alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Keluarga Ajukan Keberatan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keluarga Vinka Aneliana, mengajukan keberatan atas pemberitaan yang dimuat Jawa Pos Radar Jember, baru-baru ini. Karena pasca tersiarnya informasi tentang dugaan praktik curang dalam ujian satuan pendidikan (USP) tingkat SMA yang dilakukan secara daring itu, berdampak terhadap Vinka. Pasca berita itu tersiar, dia menjadi sasaran pertanyaan teman-temannya. Beberapa di antaranya ada yang mengaku keberatan atas pemberitaan tersebut.

Ikhwal munculnya pemberitaan itu bermula ketika wartawan Jawa Pos Radar Jember, Dian Cahyani, berkunjung ke rumah Vinka. Dian bersama salah seorang temannya bermaksud memperbaiki kamera. Orang tua Vinka memang membuka bengkel perbaikan kamera. Di sana, Dian bertemu dengan Vinka hingga terlibat obrolan. Dalam obrolan yang berlangsung itu, Vinka menceritakan tentang proses USP yang dijalaninya.

Kata dia, soal-soalnya dikerjakan secara daring itu melalui google form. Karena dikerjakan secara daring dari rumah, maka pengawasan ujian menjadi longgar. Kondisi ini yang disebut berpotensi memunculkan adanya kecurangan oleh siswa ketika mengerjakan soal. Karena siswa bisa mengakses mesin pencari Google untuk mendapatkan jawaban.

Mobile_AP_Rectangle 2

Rupanya, setelah informasi tersebut dimuat, sejumlah pelajar banyak yang menghubungi Vinka melalui aplikasi pesan percakapan. Sebagian dari mereka ada yang memprotes dirinya. Padahal, jika di telaah secara menyeluruh, pemberitaan tersebut sebenarnya hanya berisi informasi tentang adanya indikasi atau potensi kecurangan yang terjadi. Tidak menuding pelajar tertentu, atau sekolah tertentu terkait adanya praktik lancung saat ujian tersebut.

Kamis 11 Maret, tepatnya sejak pukul 10.58, pesan yang berisi beragam pertanyaan dan komplain itu mulai diterima Vinka. Banyak teman-temannya yang mengirimkan pesan dengan kata-kata yang bernada bertanya. Sebagian ada yang menyudutkan. Bahkan, ada beberapa teman yang sampai menjauhinya.

Upaya persuasif dilakukan Jawa Pos Radar Jember. Dian Cahyani sampai mendatangi keluarganya di hari itu juga, Kamis 11 Maret. Pendekatan berlanjut di hari berikutnya, Jumat (12/3). Bahkan, Dian sampai mendampingi Vinka ketika dipanggil oleh pihak sekolah. Hanya saja, upaya ini tidak mampu merendam aksi tersebut. “Anak-anak masih memusuhi saya,” kata Vinka, Jumat (12/3).

Perkuat Peran Ortu dan Guru

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keluarga Vinka Aneliana, mengajukan keberatan atas pemberitaan yang dimuat Jawa Pos Radar Jember, baru-baru ini. Karena pasca tersiarnya informasi tentang dugaan praktik curang dalam ujian satuan pendidikan (USP) tingkat SMA yang dilakukan secara daring itu, berdampak terhadap Vinka. Pasca berita itu tersiar, dia menjadi sasaran pertanyaan teman-temannya. Beberapa di antaranya ada yang mengaku keberatan atas pemberitaan tersebut.

Ikhwal munculnya pemberitaan itu bermula ketika wartawan Jawa Pos Radar Jember, Dian Cahyani, berkunjung ke rumah Vinka. Dian bersama salah seorang temannya bermaksud memperbaiki kamera. Orang tua Vinka memang membuka bengkel perbaikan kamera. Di sana, Dian bertemu dengan Vinka hingga terlibat obrolan. Dalam obrolan yang berlangsung itu, Vinka menceritakan tentang proses USP yang dijalaninya.

Kata dia, soal-soalnya dikerjakan secara daring itu melalui google form. Karena dikerjakan secara daring dari rumah, maka pengawasan ujian menjadi longgar. Kondisi ini yang disebut berpotensi memunculkan adanya kecurangan oleh siswa ketika mengerjakan soal. Karena siswa bisa mengakses mesin pencari Google untuk mendapatkan jawaban.

