alexametrics
22.9 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Mulai Terapkan Merdeka Belajar

Mobile_AP_Rectangle 1

RAMBIGUNDAM, Radar Jember – Kurikulum Merdeka Belajar sudah mulai diterapkan di sejumlah sekolah. Terlebih pada beberapa SMK di Jember. Kurikulum yang tepat serta didukung dengan sumber daya manusia (SDM) guru yang mumpuni akan mampu membawa napas pendidikan lebih segar lagi.

BACA JUGA : Erick Thohir Jawarai Bursa Calon Wakil Presiden Indonesia

Kurikulum merdeka belajar menjadi model pembelajaran yang sudah diterapkan pada salah satu SMK di Jember. Seperti SMK Walisongo Rambipuji. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Jurusan Teknik Komputer Jaringan SMK Walisongo Muhandis Al Farhany. Dirinya menjabarkan, secara umum tidak ada kurikulum khusus yang diterapkan pada sekolahnya. Namun, sedikit banyak pihaknya sudah mulai menyerap kurikulum yang baru. “Sedikit banyak, Kurikulum Merdeka (KM) memang sudah mulai diterapkan,” jelas Muhandis kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Agar tidak terpaku pada teori dan ruang kelas saja, sekolahnya memberikan kebebasan penuh kepada murid-muridnya agar bisa berkreasi di dalam maupun di luar kelas. “Secara spesifik kami belum melaksanakan, tetapi secara umum dan pelan-pelan kami sudah lakukan,” terang laki-laki yang juga sebagai dewan pengasuh di Pondok Pesantren Subulussalam itu.

Berkaitan dengan guru penggerak pada lingkungan sekolahnya, pihaknya sudah mempunyai 1 guru penggerak, yang sejauh ini sudah melakukan pembinaan di beberapa sekolah dari tingkatan SMP, MTs, dan SD. Menurutnya, tujuan dari KM adalah membuat murid enjoy dan mampu berkreasi dengan metode, yang seluruhnya diserahkan kepada murid.

- Advertisement -

RAMBIGUNDAM, Radar Jember – Kurikulum Merdeka Belajar sudah mulai diterapkan di sejumlah sekolah. Terlebih pada beberapa SMK di Jember. Kurikulum yang tepat serta didukung dengan sumber daya manusia (SDM) guru yang mumpuni akan mampu membawa napas pendidikan lebih segar lagi.

BACA JUGA : Erick Thohir Jawarai Bursa Calon Wakil Presiden Indonesia

Kurikulum merdeka belajar menjadi model pembelajaran yang sudah diterapkan pada salah satu SMK di Jember. Seperti SMK Walisongo Rambipuji. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Jurusan Teknik Komputer Jaringan SMK Walisongo Muhandis Al Farhany. Dirinya menjabarkan, secara umum tidak ada kurikulum khusus yang diterapkan pada sekolahnya. Namun, sedikit banyak pihaknya sudah mulai menyerap kurikulum yang baru. “Sedikit banyak, Kurikulum Merdeka (KM) memang sudah mulai diterapkan,” jelas Muhandis kepada Jawa Pos Radar Jember.

Agar tidak terpaku pada teori dan ruang kelas saja, sekolahnya memberikan kebebasan penuh kepada murid-muridnya agar bisa berkreasi di dalam maupun di luar kelas. “Secara spesifik kami belum melaksanakan, tetapi secara umum dan pelan-pelan kami sudah lakukan,” terang laki-laki yang juga sebagai dewan pengasuh di Pondok Pesantren Subulussalam itu.

Berkaitan dengan guru penggerak pada lingkungan sekolahnya, pihaknya sudah mempunyai 1 guru penggerak, yang sejauh ini sudah melakukan pembinaan di beberapa sekolah dari tingkatan SMP, MTs, dan SD. Menurutnya, tujuan dari KM adalah membuat murid enjoy dan mampu berkreasi dengan metode, yang seluruhnya diserahkan kepada murid.

RAMBIGUNDAM, Radar Jember – Kurikulum Merdeka Belajar sudah mulai diterapkan di sejumlah sekolah. Terlebih pada beberapa SMK di Jember. Kurikulum yang tepat serta didukung dengan sumber daya manusia (SDM) guru yang mumpuni akan mampu membawa napas pendidikan lebih segar lagi.

BACA JUGA : Erick Thohir Jawarai Bursa Calon Wakil Presiden Indonesia

Kurikulum merdeka belajar menjadi model pembelajaran yang sudah diterapkan pada salah satu SMK di Jember. Seperti SMK Walisongo Rambipuji. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Jurusan Teknik Komputer Jaringan SMK Walisongo Muhandis Al Farhany. Dirinya menjabarkan, secara umum tidak ada kurikulum khusus yang diterapkan pada sekolahnya. Namun, sedikit banyak pihaknya sudah mulai menyerap kurikulum yang baru. “Sedikit banyak, Kurikulum Merdeka (KM) memang sudah mulai diterapkan,” jelas Muhandis kepada Jawa Pos Radar Jember.

Agar tidak terpaku pada teori dan ruang kelas saja, sekolahnya memberikan kebebasan penuh kepada murid-muridnya agar bisa berkreasi di dalam maupun di luar kelas. “Secara spesifik kami belum melaksanakan, tetapi secara umum dan pelan-pelan kami sudah lakukan,” terang laki-laki yang juga sebagai dewan pengasuh di Pondok Pesantren Subulussalam itu.

Berkaitan dengan guru penggerak pada lingkungan sekolahnya, pihaknya sudah mempunyai 1 guru penggerak, yang sejauh ini sudah melakukan pembinaan di beberapa sekolah dari tingkatan SMP, MTs, dan SD. Menurutnya, tujuan dari KM adalah membuat murid enjoy dan mampu berkreasi dengan metode, yang seluruhnya diserahkan kepada murid.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/