alexametrics
27.8 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Pendaftar Jalur Prestasi Melonjak

Tidak Lolos, Bisa Daftar Jalur Zonasi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengumuman penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahap pertama untuk jenjang SMP sudah rampung dilaksanakan. Rupanya, banyak siswa yang lebih memilih mendaftar lewat jalur prestasi. Misalnya, di SMP Negeri 7 dan SMP Negeri 2 Jember. Jumlah pendaftar di sekolah ini dua kali lipat melebihi kuota yang tersedia. Akibatnya, banyak dari mereka yang tidak lolos seleksi.

Aminah, salah satu wali murid yang anaknya tidak diterima melalui jalur prestasi, mengungkapkan, semula dia memprediksi anaknya lolos lewat jalur tersebut. Sebab, selain jago di bidang akademik dengan kerap meraih juara kelas, anaknya juga menyertakan sertifikat lomba nonakademik. “Saya pikir anak saya sudah lolos. Nyatanya tidak. Padahal sesuai persyaratan sudah memenuhi,” kata perempuan yang anaknya bersekolah di SD Muhammadiyah 1 tersebut.

Menanggapi hal itu, Zaenul Hadi, salah satu guru di SMP Negeri 2, mengatakan, hal itu bergantung pada panitia. Sebab, panitia yang menentukan tingkat tertinggi skor yang ada. Jika tidak lolos, maka mereka dapat mendaftar lagi dengan jalur zonasi yang memiliki kuota lebih banyak dibanding jalur lainnya. “Jadi, ada seleksinya. Dibandingkan lagi dengan pendaftar lainnya,” ungkap Zaenul.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Jember Nur Hamid menjelaskan, saat ini semua sekolah memiliki klasifikasi kuota yang sama. Sehingga tidak ada perbedaan yang mendasar dibandingkan dengan tahun lalu. Menurutnya, Dinas Pendidikan hanya memberi batas minimal penerimaan siswa di masing-masing jalur. Karenanya, ketika kuota untuk jalur zonasi belum lengkap, maka bisa diambilkan dari jatah jalur prestasi.

Pada PPDB kali ini, antusiasme orang tua melihat pengumuman kelulusan putra-putri mereka cukup tinggi. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, banyak orang tua yang mengantre sejak pagi di sekolah untuk melihat apakah anaknya lolos atau tidak. Padahal, pengumuman yang sama juga dibagikan secara daring. Ternyata, para orang tua merasa lebih lega jika melihat langsung di sekolah. Dan bagi yang dinyatakan lolos, mereka langsung melakukan pemberkasan dan daftar ulang.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengumuman penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahap pertama untuk jenjang SMP sudah rampung dilaksanakan. Rupanya, banyak siswa yang lebih memilih mendaftar lewat jalur prestasi. Misalnya, di SMP Negeri 7 dan SMP Negeri 2 Jember. Jumlah pendaftar di sekolah ini dua kali lipat melebihi kuota yang tersedia. Akibatnya, banyak dari mereka yang tidak lolos seleksi.

Aminah, salah satu wali murid yang anaknya tidak diterima melalui jalur prestasi, mengungkapkan, semula dia memprediksi anaknya lolos lewat jalur tersebut. Sebab, selain jago di bidang akademik dengan kerap meraih juara kelas, anaknya juga menyertakan sertifikat lomba nonakademik. “Saya pikir anak saya sudah lolos. Nyatanya tidak. Padahal sesuai persyaratan sudah memenuhi,” kata perempuan yang anaknya bersekolah di SD Muhammadiyah 1 tersebut.

Menanggapi hal itu, Zaenul Hadi, salah satu guru di SMP Negeri 2, mengatakan, hal itu bergantung pada panitia. Sebab, panitia yang menentukan tingkat tertinggi skor yang ada. Jika tidak lolos, maka mereka dapat mendaftar lagi dengan jalur zonasi yang memiliki kuota lebih banyak dibanding jalur lainnya. “Jadi, ada seleksinya. Dibandingkan lagi dengan pendaftar lainnya,” ungkap Zaenul.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Jember Nur Hamid menjelaskan, saat ini semua sekolah memiliki klasifikasi kuota yang sama. Sehingga tidak ada perbedaan yang mendasar dibandingkan dengan tahun lalu. Menurutnya, Dinas Pendidikan hanya memberi batas minimal penerimaan siswa di masing-masing jalur. Karenanya, ketika kuota untuk jalur zonasi belum lengkap, maka bisa diambilkan dari jatah jalur prestasi.

Pada PPDB kali ini, antusiasme orang tua melihat pengumuman kelulusan putra-putri mereka cukup tinggi. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, banyak orang tua yang mengantre sejak pagi di sekolah untuk melihat apakah anaknya lolos atau tidak. Padahal, pengumuman yang sama juga dibagikan secara daring. Ternyata, para orang tua merasa lebih lega jika melihat langsung di sekolah. Dan bagi yang dinyatakan lolos, mereka langsung melakukan pemberkasan dan daftar ulang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengumuman penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahap pertama untuk jenjang SMP sudah rampung dilaksanakan. Rupanya, banyak siswa yang lebih memilih mendaftar lewat jalur prestasi. Misalnya, di SMP Negeri 7 dan SMP Negeri 2 Jember. Jumlah pendaftar di sekolah ini dua kali lipat melebihi kuota yang tersedia. Akibatnya, banyak dari mereka yang tidak lolos seleksi.

Aminah, salah satu wali murid yang anaknya tidak diterima melalui jalur prestasi, mengungkapkan, semula dia memprediksi anaknya lolos lewat jalur tersebut. Sebab, selain jago di bidang akademik dengan kerap meraih juara kelas, anaknya juga menyertakan sertifikat lomba nonakademik. “Saya pikir anak saya sudah lolos. Nyatanya tidak. Padahal sesuai persyaratan sudah memenuhi,” kata perempuan yang anaknya bersekolah di SD Muhammadiyah 1 tersebut.

Menanggapi hal itu, Zaenul Hadi, salah satu guru di SMP Negeri 2, mengatakan, hal itu bergantung pada panitia. Sebab, panitia yang menentukan tingkat tertinggi skor yang ada. Jika tidak lolos, maka mereka dapat mendaftar lagi dengan jalur zonasi yang memiliki kuota lebih banyak dibanding jalur lainnya. “Jadi, ada seleksinya. Dibandingkan lagi dengan pendaftar lainnya,” ungkap Zaenul.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Jember Nur Hamid menjelaskan, saat ini semua sekolah memiliki klasifikasi kuota yang sama. Sehingga tidak ada perbedaan yang mendasar dibandingkan dengan tahun lalu. Menurutnya, Dinas Pendidikan hanya memberi batas minimal penerimaan siswa di masing-masing jalur. Karenanya, ketika kuota untuk jalur zonasi belum lengkap, maka bisa diambilkan dari jatah jalur prestasi.

Pada PPDB kali ini, antusiasme orang tua melihat pengumuman kelulusan putra-putri mereka cukup tinggi. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, banyak orang tua yang mengantre sejak pagi di sekolah untuk melihat apakah anaknya lolos atau tidak. Padahal, pengumuman yang sama juga dibagikan secara daring. Ternyata, para orang tua merasa lebih lega jika melihat langsung di sekolah. Dan bagi yang dinyatakan lolos, mereka langsung melakukan pemberkasan dan daftar ulang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/