alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Polije Gelar Workshop Peningkatan Kemampuan Vokasional

Untuk Tingkatkan Kompetensi Dosen Muda

Mobile_AP_Rectangle 1

SDM yang kompeten akan dihasilkan oleh suatu proses pembelajaran salah satunya harus di ampu dan dibimbing oleh Dosen yang kompeten juga. Workshop bagi Dosen muda ini sangat strategis untuk proses mengenalkan serta meningkatkan pemahaman dan kemampuan akan standar-standar vokasional yang tentunya sangat berbeda dengan pembelajaran dalam PT akademik.

Masih menurut dia, Polije sudah mengembangkan Teaching Factory (TEFA) sebagai salah satu bentuk model pembelajaran vokasional/Terapan yang memiliki dua fungsi sekaligus (pembelajaran dan produksi secara bisnis) dengan mengkombinasikan sains dan Teknologi Informasi secara paralel. TEFA sangat strategis untuk mengasah kompetensi yang linier dengan industri, karena Polije Polije mengembangkannya sesuai dengan standar industri.

Selama dua hari peserta workshop akan mendapatkan materi meliputi : implementasi pembelajaran vokasional secara terpadu di Polije, penerapan TEFA untuk mendukung pembelajaran vokasi, perangkat ajar pembelajaran vokasional, peningkatan jenjang karir Dosen, Link and Match dalam pembelajaran vokasi serta penelitian dan pengabdian terapan untuk mendukung penguatan vokasi bagi Dosen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebagai narasumber utama Dr.sc Zainal Nur Arifin, MT memaparkan materi Pendidikan Politeknik di Indonesia. Zainal Nur Arifin yang mewakili Direktur Pembelajaran Ditjen Belmawa, mengupas sejarah, peran dan kedudukan strategis keberadaan Politeknik di era berkembangnya industrialisasi yang membutuhkan SDM yang kompeten yang mampu mengisi kebutuhan SDM yang dibutuhkan.

- Advertisement -

SDM yang kompeten akan dihasilkan oleh suatu proses pembelajaran salah satunya harus di ampu dan dibimbing oleh Dosen yang kompeten juga. Workshop bagi Dosen muda ini sangat strategis untuk proses mengenalkan serta meningkatkan pemahaman dan kemampuan akan standar-standar vokasional yang tentunya sangat berbeda dengan pembelajaran dalam PT akademik.

Masih menurut dia, Polije sudah mengembangkan Teaching Factory (TEFA) sebagai salah satu bentuk model pembelajaran vokasional/Terapan yang memiliki dua fungsi sekaligus (pembelajaran dan produksi secara bisnis) dengan mengkombinasikan sains dan Teknologi Informasi secara paralel. TEFA sangat strategis untuk mengasah kompetensi yang linier dengan industri, karena Polije Polije mengembangkannya sesuai dengan standar industri.

Selama dua hari peserta workshop akan mendapatkan materi meliputi : implementasi pembelajaran vokasional secara terpadu di Polije, penerapan TEFA untuk mendukung pembelajaran vokasi, perangkat ajar pembelajaran vokasional, peningkatan jenjang karir Dosen, Link and Match dalam pembelajaran vokasi serta penelitian dan pengabdian terapan untuk mendukung penguatan vokasi bagi Dosen.

Sebagai narasumber utama Dr.sc Zainal Nur Arifin, MT memaparkan materi Pendidikan Politeknik di Indonesia. Zainal Nur Arifin yang mewakili Direktur Pembelajaran Ditjen Belmawa, mengupas sejarah, peran dan kedudukan strategis keberadaan Politeknik di era berkembangnya industrialisasi yang membutuhkan SDM yang kompeten yang mampu mengisi kebutuhan SDM yang dibutuhkan.

SDM yang kompeten akan dihasilkan oleh suatu proses pembelajaran salah satunya harus di ampu dan dibimbing oleh Dosen yang kompeten juga. Workshop bagi Dosen muda ini sangat strategis untuk proses mengenalkan serta meningkatkan pemahaman dan kemampuan akan standar-standar vokasional yang tentunya sangat berbeda dengan pembelajaran dalam PT akademik.

Masih menurut dia, Polije sudah mengembangkan Teaching Factory (TEFA) sebagai salah satu bentuk model pembelajaran vokasional/Terapan yang memiliki dua fungsi sekaligus (pembelajaran dan produksi secara bisnis) dengan mengkombinasikan sains dan Teknologi Informasi secara paralel. TEFA sangat strategis untuk mengasah kompetensi yang linier dengan industri, karena Polije Polije mengembangkannya sesuai dengan standar industri.

Selama dua hari peserta workshop akan mendapatkan materi meliputi : implementasi pembelajaran vokasional secara terpadu di Polije, penerapan TEFA untuk mendukung pembelajaran vokasi, perangkat ajar pembelajaran vokasional, peningkatan jenjang karir Dosen, Link and Match dalam pembelajaran vokasi serta penelitian dan pengabdian terapan untuk mendukung penguatan vokasi bagi Dosen.

Sebagai narasumber utama Dr.sc Zainal Nur Arifin, MT memaparkan materi Pendidikan Politeknik di Indonesia. Zainal Nur Arifin yang mewakili Direktur Pembelajaran Ditjen Belmawa, mengupas sejarah, peran dan kedudukan strategis keberadaan Politeknik di era berkembangnya industrialisasi yang membutuhkan SDM yang kompeten yang mampu mengisi kebutuhan SDM yang dibutuhkan.

Previous articlePohon Tumbang, Jalan Macet
Next articleGangga Risma

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/