alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Pesantren Juga Butuh Kebijakan PTM

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rencana simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) yang sempat dijadwalkan awal Maret lalu, kini harus kandas. Hal itu menyusul banyaknya pertimbangan yang harus dilakukan hingga membuat simulasi tertunda sementara waktu.

Padahal simulasi itu disebut-sebut menjadi harapan sekolah pada berbagai satuan pendidikan di Jember untuk bisa menghelat pembelajaran tatap muka. Sebab, selama ini sekolah masih banyak berjalan dengan daring. Tak terkecuali pembelajaran di pesantren.

Sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan pesantren sebenarnya memiliki otonomi tersendiri dalam menentukan kebijakan. Termasuk kebijakan pembelajaran daring ataupun luring. Ketua Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyyah (RMI) Jember, sebuah asosiasi perkumpulan pesantren di Jember, Fuad Akhsan, melalui sekretarisnya, Ahmad Danial menjelaskan, konsep asli kegiatan belajar di semua satuan pendidikan itu adalah tatap muka, tak terkecuali di pesantren. “Semisal darurat, itu bisa dilakukan dengan cara tertentu, termasuk secara daring,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seperti halnya lembaga sekolah lainnya, menurut dia, selama ini pesantren menggelar pembelajaran seperti pada umumnya. Bedanya, di lingkungan pesantren, ada beberapa ketentuan khusus. “Sebagian pesantren menerapkan prokes, memperpendek waktu pembelajaran, dan pembatasan dari luar,” tambahnya.

Kendati demikian, dia tidak memungkiri ada sejumlah pesantren yang melakukan pembelajaran tatap muka seperti sebelum ada pandemi. Hal itu dirasa lebih aman. Sebab, pesantren dengan model tersebut mewajibkan semua penduduk pesantren bermukim di lingkungan pesantren. Mereka dilarang keras keluar masuk atau pulang dari pesantren.

Dirinya juga menilai, meskipun pesantren saat ini tengah menerapkan otonomi sendiri, namun ada lembaga lain yang sebenarnya juga perlu mendapat perhatian. Karenanya, dia sangat menyayangkan jika simulasi sekolah tatap muka kemarin tertunda. “Simulasi sekolah tatap muka perlu segera dilakukan. Hal ini dipandang lebih bermaslahat daripada tidak sama sekali. Karena dunia pendidikan tidak boleh vakum,” bebernya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rencana simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) yang sempat dijadwalkan awal Maret lalu, kini harus kandas. Hal itu menyusul banyaknya pertimbangan yang harus dilakukan hingga membuat simulasi tertunda sementara waktu.

Padahal simulasi itu disebut-sebut menjadi harapan sekolah pada berbagai satuan pendidikan di Jember untuk bisa menghelat pembelajaran tatap muka. Sebab, selama ini sekolah masih banyak berjalan dengan daring. Tak terkecuali pembelajaran di pesantren.

Sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan pesantren sebenarnya memiliki otonomi tersendiri dalam menentukan kebijakan. Termasuk kebijakan pembelajaran daring ataupun luring. Ketua Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyyah (RMI) Jember, sebuah asosiasi perkumpulan pesantren di Jember, Fuad Akhsan, melalui sekretarisnya, Ahmad Danial menjelaskan, konsep asli kegiatan belajar di semua satuan pendidikan itu adalah tatap muka, tak terkecuali di pesantren. “Semisal darurat, itu bisa dilakukan dengan cara tertentu, termasuk secara daring,” terangnya.

Seperti halnya lembaga sekolah lainnya, menurut dia, selama ini pesantren menggelar pembelajaran seperti pada umumnya. Bedanya, di lingkungan pesantren, ada beberapa ketentuan khusus. “Sebagian pesantren menerapkan prokes, memperpendek waktu pembelajaran, dan pembatasan dari luar,” tambahnya.

Kendati demikian, dia tidak memungkiri ada sejumlah pesantren yang melakukan pembelajaran tatap muka seperti sebelum ada pandemi. Hal itu dirasa lebih aman. Sebab, pesantren dengan model tersebut mewajibkan semua penduduk pesantren bermukim di lingkungan pesantren. Mereka dilarang keras keluar masuk atau pulang dari pesantren.

Dirinya juga menilai, meskipun pesantren saat ini tengah menerapkan otonomi sendiri, namun ada lembaga lain yang sebenarnya juga perlu mendapat perhatian. Karenanya, dia sangat menyayangkan jika simulasi sekolah tatap muka kemarin tertunda. “Simulasi sekolah tatap muka perlu segera dilakukan. Hal ini dipandang lebih bermaslahat daripada tidak sama sekali. Karena dunia pendidikan tidak boleh vakum,” bebernya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rencana simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) yang sempat dijadwalkan awal Maret lalu, kini harus kandas. Hal itu menyusul banyaknya pertimbangan yang harus dilakukan hingga membuat simulasi tertunda sementara waktu.

Padahal simulasi itu disebut-sebut menjadi harapan sekolah pada berbagai satuan pendidikan di Jember untuk bisa menghelat pembelajaran tatap muka. Sebab, selama ini sekolah masih banyak berjalan dengan daring. Tak terkecuali pembelajaran di pesantren.

Sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan pesantren sebenarnya memiliki otonomi tersendiri dalam menentukan kebijakan. Termasuk kebijakan pembelajaran daring ataupun luring. Ketua Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyyah (RMI) Jember, sebuah asosiasi perkumpulan pesantren di Jember, Fuad Akhsan, melalui sekretarisnya, Ahmad Danial menjelaskan, konsep asli kegiatan belajar di semua satuan pendidikan itu adalah tatap muka, tak terkecuali di pesantren. “Semisal darurat, itu bisa dilakukan dengan cara tertentu, termasuk secara daring,” terangnya.

Seperti halnya lembaga sekolah lainnya, menurut dia, selama ini pesantren menggelar pembelajaran seperti pada umumnya. Bedanya, di lingkungan pesantren, ada beberapa ketentuan khusus. “Sebagian pesantren menerapkan prokes, memperpendek waktu pembelajaran, dan pembatasan dari luar,” tambahnya.

Kendati demikian, dia tidak memungkiri ada sejumlah pesantren yang melakukan pembelajaran tatap muka seperti sebelum ada pandemi. Hal itu dirasa lebih aman. Sebab, pesantren dengan model tersebut mewajibkan semua penduduk pesantren bermukim di lingkungan pesantren. Mereka dilarang keras keluar masuk atau pulang dari pesantren.

Dirinya juga menilai, meskipun pesantren saat ini tengah menerapkan otonomi sendiri, namun ada lembaga lain yang sebenarnya juga perlu mendapat perhatian. Karenanya, dia sangat menyayangkan jika simulasi sekolah tatap muka kemarin tertunda. “Simulasi sekolah tatap muka perlu segera dilakukan. Hal ini dipandang lebih bermaslahat daripada tidak sama sekali. Karena dunia pendidikan tidak boleh vakum,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/