alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Pokja Inklusif Libatkan Guru, ini Tujuannya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menginstruksikan pembentukan kelompok kerja inklusif di setiap kabupaten. Nantinya, semua sekolah harus memiliki perwakilan guru yang terlibat dalam pokja inklusi. Apakah langkah ini mengindikasikan bahwa aktivitas sekolah inklusi akan kembali diaktifkan?

Setiap perwakilan itu akan mendapat semacam pelatihan atau workshop tentang pendidikan inklusi. Sasarannya adalah seluruh lembaga pendidikan setingkat TK-SMA. “Diharapkan guru-guru yang lain juga ramah pada peserta didik yang berkebutuhan khusus,” kata salah satu guru pada sekolah inklusi di Balung, Agustin Maratus Sholeha, Kamis (11/11).

Pihaknya tak memungkiri bahwa selama ini masih ada perlakuan berbeda yang dilakukan oleh guru non-PLB pada murid berkebutuhan khusus. Misalnya, anggapan bahwa siswa berkebutuhan khusus bukan tanggung jawabnya, melainkan tanggung jawab guru PLB. “Inilah yang memperlihatkan bahwa tidak semua guru sekolah inklusi memiliki pemahaman yang sama tentang ruang yang setara dan iklusif,” lanjut dia.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tujuan dari pembentukan pokja ini supaya guru di semua sekolah memiliki pemahaman untuk memperlakukan siswa berkebutuhan khusus. Sehingga semua guru bisa ramah pada semua murid yang berkebutuhan khusus.

Hal ini sekaligus sebagai sinyal untuk sekolah-sekolah inklusi yang bakal dihidupkan kembali. “Tapi, semua itu kembali ke dinas. Dengan peluang ini bisa menghidupkan kembali sekolah inklusi yang sudah mati suri,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menginstruksikan pembentukan kelompok kerja inklusif di setiap kabupaten. Nantinya, semua sekolah harus memiliki perwakilan guru yang terlibat dalam pokja inklusi. Apakah langkah ini mengindikasikan bahwa aktivitas sekolah inklusi akan kembali diaktifkan?

Setiap perwakilan itu akan mendapat semacam pelatihan atau workshop tentang pendidikan inklusi. Sasarannya adalah seluruh lembaga pendidikan setingkat TK-SMA. “Diharapkan guru-guru yang lain juga ramah pada peserta didik yang berkebutuhan khusus,” kata salah satu guru pada sekolah inklusi di Balung, Agustin Maratus Sholeha, Kamis (11/11).

Pihaknya tak memungkiri bahwa selama ini masih ada perlakuan berbeda yang dilakukan oleh guru non-PLB pada murid berkebutuhan khusus. Misalnya, anggapan bahwa siswa berkebutuhan khusus bukan tanggung jawabnya, melainkan tanggung jawab guru PLB. “Inilah yang memperlihatkan bahwa tidak semua guru sekolah inklusi memiliki pemahaman yang sama tentang ruang yang setara dan iklusif,” lanjut dia.

Tujuan dari pembentukan pokja ini supaya guru di semua sekolah memiliki pemahaman untuk memperlakukan siswa berkebutuhan khusus. Sehingga semua guru bisa ramah pada semua murid yang berkebutuhan khusus.

Hal ini sekaligus sebagai sinyal untuk sekolah-sekolah inklusi yang bakal dihidupkan kembali. “Tapi, semua itu kembali ke dinas. Dengan peluang ini bisa menghidupkan kembali sekolah inklusi yang sudah mati suri,” ungkapnya.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menginstruksikan pembentukan kelompok kerja inklusif di setiap kabupaten. Nantinya, semua sekolah harus memiliki perwakilan guru yang terlibat dalam pokja inklusi. Apakah langkah ini mengindikasikan bahwa aktivitas sekolah inklusi akan kembali diaktifkan?

Setiap perwakilan itu akan mendapat semacam pelatihan atau workshop tentang pendidikan inklusi. Sasarannya adalah seluruh lembaga pendidikan setingkat TK-SMA. “Diharapkan guru-guru yang lain juga ramah pada peserta didik yang berkebutuhan khusus,” kata salah satu guru pada sekolah inklusi di Balung, Agustin Maratus Sholeha, Kamis (11/11).

Pihaknya tak memungkiri bahwa selama ini masih ada perlakuan berbeda yang dilakukan oleh guru non-PLB pada murid berkebutuhan khusus. Misalnya, anggapan bahwa siswa berkebutuhan khusus bukan tanggung jawabnya, melainkan tanggung jawab guru PLB. “Inilah yang memperlihatkan bahwa tidak semua guru sekolah inklusi memiliki pemahaman yang sama tentang ruang yang setara dan iklusif,” lanjut dia.

Tujuan dari pembentukan pokja ini supaya guru di semua sekolah memiliki pemahaman untuk memperlakukan siswa berkebutuhan khusus. Sehingga semua guru bisa ramah pada semua murid yang berkebutuhan khusus.

Hal ini sekaligus sebagai sinyal untuk sekolah-sekolah inklusi yang bakal dihidupkan kembali. “Tapi, semua itu kembali ke dinas. Dengan peluang ini bisa menghidupkan kembali sekolah inklusi yang sudah mati suri,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/