Berbasis CBT, Tidak ada Titipan

Seleksi Ketat  Ujian Calon Mahasiswa Baru Madin Pascsarjana IAIN Jember

PERSIAPAN UJIAN BEASISWA MADIN: Tim Panitia memantau perkembangan pendaftaran calon mahasiswa Pascasarjana Prodi PAI bagi guru Madin di ruang Direktur Pascasarjana IAIN Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rektor IAIN Jember Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE, MM menegaskan bahwa tidak ada istilah “titipan” dalam seleksi mahasiswa baru program beasiswa peningkatan kualifikasi akademik S2/pascasarjana program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi guru Madrasah Diniyah (madin) kerja sama Pemerinah Provinsi Jawa Timur dan Pascasarjana IAIN Jember. Salah satu yang menentukan hasil seleksi adalah sistem tes berbasis komputer atau yang dikenal dengan CBT (Computer Based Test).

IKLAN

Menurut Prof. Babun, pendaftar mahasiswa Madin untuk tahun 2019 ini terbanyak se Jawa Timur,  mencapai 332 peserta yang tersebar di 21 kabupaten/ kota di Jawa Timur. Panitia akan melakukan seleksi ketat terhadap peserta yang mendaftar melalui ujian yang akan dilaksanakan Kamis, 11 Juli 2019. “Tim panitia Pascasarjana IAIN Jember akan bertindak profesional, tidak ada istilah titipan dalam seleksi mahasiswa S2 Madin,” tegas Prof Babun.

Pelaksanaan tes dengan sistem CBT ini meliputi tes Pendidikan Agama Islam, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Tes Potensi Akademik (TPA), dan Tes Internal yang dilaksanakan Pascasarjana IAIN Jember. Seluruh peserta yang memenuhi persyaratan berkas, berhak mengikuti ujian tersebut. Tim Pascasarjana akan melakukan seleksi ketat sehingga terpilih secara passing great 30 peserta terbaik untuk selanjutnya di kirimkan ke Pemprov untuk seleksi tahap berikutnya, yakni tes kitab Fathul Mu’in yang akan dilaksanakan 27-28 Juli 2019.  “Nanti, Pascasarjana IAIN Jember mendapatkan 20 peserta yang berhasil masuk sebagai mahasiswa baru program beasiswa S2 Madin. Keduapuluh mahasiswa inilah yang nantinya dipandang memenuhi kelayakan akademik menempuh program magister prodi PAI di Pascasarjana IAIN Jember,” ujarnya.

Kerjasama  Pemerintah Propinsi Jawa Timur dengan Pascasarjana IAIN Jember ini merupakan bentuk komitmen IAIN Jember untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas mahasiswa dari berbagai program studi yang ada di Kampus Mangli.  Peningkatan kualitas ini sejalan dengan semangat IAIN Jember untuk meraih akreditasi A untuk tingkat institusi pada tahun 2020 mendatang. “Kerjasama dalam bentuk beasiswa Madin dengan seleksi ketat ini merupakan ikhtiar kami untuk meningkatkan kualitas mahasiswa yang juga sebagai kontribusi IAIN Jember dalam menyiapkan sumber daya pendidikan yang berkualitas,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana IAIN Jember Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, MA menyatakan sangat bersyukur dengan banyaknya pendaftar pada program tersebut. Hal ini menunjukkan minat yang tinggi dari masyarakat di Jawa Timur untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan memilih Pascasarjana IAIN Jember. Hingga Rabu siang (10/06/2019), jumlah pendaftar yang melakukan finalisasi online sebanyak 198 calon mahasiswa.  Sebelumnya, berdasarkan jumlah pendaftar yang masuk tercatat sebanyak 332 calon mahasiswa. Dari jumlah itu, yang mendaftarkan sebanyak 330 orang. “Setelah verifikasi  berkas, ada 198 calon yang lolos seleksi dan berhak mengikuti ujian pada Kamis, 11 Juli 2019.  Dalam ujian nanti akan diseleksi menjadi 30 terbaik. Sebanyak 30 terbaik akan dites lagi pada tanggal 27-28 Juli, dan hanya 20 calon mahasiswa yang nantinya dinyatakan lulus sebagai calon mahasiswa Pascasarjana IAIN Jember, “ katanya.

Dikatakan, ketatnya persaingan ini sekaligus menunjukkan dinamika yang semakin kompetitif dalam meraih keilmuan di perguruan tinggi. Hal ini dibuktikan dengan sebaran pendaftar dari 21 kabupaten/ kota di Jawa Timur yang memilih program S2 Madin di Pascsarjana IAIN Jember. “Selain umur maksimal 45 tahun yang terhitung per Juli 2019, peserta yang mendaftar wajib ber-KTP Jawa Timur. Wilayah domisili ini penting, karena kalau nanti ada yang berasal dari Jawa Timur akan ditolak atau dibatalkan,” tegasnya.

Untuk itu, panitia juga ketat didalam melakukan seleksi terhadap peserta dalam batas waktu akhir penyelesaian berkas dan finalisasi pendaftaran online. Peserta diberikan kesempatan untuk melakukan finalisasi pendaftaran online dan pengumpulan berkas pendaftaran hingga Rabu, 10 Juli 2019 pada pukul 12.00 WIB. Untuk seleksi berkas, diantaranya  KTP harus berpenduduk Jawa Timur, batas usia, dan surat rekomendasi dari Yayasan Pendidikan atau Pondok Pesantren yang menyatakan status guru madin sebagai pendaftar program beasiswa tersebut.  “Jika melewati batas akhir tersebut, secara otomatis sistem yang secara online akan menolak,” katanya.

Reporter :

Fotografer :

Editor :