alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

SDN Sidomulyo 08 Bakal Ditutup

Gedung Diambil Alih, Siswa Tinggal Tujuh

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jumlah sekolah dasar negeri (SDN) yang ditutup bakal bertambah lagi. Setelah sebelumnya pemerintah daerah menutup dua lembaga, SDN Suci 04, Kecamatan Panti, dan SDN Bagon 02, Kecamatan Puger, kali ini SDN Sidomulyo 08, Kecamatan Silo, bakal menyusul. Sekolah yang ada di perbatasan Jember-Banyuwangi ini juga bakal ditutup oleh pemerintah.

Hal ini karena gedung sekolah yang merupakan rumah dinas karyawan akan diambil alih oleh pemiliknya, yakni Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Nasib SDN Sidomulyo 08 tersebut berada di ujung tanduk. Selain itu, pada tahun ajaran baru 2020 mendatang, sekolah ini tak lagi menerima siswa baru akibat rencana penutupan tersebut.

Selama ini, kondisi SDN Sidomulyo 08 memang cukup memprihatinkan. Lembaga itu tak memiliki gedung sendiri. Siswa yang mengikuti proses kegiatan belajar mengajar (KBM) menempati dua rumah dinas milik Dinas Peternakan Provinsi Jawa timur. “Satu dipakai kelas dan satunya lagi untuk kantor,” ujar Zaenullah, Kepala SDN Sidomulyo 08 kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain tak memiliki gedung sendiri, jumlah siswa juga minim. Saat ini hanya ada satu kelas yang dipertahankan, yaitu kelas enam. Jumlahnya siswanya tinggal tujuh anak. “Sekolah ini ditutup menunggu kelulusan kelas enam. Jadi, pada tahun ajaran baru 2020 nanti sudah resmi ditutup,” ujar Zaenullah.

Karena hanya satu kelas, tenaga pengajar pun cuma dua orang. Yakni kepala sekolah dan guru agama. “Kami pasrah mau ditempatkan di mana setelah SDN Sidomulyo 08 ini ditutup,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jumlah sekolah dasar negeri (SDN) yang ditutup bakal bertambah lagi. Setelah sebelumnya pemerintah daerah menutup dua lembaga, SDN Suci 04, Kecamatan Panti, dan SDN Bagon 02, Kecamatan Puger, kali ini SDN Sidomulyo 08, Kecamatan Silo, bakal menyusul. Sekolah yang ada di perbatasan Jember-Banyuwangi ini juga bakal ditutup oleh pemerintah.

Hal ini karena gedung sekolah yang merupakan rumah dinas karyawan akan diambil alih oleh pemiliknya, yakni Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Nasib SDN Sidomulyo 08 tersebut berada di ujung tanduk. Selain itu, pada tahun ajaran baru 2020 mendatang, sekolah ini tak lagi menerima siswa baru akibat rencana penutupan tersebut.

Selama ini, kondisi SDN Sidomulyo 08 memang cukup memprihatinkan. Lembaga itu tak memiliki gedung sendiri. Siswa yang mengikuti proses kegiatan belajar mengajar (KBM) menempati dua rumah dinas milik Dinas Peternakan Provinsi Jawa timur. “Satu dipakai kelas dan satunya lagi untuk kantor,” ujar Zaenullah, Kepala SDN Sidomulyo 08 kepada Jawa Pos Radar Jember.

Selain tak memiliki gedung sendiri, jumlah siswa juga minim. Saat ini hanya ada satu kelas yang dipertahankan, yaitu kelas enam. Jumlahnya siswanya tinggal tujuh anak. “Sekolah ini ditutup menunggu kelulusan kelas enam. Jadi, pada tahun ajaran baru 2020 nanti sudah resmi ditutup,” ujar Zaenullah.

Karena hanya satu kelas, tenaga pengajar pun cuma dua orang. Yakni kepala sekolah dan guru agama. “Kami pasrah mau ditempatkan di mana setelah SDN Sidomulyo 08 ini ditutup,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jumlah sekolah dasar negeri (SDN) yang ditutup bakal bertambah lagi. Setelah sebelumnya pemerintah daerah menutup dua lembaga, SDN Suci 04, Kecamatan Panti, dan SDN Bagon 02, Kecamatan Puger, kali ini SDN Sidomulyo 08, Kecamatan Silo, bakal menyusul. Sekolah yang ada di perbatasan Jember-Banyuwangi ini juga bakal ditutup oleh pemerintah.

Hal ini karena gedung sekolah yang merupakan rumah dinas karyawan akan diambil alih oleh pemiliknya, yakni Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Nasib SDN Sidomulyo 08 tersebut berada di ujung tanduk. Selain itu, pada tahun ajaran baru 2020 mendatang, sekolah ini tak lagi menerima siswa baru akibat rencana penutupan tersebut.

Selama ini, kondisi SDN Sidomulyo 08 memang cukup memprihatinkan. Lembaga itu tak memiliki gedung sendiri. Siswa yang mengikuti proses kegiatan belajar mengajar (KBM) menempati dua rumah dinas milik Dinas Peternakan Provinsi Jawa timur. “Satu dipakai kelas dan satunya lagi untuk kantor,” ujar Zaenullah, Kepala SDN Sidomulyo 08 kepada Jawa Pos Radar Jember.

Selain tak memiliki gedung sendiri, jumlah siswa juga minim. Saat ini hanya ada satu kelas yang dipertahankan, yaitu kelas enam. Jumlahnya siswanya tinggal tujuh anak. “Sekolah ini ditutup menunggu kelulusan kelas enam. Jadi, pada tahun ajaran baru 2020 nanti sudah resmi ditutup,” ujar Zaenullah.

Karena hanya satu kelas, tenaga pengajar pun cuma dua orang. Yakni kepala sekolah dan guru agama. “Kami pasrah mau ditempatkan di mana setelah SDN Sidomulyo 08 ini ditutup,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/