menjelaskan, tes daring itu merupakan rangkaian dari tahapan seleksi masuk calon mahasiswa baru Pascasarjana IAIN Jember. Pada tahap awal yang sudah berjalan, mahasiswa mengikuti tes dengan sistem computer based test (CBT) yang menguji tiga bidang: Bahasa (Arab dan Ingris), pengetahuan keislaman dan tes potensi akademik (TPA).

Lalu berlanjut tahap kedua yaitu tes wawancara yang mengulas latar belakang akademik mahasiswa. Peminatannya dan proposal tesis atau disertasi yang diajukan. “Tahun sebelum-sebelumnya desainnya begitu. Karena masih pandemi, maka ujiannya disederhanakan tanpa tatap muka dan berlangsung daring seperti saat ini,” ujar Aminullah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, tes daring itu sebelumnya direncanakan menggunakan aplikasi telekonferensi. Namun Pascasarjana memberikan keluwesan dengan penggunaan aplikasi panggilan video WhatsApp. Jadi, peserta cukup menunjukkan bukti kartu ujian, lalu menjawab sejumlah pertanyaan dari tim penguji melalui panggilan video.

Meskipun berjalan demikian, namun hasil tes itu tetap menjadi bahan pertimbangan pihak Pascasarjana IAIN Jember sebagai acuan kelulusan pada tahap selanjutnya. Aminullah mengakui, tentu ada bidang-bidang yang kurang tergali optimal. Terutama dalam baca, tulis dan percakapan Bahasa Arab dan Inggris. “Karena sekarang tidak memungkinkan kondisinya, kita gunakan berdasarkan pengakuan mereka. Tetap nanti akan kita petakan hasilnya,” tegasnya.

- Advertisement -

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Pelaksanaan ujian masuk (UM) Pascasarjana IAIN Jember kali ini sedikit berbeda. Jika tahun lalu UM digelar secara terbuka dengan peserta datang ke kampus, namun kali ini berlangsung secara online. Calon mahasiswa dites secara daring oleh tim penguji.

Wakil Direktur Pascasarjana IAIN Jember Dr Aminullah El Hadi menjelaskan, tes daring itu merupakan rangkaian dari tahapan seleksi masuk calon mahasiswa baru Pascasarjana IAIN Jember. Pada tahap awal yang sudah berjalan, mahasiswa mengikuti tes dengan sistem computer based test (CBT) yang menguji tiga bidang: Bahasa (Arab dan Ingris), pengetahuan keislaman dan tes potensi akademik (TPA).

Lalu berlanjut tahap kedua yaitu tes wawancara yang mengulas latar belakang akademik mahasiswa. Peminatannya dan proposal tesis atau disertasi yang diajukan. “Tahun sebelum-sebelumnya desainnya begitu. Karena masih pandemi, maka ujiannya disederhanakan tanpa tatap muka dan berlangsung daring seperti saat ini,” ujar Aminullah.

Menurutnya, tes daring itu sebelumnya direncanakan menggunakan aplikasi telekonferensi. Namun Pascasarjana memberikan keluwesan dengan penggunaan aplikasi panggilan video WhatsApp. Jadi, peserta cukup menunjukkan bukti kartu ujian, lalu menjawab sejumlah pertanyaan dari tim penguji melalui panggilan video.

Meskipun berjalan demikian, namun hasil tes itu tetap menjadi bahan pertimbangan pihak Pascasarjana IAIN Jember sebagai acuan kelulusan pada tahap selanjutnya. Aminullah mengakui, tentu ada bidang-bidang yang kurang tergali optimal. Terutama dalam baca, tulis dan percakapan Bahasa Arab dan Inggris. “Karena sekarang tidak memungkinkan kondisinya, kita gunakan berdasarkan pengakuan mereka. Tetap nanti akan kita petakan hasilnya,” tegasnya.

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Pelaksanaan ujian masuk (UM) Pascasarjana IAIN Jember kali ini sedikit berbeda. Jika tahun lalu UM digelar secara terbuka dengan peserta datang ke kampus, namun kali ini berlangsung secara online. Calon mahasiswa dites secara daring oleh tim penguji.

Wakil Direktur Pascasarjana IAIN Jember Dr Aminullah El Hadi menjelaskan, tes daring itu merupakan rangkaian dari tahapan seleksi masuk calon mahasiswa baru Pascasarjana IAIN Jember. Pada tahap awal yang sudah berjalan, mahasiswa mengikuti tes dengan sistem computer based test (CBT) yang menguji tiga bidang: Bahasa (Arab dan Ingris), pengetahuan keislaman dan tes potensi akademik (TPA).

Lalu berlanjut tahap kedua yaitu tes wawancara yang mengulas latar belakang akademik mahasiswa. Peminatannya dan proposal tesis atau disertasi yang diajukan. “Tahun sebelum-sebelumnya desainnya begitu. Karena masih pandemi, maka ujiannya disederhanakan tanpa tatap muka dan berlangsung daring seperti saat ini,” ujar Aminullah.

Menurutnya, tes daring itu sebelumnya direncanakan menggunakan aplikasi telekonferensi. Namun Pascasarjana memberikan keluwesan dengan penggunaan aplikasi panggilan video WhatsApp. Jadi, peserta cukup menunjukkan bukti kartu ujian, lalu menjawab sejumlah pertanyaan dari tim penguji melalui panggilan video.

Meskipun berjalan demikian, namun hasil tes itu tetap menjadi bahan pertimbangan pihak Pascasarjana IAIN Jember sebagai acuan kelulusan pada tahap selanjutnya. Aminullah mengakui, tentu ada bidang-bidang yang kurang tergali optimal. Terutama dalam baca, tulis dan percakapan Bahasa Arab dan Inggris. “Karena sekarang tidak memungkinkan kondisinya, kita gunakan berdasarkan pengakuan mereka. Tetap nanti akan kita petakan hasilnya,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/