Rupanya, setelah informasi tersebut dimuat, sejumlah pelajar banyak yang menghubungi Vinka melalui aplikasi pesan percakapan. Sebagian dari mereka ada yang memprotes dirinya. Padahal, jika di telaah secara menyeluruh, pemberitaan tersebut sebenarnya hanya berisi informasi tentang adanya indikasi atau potensi kecurangan yang terjadi. Tidak menuding pelajar tertentu, atau sekolah tertentu terkait adanya praktik lancung saat ujian tersebut.

Kamis 11 Maret, tepatnya sejak pukul 10.58, pesan yang berisi beragam pertanyaan dan komplain itu mulai diterima Vinka. Banyak teman-temannya yang mengirimkan pesan dengan kata-kata yang bernada bertanya. Sebagian ada yang menyudutkan. Bahkan, ada beberapa teman yang sampai menjauhinya.

Upaya persuasif dilakukan Jawa Pos Radar Jember. Dian Cahyani sampai mendatangi keluarganya di hari itu juga, Kamis 11 Maret. Pendekatan berlanjut di hari berikutnya, Jumat (12/3). Bahkan, Dian sampai mendampingi Vinka ketika dipanggil oleh pihak sekolah. Hanya saja, upaya ini tidak mampu merendam aksi tersebut. “Anak-anak masih memusuhi saya,” kata Vinka, Jumat (12/3).

Perkuat Peran Ortu dan Guru

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keluarga Vinka Aneliana, mengajukan keberatan atas pemberitaan yang dimuat Jawa Pos Radar Jember, baru-baru ini. Karena pasca tersiarnya informasi tentang dugaan praktik curang dalam ujian satuan pendidikan (USP) tingkat SMA yang dilakukan secara daring itu, berdampak terhadap Vinka. Pasca berita itu tersiar, dia menjadi sasaran pertanyaan teman-temannya. Beberapa di antaranya ada yang mengaku keberatan atas pemberitaan tersebut.

Ikhwal munculnya pemberitaan itu bermula ketika wartawan Jawa Pos Radar Jember, Dian Cahyani, berkunjung ke rumah Vinka. Dian bersama salah seorang temannya bermaksud memperbaiki kamera. Orang tua Vinka memang membuka bengkel perbaikan kamera. Di sana, Dian bertemu dengan Vinka hingga terlibat obrolan. Dalam obrolan yang berlangsung itu, Vinka menceritakan tentang proses USP yang dijalaninya.

Kata dia, soal-soalnya dikerjakan secara daring itu melalui google form. Karena dikerjakan secara daring dari rumah, maka pengawasan ujian menjadi longgar. Kondisi ini yang disebut berpotensi memunculkan adanya kecurangan oleh siswa ketika mengerjakan soal. Karena siswa bisa mengakses mesin pencari Google untuk mendapatkan jawaban.

Rupanya, setelah informasi tersebut dimuat, sejumlah pelajar banyak yang menghubungi Vinka melalui aplikasi pesan percakapan. Sebagian dari mereka ada yang memprotes dirinya. Padahal, jika di telaah secara menyeluruh, pemberitaan tersebut sebenarnya hanya berisi informasi tentang adanya indikasi atau potensi kecurangan yang terjadi. Tidak menuding pelajar tertentu, atau sekolah tertentu terkait adanya praktik lancung saat ujian tersebut.

Kamis 11 Maret, tepatnya sejak pukul 10.58, pesan yang berisi beragam pertanyaan dan komplain itu mulai diterima Vinka. Banyak teman-temannya yang mengirimkan pesan dengan kata-kata yang bernada bertanya. Sebagian ada yang menyudutkan. Bahkan, ada beberapa teman yang sampai menjauhinya.

Upaya persuasif dilakukan Jawa Pos Radar Jember. Dian Cahyani sampai mendatangi keluarganya di hari itu juga, Kamis 11 Maret. Pendekatan berlanjut di hari berikutnya, Jumat (12/3). Bahkan, Dian sampai mendampingi Vinka ketika dipanggil oleh pihak sekolah. Hanya saja, upaya ini tidak mampu merendam aksi tersebut. “Anak-anak masih memusuhi saya,” kata Vinka, Jumat (12/3).

Perkuat Peran Ortu dan Guru

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/