alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Konflik Dualisme Kepma Baru MTs NU Al Badar, Ancam Kosongi Nilai Siswa

Wali Murid Pro Kepma Lama Datangi Kemenag

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Konflik dualisme kepala madrasah (kepma) MTs NU Al Badar, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, semakin menukik. Setelah kedua pihak saling lapor polisi, siswa pun mulai terseret dan terancam menjadi tumbal kepentingan.

Baca Juga : Nekat Cicil THR, Sanksi Menunggu Perusahaan!

Kasus teranyar, Lukman Syah, Kepala MTs NU Al Badar yang baru, menerbitkan surat penting tentang jadwal ujian madrasah. Di dalamnya ada ancaman kepada siswa yang tidak ikut ujian, nilainya akan dikosongi dan ijazahnya tidak akan ditandatangani.

Mobile_AP_Rectangle 2

Gara-gara surat itu, sejumlah wali murid yang tidak pro kepada Lukman mendatangi Kementerian Agama (Kemenag) Jember. Hal itu dilakukan untuk meminta kepastian dan menjamin agar putra-putri mereka tetap bisa lulus. “Kepala madrasah yang baru itu memberikan ancaman,” terang Hadi Purwanto, salah seorang wali murid.

Para wali murid didampingi wali kelas 3 guna meminta komitmen Kemenag Jember untuk menjamin siswa yang diancam agar tetap bisa lulus. “Saya ini orang gak punya. Menyekolahkan anak tiga tahun dalam kondisi pas-pasan, masak gara-gara ini anak saya gak lulus,” tambah Hadi, panggilan akrabnya. Para wali murid meminta agar konflik dualisme kepma tidak mengorbankan siswa.

Sejumlah wali murid yang datang ke Kantor Kemenag, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, kemarin (11/4), ditemui Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Faisol Abrari. Dia mengatakan, Kemenag Jember tetap pada komitmennya, yakni menjamin kelulusan siswa MTs NU Al Badar.

“Seperti yang pernah saya katakan dulu, saya menjamin kelulusan dari masing-masing siswa keduanya (siswa yang mendukung kepsek lama ataupun baru, Red). Kalau urusan siswa, insyaallah aman,” tegasnya kepada sejumlah wali murid.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Konflik dualisme kepala madrasah (kepma) MTs NU Al Badar, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, semakin menukik. Setelah kedua pihak saling lapor polisi, siswa pun mulai terseret dan terancam menjadi tumbal kepentingan.

Baca Juga : Nekat Cicil THR, Sanksi Menunggu Perusahaan!

Kasus teranyar, Lukman Syah, Kepala MTs NU Al Badar yang baru, menerbitkan surat penting tentang jadwal ujian madrasah. Di dalamnya ada ancaman kepada siswa yang tidak ikut ujian, nilainya akan dikosongi dan ijazahnya tidak akan ditandatangani.

Gara-gara surat itu, sejumlah wali murid yang tidak pro kepada Lukman mendatangi Kementerian Agama (Kemenag) Jember. Hal itu dilakukan untuk meminta kepastian dan menjamin agar putra-putri mereka tetap bisa lulus. “Kepala madrasah yang baru itu memberikan ancaman,” terang Hadi Purwanto, salah seorang wali murid.

Para wali murid didampingi wali kelas 3 guna meminta komitmen Kemenag Jember untuk menjamin siswa yang diancam agar tetap bisa lulus. “Saya ini orang gak punya. Menyekolahkan anak tiga tahun dalam kondisi pas-pasan, masak gara-gara ini anak saya gak lulus,” tambah Hadi, panggilan akrabnya. Para wali murid meminta agar konflik dualisme kepma tidak mengorbankan siswa.

Sejumlah wali murid yang datang ke Kantor Kemenag, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, kemarin (11/4), ditemui Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Faisol Abrari. Dia mengatakan, Kemenag Jember tetap pada komitmennya, yakni menjamin kelulusan siswa MTs NU Al Badar.

“Seperti yang pernah saya katakan dulu, saya menjamin kelulusan dari masing-masing siswa keduanya (siswa yang mendukung kepsek lama ataupun baru, Red). Kalau urusan siswa, insyaallah aman,” tegasnya kepada sejumlah wali murid.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Konflik dualisme kepala madrasah (kepma) MTs NU Al Badar, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, semakin menukik. Setelah kedua pihak saling lapor polisi, siswa pun mulai terseret dan terancam menjadi tumbal kepentingan.

Baca Juga : Nekat Cicil THR, Sanksi Menunggu Perusahaan!

Kasus teranyar, Lukman Syah, Kepala MTs NU Al Badar yang baru, menerbitkan surat penting tentang jadwal ujian madrasah. Di dalamnya ada ancaman kepada siswa yang tidak ikut ujian, nilainya akan dikosongi dan ijazahnya tidak akan ditandatangani.

Gara-gara surat itu, sejumlah wali murid yang tidak pro kepada Lukman mendatangi Kementerian Agama (Kemenag) Jember. Hal itu dilakukan untuk meminta kepastian dan menjamin agar putra-putri mereka tetap bisa lulus. “Kepala madrasah yang baru itu memberikan ancaman,” terang Hadi Purwanto, salah seorang wali murid.

Para wali murid didampingi wali kelas 3 guna meminta komitmen Kemenag Jember untuk menjamin siswa yang diancam agar tetap bisa lulus. “Saya ini orang gak punya. Menyekolahkan anak tiga tahun dalam kondisi pas-pasan, masak gara-gara ini anak saya gak lulus,” tambah Hadi, panggilan akrabnya. Para wali murid meminta agar konflik dualisme kepma tidak mengorbankan siswa.

Sejumlah wali murid yang datang ke Kantor Kemenag, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, kemarin (11/4), ditemui Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Faisol Abrari. Dia mengatakan, Kemenag Jember tetap pada komitmennya, yakni menjamin kelulusan siswa MTs NU Al Badar.

“Seperti yang pernah saya katakan dulu, saya menjamin kelulusan dari masing-masing siswa keduanya (siswa yang mendukung kepsek lama ataupun baru, Red). Kalau urusan siswa, insyaallah aman,” tegasnya kepada sejumlah wali murid.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/