alexametrics
27.2 C
Jember
Wednesday, 17 August 2022

Pandemi Melandai, Sekolah Tatap Muka di Jember Bebas Tanpa Syarat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Momen dua tahun sebelum korona sangat dirindukan oleh seluruh siswa. Aktivitas belajar mengajar langsung diinginkan banyak pihak agar bisa berlangsung secara tatap muka seperti sebelum pandemi menerpa.

Efektivitas belajar mengajar secara daring selama dua tahun terakhir diakui berbagai pihak banyak kekurangannya. Misalnya, anak kurang disiplin, siswa dan guru kurang akrab bahkan tak kenal, dan tak sedikit yang sempai lupa cara membaca. Nah, harapan agar mengenyam pendidikan dengan duduk di bangku sekolah atau tempat kuliah sepertinya menjadi harapan bersama.

Seperti diketahui, seluruh aktivitas pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA dilaksanakan secara daring karena pandemi korona. Bahkan, pelaksanaan perkuliahan di seluruh kampus juga demikian. Daring menjadi alternatif yang saat itu dipilih untuk melangsungkan kegiatan belajar mengajar.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: SMPN 1 Mayang Belajar Jurnalistik

Di tengah melandainya penularan korona, kabar baik pun datang dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, selalu pemangku kebijakan pendidikan dasar. Bahwa, tahun ajaran 2022/2023, seluruh lembaga pendidikan dasar di Jember akan dilaksanakan secara offline. Hal itu tentu bersamaan dengan meredanya pandemi korona di kehidupan masyarakat Jember.

Plt Kepala Dispendik Jember Sukowinarno, mengatakan, tahun ajaran baru akan dilaksanakan secara serentak. Mulai dari PAUD hingga SMP. Pada tanggal 18 Juli 2022, masing-masing sekolah harus melaksanakan masa perkenalan lingkungan sekolah (MPLS) terhadap siswa. “Tahun ajaran baru, semua sekolah sudah offline penuh,” katanya.

Begitu pula dengan SMA/SMK se-Jember, tahun ajaran baru juga jatuh pada tanggal 18 Juli 2022. Hal itu sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Yaitu tentang kalender pendidikan satuan pendidikan di Provinsi Jatim tahun ajaran 2022/2023. Dengan begitu, semua sekolah diharapkan kembali seperti biasanya, sebelum ada korona.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Momen dua tahun sebelum korona sangat dirindukan oleh seluruh siswa. Aktivitas belajar mengajar langsung diinginkan banyak pihak agar bisa berlangsung secara tatap muka seperti sebelum pandemi menerpa.

Efektivitas belajar mengajar secara daring selama dua tahun terakhir diakui berbagai pihak banyak kekurangannya. Misalnya, anak kurang disiplin, siswa dan guru kurang akrab bahkan tak kenal, dan tak sedikit yang sempai lupa cara membaca. Nah, harapan agar mengenyam pendidikan dengan duduk di bangku sekolah atau tempat kuliah sepertinya menjadi harapan bersama.

Seperti diketahui, seluruh aktivitas pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA dilaksanakan secara daring karena pandemi korona. Bahkan, pelaksanaan perkuliahan di seluruh kampus juga demikian. Daring menjadi alternatif yang saat itu dipilih untuk melangsungkan kegiatan belajar mengajar.

BACA JUGA: SMPN 1 Mayang Belajar Jurnalistik

Di tengah melandainya penularan korona, kabar baik pun datang dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, selalu pemangku kebijakan pendidikan dasar. Bahwa, tahun ajaran 2022/2023, seluruh lembaga pendidikan dasar di Jember akan dilaksanakan secara offline. Hal itu tentu bersamaan dengan meredanya pandemi korona di kehidupan masyarakat Jember.

Plt Kepala Dispendik Jember Sukowinarno, mengatakan, tahun ajaran baru akan dilaksanakan secara serentak. Mulai dari PAUD hingga SMP. Pada tanggal 18 Juli 2022, masing-masing sekolah harus melaksanakan masa perkenalan lingkungan sekolah (MPLS) terhadap siswa. “Tahun ajaran baru, semua sekolah sudah offline penuh,” katanya.

Begitu pula dengan SMA/SMK se-Jember, tahun ajaran baru juga jatuh pada tanggal 18 Juli 2022. Hal itu sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Yaitu tentang kalender pendidikan satuan pendidikan di Provinsi Jatim tahun ajaran 2022/2023. Dengan begitu, semua sekolah diharapkan kembali seperti biasanya, sebelum ada korona.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Momen dua tahun sebelum korona sangat dirindukan oleh seluruh siswa. Aktivitas belajar mengajar langsung diinginkan banyak pihak agar bisa berlangsung secara tatap muka seperti sebelum pandemi menerpa.

Efektivitas belajar mengajar secara daring selama dua tahun terakhir diakui berbagai pihak banyak kekurangannya. Misalnya, anak kurang disiplin, siswa dan guru kurang akrab bahkan tak kenal, dan tak sedikit yang sempai lupa cara membaca. Nah, harapan agar mengenyam pendidikan dengan duduk di bangku sekolah atau tempat kuliah sepertinya menjadi harapan bersama.

Seperti diketahui, seluruh aktivitas pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA dilaksanakan secara daring karena pandemi korona. Bahkan, pelaksanaan perkuliahan di seluruh kampus juga demikian. Daring menjadi alternatif yang saat itu dipilih untuk melangsungkan kegiatan belajar mengajar.

BACA JUGA: SMPN 1 Mayang Belajar Jurnalistik

Di tengah melandainya penularan korona, kabar baik pun datang dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, selalu pemangku kebijakan pendidikan dasar. Bahwa, tahun ajaran 2022/2023, seluruh lembaga pendidikan dasar di Jember akan dilaksanakan secara offline. Hal itu tentu bersamaan dengan meredanya pandemi korona di kehidupan masyarakat Jember.

Plt Kepala Dispendik Jember Sukowinarno, mengatakan, tahun ajaran baru akan dilaksanakan secara serentak. Mulai dari PAUD hingga SMP. Pada tanggal 18 Juli 2022, masing-masing sekolah harus melaksanakan masa perkenalan lingkungan sekolah (MPLS) terhadap siswa. “Tahun ajaran baru, semua sekolah sudah offline penuh,” katanya.

Begitu pula dengan SMA/SMK se-Jember, tahun ajaran baru juga jatuh pada tanggal 18 Juli 2022. Hal itu sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Yaitu tentang kalender pendidikan satuan pendidikan di Provinsi Jatim tahun ajaran 2022/2023. Dengan begitu, semua sekolah diharapkan kembali seperti biasanya, sebelum ada korona.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/