alexametrics
24.7 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Sekolah Daring Picu Angka Putus Sekolah, Begini Penjelasannya

Mobile_AP_Rectangle 1

“Lagi pula selama ini sekolah belum memiliki kemampuan untuk meminjamkan HP kepada siswa. Padahal mereka wajib mengikuti pembelajaran daring setiap hari dari rumah. Dan tidak ada pilihan lain kecuali anak didik berhenti sekolah,”imbuh Supriyono.

Terpisah, Endang Herawati, salah seorang wali murid asal Kecamatan Kalisat menuturkan, jika pembelajaran daring tetap digelar dan sekolah tatap muka tidak segera dimulai, maka dipastikan angka anak putus sekolah terus semakin bertambah di Indonesia. Tidak terkecuali di Kabupaten Jember.

“Jangan biarkan anak tidak lagi melanjutkan sekolah, mereka itu kan generasi penerus bangsa. Karena itu sekolah tatap muka harus kembali diadakan dan sebagai orangtua murid tentu sangat mendukung keinginan Bupati Jember Hendy Siswanto untuk mengaktifkan kembali pembelajaran di kelas,” kata Herawati.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

Reporter: Winardyasto.
Fotografer: Winardyasto.
Editor: Sholikhul Huda

- Advertisement -

“Lagi pula selama ini sekolah belum memiliki kemampuan untuk meminjamkan HP kepada siswa. Padahal mereka wajib mengikuti pembelajaran daring setiap hari dari rumah. Dan tidak ada pilihan lain kecuali anak didik berhenti sekolah,”imbuh Supriyono.

Terpisah, Endang Herawati, salah seorang wali murid asal Kecamatan Kalisat menuturkan, jika pembelajaran daring tetap digelar dan sekolah tatap muka tidak segera dimulai, maka dipastikan angka anak putus sekolah terus semakin bertambah di Indonesia. Tidak terkecuali di Kabupaten Jember.

“Jangan biarkan anak tidak lagi melanjutkan sekolah, mereka itu kan generasi penerus bangsa. Karena itu sekolah tatap muka harus kembali diadakan dan sebagai orangtua murid tentu sangat mendukung keinginan Bupati Jember Hendy Siswanto untuk mengaktifkan kembali pembelajaran di kelas,” kata Herawati.

 

Reporter: Winardyasto.
Fotografer: Winardyasto.
Editor: Sholikhul Huda

“Lagi pula selama ini sekolah belum memiliki kemampuan untuk meminjamkan HP kepada siswa. Padahal mereka wajib mengikuti pembelajaran daring setiap hari dari rumah. Dan tidak ada pilihan lain kecuali anak didik berhenti sekolah,”imbuh Supriyono.

Terpisah, Endang Herawati, salah seorang wali murid asal Kecamatan Kalisat menuturkan, jika pembelajaran daring tetap digelar dan sekolah tatap muka tidak segera dimulai, maka dipastikan angka anak putus sekolah terus semakin bertambah di Indonesia. Tidak terkecuali di Kabupaten Jember.

“Jangan biarkan anak tidak lagi melanjutkan sekolah, mereka itu kan generasi penerus bangsa. Karena itu sekolah tatap muka harus kembali diadakan dan sebagai orangtua murid tentu sangat mendukung keinginan Bupati Jember Hendy Siswanto untuk mengaktifkan kembali pembelajaran di kelas,” kata Herawati.

 

Reporter: Winardyasto.
Fotografer: Winardyasto.
Editor: Sholikhul Huda

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/