alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Puluhan Anak Dibawah Umur Ajukan Dispensasi Nikah

Mobile_AP_Rectangle 1

NGAWI, RADARJEMBER.ID-Permohonan dispensasi nikah di Ngawi cukup tinggi. Dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan keluarga berencana (DPPPA KB) mencatat 53 anak di bawah usia 18 tahun meminta kelonggaran menikah. Terhitung sejak Januari lalu hingga pertengahan bulan ini.

 

Kepala DPPPA KB Ngawi Nugraha Ningrum mengungkapkan, sekitar 80 persen alasan permohonan dispensasi nikah karena perempuannya hamil duluan. Sisanya dipicu masalah ekonomi dan putus sekolah. ‘’Rata-rata yang mengajukan dispensasi adalah anak berusia 14 hingga 18 tahun,’’ ujar Ningrum.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

Menurut Ningrum, tren permohonan dispensasi nikah meningkat setiap tahun Pada 2019 ada 65 permintaan. Tahun berikutnya naik menjadi 145 permintaan. Lalu, 159 permintaan sepanjang tahun lalu. Salah satu faktor penyebab peningkatan tersebut adalah perubahan batas minimal usia menikah. Dari sebelumnya 16 tahun menjadi 19 tahun sesuai Undang-Undang 16/2019.

Pemicu lainnya tak lain pandemi Covid-19. Pembelajaran daring membuat peserta didik lebih leluasa mengakses media sosial (medsos). Kesempatan itu digunakan untuk berkenalan dengan lawan jenis.Ningrum menambahkan, pola asuh orang tua juga memengaruhi tingginya kasus hamil di luar nikah.

- Advertisement -

NGAWI, RADARJEMBER.ID-Permohonan dispensasi nikah di Ngawi cukup tinggi. Dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan keluarga berencana (DPPPA KB) mencatat 53 anak di bawah usia 18 tahun meminta kelonggaran menikah. Terhitung sejak Januari lalu hingga pertengahan bulan ini.

 

Kepala DPPPA KB Ngawi Nugraha Ningrum mengungkapkan, sekitar 80 persen alasan permohonan dispensasi nikah karena perempuannya hamil duluan. Sisanya dipicu masalah ekonomi dan putus sekolah. ‘’Rata-rata yang mengajukan dispensasi adalah anak berusia 14 hingga 18 tahun,’’ ujar Ningrum.

 

Menurut Ningrum, tren permohonan dispensasi nikah meningkat setiap tahun Pada 2019 ada 65 permintaan. Tahun berikutnya naik menjadi 145 permintaan. Lalu, 159 permintaan sepanjang tahun lalu. Salah satu faktor penyebab peningkatan tersebut adalah perubahan batas minimal usia menikah. Dari sebelumnya 16 tahun menjadi 19 tahun sesuai Undang-Undang 16/2019.

Pemicu lainnya tak lain pandemi Covid-19. Pembelajaran daring membuat peserta didik lebih leluasa mengakses media sosial (medsos). Kesempatan itu digunakan untuk berkenalan dengan lawan jenis.Ningrum menambahkan, pola asuh orang tua juga memengaruhi tingginya kasus hamil di luar nikah.

NGAWI, RADARJEMBER.ID-Permohonan dispensasi nikah di Ngawi cukup tinggi. Dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan keluarga berencana (DPPPA KB) mencatat 53 anak di bawah usia 18 tahun meminta kelonggaran menikah. Terhitung sejak Januari lalu hingga pertengahan bulan ini.

 

Kepala DPPPA KB Ngawi Nugraha Ningrum mengungkapkan, sekitar 80 persen alasan permohonan dispensasi nikah karena perempuannya hamil duluan. Sisanya dipicu masalah ekonomi dan putus sekolah. ‘’Rata-rata yang mengajukan dispensasi adalah anak berusia 14 hingga 18 tahun,’’ ujar Ningrum.

 

Menurut Ningrum, tren permohonan dispensasi nikah meningkat setiap tahun Pada 2019 ada 65 permintaan. Tahun berikutnya naik menjadi 145 permintaan. Lalu, 159 permintaan sepanjang tahun lalu. Salah satu faktor penyebab peningkatan tersebut adalah perubahan batas minimal usia menikah. Dari sebelumnya 16 tahun menjadi 19 tahun sesuai Undang-Undang 16/2019.

Pemicu lainnya tak lain pandemi Covid-19. Pembelajaran daring membuat peserta didik lebih leluasa mengakses media sosial (medsos). Kesempatan itu digunakan untuk berkenalan dengan lawan jenis.Ningrum menambahkan, pola asuh orang tua juga memengaruhi tingginya kasus hamil di luar nikah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/