alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Tahun Ajaran Baru Masih Daring

PTM Ditunda, Belajar Lebih Fleksibel

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rencana murid-murid yang bakal bertemu kawan-kawannya lagi di masa tahun ajaran baru kali ini harus ditunda. Hal itu karena penerapan kebijakan pemerintah yang menunda pertemuan tatap muka. Imbasnya, siswa kembali mengawali tahun dengan sistem daring. Mereka terpaksa gigit jari tidak bisa melakukan pembelajaran secara langsung.

Meski demikian, pantauan Jawa Pos Radar Jember kemarin (12/7), sejumlah pelajar SD tampak berseragam dan berangkat bersama. Lengkap dengan masker di wajah polos mereka.

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Endang Sulistyowati mengungkapkan, aturan pembelajaran jarak jauh dilakukan berdasarkan aturan bupati yang ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan. Artinya, siswa tidak diperbolehkan untuk berangkat ke sekolah. “Kalau tidak, biar dikondisikan oleh sekolah-sekolah, ya piye carane,” tutur Endang, Senin (12/7).

Mobile_AP_Rectangle 2

Dirinya juga menambahkan, jika ada guru melakukan sistem pembelajaran guru keliling (guling), juga tidak dibenarkan. Sebab, tidak ada dasar aturan normatif yang berlaku. Langkah ini, menurut Endang, merupakan wujud tingginya keinginan guru untuk mengajar secara langsung karena keterbatasan yang dihadapi.

Hingga saat ini, belum ada laporan terkait program guling yang telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. “Sebenarnya menggunakan WhatsApp itu sudah termasuk dalam jaringan. Cuman, di lembaga-lembaga tertentu, karena yang tidak ada jaringan, maka mereka (guru, Red) melakukan guling. Selama menaati protokol kesehatan, ya mereka memberikan pelayanan,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rencana murid-murid yang bakal bertemu kawan-kawannya lagi di masa tahun ajaran baru kali ini harus ditunda. Hal itu karena penerapan kebijakan pemerintah yang menunda pertemuan tatap muka. Imbasnya, siswa kembali mengawali tahun dengan sistem daring. Mereka terpaksa gigit jari tidak bisa melakukan pembelajaran secara langsung.

Meski demikian, pantauan Jawa Pos Radar Jember kemarin (12/7), sejumlah pelajar SD tampak berseragam dan berangkat bersama. Lengkap dengan masker di wajah polos mereka.

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Endang Sulistyowati mengungkapkan, aturan pembelajaran jarak jauh dilakukan berdasarkan aturan bupati yang ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan. Artinya, siswa tidak diperbolehkan untuk berangkat ke sekolah. “Kalau tidak, biar dikondisikan oleh sekolah-sekolah, ya piye carane,” tutur Endang, Senin (12/7).

Dirinya juga menambahkan, jika ada guru melakukan sistem pembelajaran guru keliling (guling), juga tidak dibenarkan. Sebab, tidak ada dasar aturan normatif yang berlaku. Langkah ini, menurut Endang, merupakan wujud tingginya keinginan guru untuk mengajar secara langsung karena keterbatasan yang dihadapi.

Hingga saat ini, belum ada laporan terkait program guling yang telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. “Sebenarnya menggunakan WhatsApp itu sudah termasuk dalam jaringan. Cuman, di lembaga-lembaga tertentu, karena yang tidak ada jaringan, maka mereka (guru, Red) melakukan guling. Selama menaati protokol kesehatan, ya mereka memberikan pelayanan,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rencana murid-murid yang bakal bertemu kawan-kawannya lagi di masa tahun ajaran baru kali ini harus ditunda. Hal itu karena penerapan kebijakan pemerintah yang menunda pertemuan tatap muka. Imbasnya, siswa kembali mengawali tahun dengan sistem daring. Mereka terpaksa gigit jari tidak bisa melakukan pembelajaran secara langsung.

Meski demikian, pantauan Jawa Pos Radar Jember kemarin (12/7), sejumlah pelajar SD tampak berseragam dan berangkat bersama. Lengkap dengan masker di wajah polos mereka.

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Endang Sulistyowati mengungkapkan, aturan pembelajaran jarak jauh dilakukan berdasarkan aturan bupati yang ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan. Artinya, siswa tidak diperbolehkan untuk berangkat ke sekolah. “Kalau tidak, biar dikondisikan oleh sekolah-sekolah, ya piye carane,” tutur Endang, Senin (12/7).

Dirinya juga menambahkan, jika ada guru melakukan sistem pembelajaran guru keliling (guling), juga tidak dibenarkan. Sebab, tidak ada dasar aturan normatif yang berlaku. Langkah ini, menurut Endang, merupakan wujud tingginya keinginan guru untuk mengajar secara langsung karena keterbatasan yang dihadapi.

Hingga saat ini, belum ada laporan terkait program guling yang telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. “Sebenarnya menggunakan WhatsApp itu sudah termasuk dalam jaringan. Cuman, di lembaga-lembaga tertentu, karena yang tidak ada jaringan, maka mereka (guru, Red) melakukan guling. Selama menaati protokol kesehatan, ya mereka memberikan pelayanan,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/