alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Ujian Akhir Direncanakan Luring

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang pelaksanaan ujian akhir sekolah yang direncanakan pada beberapa pekan mendatang ini, sejumlah dinas terkait mulai diminta laporan progres persiapannya. Mulai dari sekolah dibawah naungan Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Provinsi di Jember, di bawah Kementerian Agama (Kemenag) Jember, dan juga Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember.

Baca Juga : Konflik Dualisme Kepma Baru MTs NU Al Badar, Ancam Kosongi Nilai Siswa

Walaupun secara tanggal tertulis belum ditetapkan, namun diprediksi, pelaksanaan ujian akhir sekolah dipastikan berdekatan dengan hari raya lebaran tahun ini. “Pelaksanaan ujian akhir sekolah, direncanakan secara luring atau tatap muka,” beber Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Sukowinarno.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Sukowinarno yang pernah menjelaskan dalam rapat hearing di Komisi D DPRD Jember, pekan kemarin mengatakan, meskipun ujian direncanakan secara tatap muka, namun urusan protokol kesehatan masih diperhatikan. Pihaknya juga mengaku sudah mengingatkan sekolah-sekolah agar tetap mempersiapkan sarana protokol kesehatan yang memadai. “Karena masih pandemi, meskipun luring, tetap menggunakan prokes,” katanya. Sebagaimana diketahui, Jember hari ini masih di level dua PPKM. Kesiapan sejumlah pihak itu dianggap sangat menentukan terhadap pelaksanaan ujian di tengah kondisi pandemi level dua ini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang pelaksanaan ujian akhir sekolah yang direncanakan pada beberapa pekan mendatang ini, sejumlah dinas terkait mulai diminta laporan progres persiapannya. Mulai dari sekolah dibawah naungan Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Provinsi di Jember, di bawah Kementerian Agama (Kemenag) Jember, dan juga Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember.

Baca Juga : Konflik Dualisme Kepma Baru MTs NU Al Badar, Ancam Kosongi Nilai Siswa

Walaupun secara tanggal tertulis belum ditetapkan, namun diprediksi, pelaksanaan ujian akhir sekolah dipastikan berdekatan dengan hari raya lebaran tahun ini. “Pelaksanaan ujian akhir sekolah, direncanakan secara luring atau tatap muka,” beber Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Sukowinarno.

Menurut Sukowinarno yang pernah menjelaskan dalam rapat hearing di Komisi D DPRD Jember, pekan kemarin mengatakan, meskipun ujian direncanakan secara tatap muka, namun urusan protokol kesehatan masih diperhatikan. Pihaknya juga mengaku sudah mengingatkan sekolah-sekolah agar tetap mempersiapkan sarana protokol kesehatan yang memadai. “Karena masih pandemi, meskipun luring, tetap menggunakan prokes,” katanya. Sebagaimana diketahui, Jember hari ini masih di level dua PPKM. Kesiapan sejumlah pihak itu dianggap sangat menentukan terhadap pelaksanaan ujian di tengah kondisi pandemi level dua ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang pelaksanaan ujian akhir sekolah yang direncanakan pada beberapa pekan mendatang ini, sejumlah dinas terkait mulai diminta laporan progres persiapannya. Mulai dari sekolah dibawah naungan Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Provinsi di Jember, di bawah Kementerian Agama (Kemenag) Jember, dan juga Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember.

Baca Juga : Konflik Dualisme Kepma Baru MTs NU Al Badar, Ancam Kosongi Nilai Siswa

Walaupun secara tanggal tertulis belum ditetapkan, namun diprediksi, pelaksanaan ujian akhir sekolah dipastikan berdekatan dengan hari raya lebaran tahun ini. “Pelaksanaan ujian akhir sekolah, direncanakan secara luring atau tatap muka,” beber Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Sukowinarno.

Menurut Sukowinarno yang pernah menjelaskan dalam rapat hearing di Komisi D DPRD Jember, pekan kemarin mengatakan, meskipun ujian direncanakan secara tatap muka, namun urusan protokol kesehatan masih diperhatikan. Pihaknya juga mengaku sudah mengingatkan sekolah-sekolah agar tetap mempersiapkan sarana protokol kesehatan yang memadai. “Karena masih pandemi, meskipun luring, tetap menggunakan prokes,” katanya. Sebagaimana diketahui, Jember hari ini masih di level dua PPKM. Kesiapan sejumlah pihak itu dianggap sangat menentukan terhadap pelaksanaan ujian di tengah kondisi pandemi level dua ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/