alexametrics
27.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

SMA Mulai Sekolah Luring 12 Juli

Masih Tahap Perencanaan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah kepastian pembelajaran tatap muka (PTM) jenjang SD dan SMP yang akan dimulai pada Senin (14/6) mendatang, kini tinggal jenjang SMA yang menunggu giliran. Jika tak ada perubahan rencana, agenda PTM siswa SMA akan dimulai pada 12 Juli mendatang.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember Mahrus Syamsul mengungkapkan bahwa untuk tingkat SMA dan sederajat, PTM akan dimulai pada 12 Juli. Namun, mekanismenya masih belum dibuat. Sebab, informasi terbaru, ada instruksi dari pemerintah jika PTM seyogianya dilakukan dengan skema 25 persen dari jumlah normal.

“Kami sudah buat drafnya. Dengan skema 50 persen masuk, tapi surat edaran terbaru imbauannya hanya 25 persen,” kata Mahrus, Kamis (11/6) kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jika dilaksanakan dengan mekanisme 50 persen, maka panjang waktu tatap muka terhitung lima jam. Diupayakan pada pukul 11.00 WIB siswa telah menyelesaikan aktivitas pembelajaran. “Kami menghindari kerumunan. Jadi, kalau bisa siswa salat di rumahnya masing-masing, bukan di sekolah,” imbuh Mahrus.

Namun, jika pembelajaran dilakukan selama 25 persen, maka estimasi waktu untuk PTM hanya dua jam. Yang pasti, lanjut Mahrus, sebelum resmi diberlakukan PTM, nantinya sekolah-sekolah harus melalui tahap simulasi. “Tapi belum, drafnya kan belum jadi. Masih nunggu kepala dinas,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Seksi SMA/SMK Dinas Pendidikan Jawa Timur Cabang Jember Rosyid Altaf mengungkapkan bahwa semua sekolah tengah mempersiapkan untuk itu. Jika beberapa wali murid belum menyetujui adanya pembelajaran tatap muka, maka tidak ada paksaan untuk melakukan PTM secepatnya. “Kalau orang tua menginginkan tidak masuk, ya monggo,” kata Rosyid.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah kepastian pembelajaran tatap muka (PTM) jenjang SD dan SMP yang akan dimulai pada Senin (14/6) mendatang, kini tinggal jenjang SMA yang menunggu giliran. Jika tak ada perubahan rencana, agenda PTM siswa SMA akan dimulai pada 12 Juli mendatang.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember Mahrus Syamsul mengungkapkan bahwa untuk tingkat SMA dan sederajat, PTM akan dimulai pada 12 Juli. Namun, mekanismenya masih belum dibuat. Sebab, informasi terbaru, ada instruksi dari pemerintah jika PTM seyogianya dilakukan dengan skema 25 persen dari jumlah normal.

“Kami sudah buat drafnya. Dengan skema 50 persen masuk, tapi surat edaran terbaru imbauannya hanya 25 persen,” kata Mahrus, Kamis (11/6) kemarin.

Jika dilaksanakan dengan mekanisme 50 persen, maka panjang waktu tatap muka terhitung lima jam. Diupayakan pada pukul 11.00 WIB siswa telah menyelesaikan aktivitas pembelajaran. “Kami menghindari kerumunan. Jadi, kalau bisa siswa salat di rumahnya masing-masing, bukan di sekolah,” imbuh Mahrus.

Namun, jika pembelajaran dilakukan selama 25 persen, maka estimasi waktu untuk PTM hanya dua jam. Yang pasti, lanjut Mahrus, sebelum resmi diberlakukan PTM, nantinya sekolah-sekolah harus melalui tahap simulasi. “Tapi belum, drafnya kan belum jadi. Masih nunggu kepala dinas,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Seksi SMA/SMK Dinas Pendidikan Jawa Timur Cabang Jember Rosyid Altaf mengungkapkan bahwa semua sekolah tengah mempersiapkan untuk itu. Jika beberapa wali murid belum menyetujui adanya pembelajaran tatap muka, maka tidak ada paksaan untuk melakukan PTM secepatnya. “Kalau orang tua menginginkan tidak masuk, ya monggo,” kata Rosyid.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah kepastian pembelajaran tatap muka (PTM) jenjang SD dan SMP yang akan dimulai pada Senin (14/6) mendatang, kini tinggal jenjang SMA yang menunggu giliran. Jika tak ada perubahan rencana, agenda PTM siswa SMA akan dimulai pada 12 Juli mendatang.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember Mahrus Syamsul mengungkapkan bahwa untuk tingkat SMA dan sederajat, PTM akan dimulai pada 12 Juli. Namun, mekanismenya masih belum dibuat. Sebab, informasi terbaru, ada instruksi dari pemerintah jika PTM seyogianya dilakukan dengan skema 25 persen dari jumlah normal.

“Kami sudah buat drafnya. Dengan skema 50 persen masuk, tapi surat edaran terbaru imbauannya hanya 25 persen,” kata Mahrus, Kamis (11/6) kemarin.

Jika dilaksanakan dengan mekanisme 50 persen, maka panjang waktu tatap muka terhitung lima jam. Diupayakan pada pukul 11.00 WIB siswa telah menyelesaikan aktivitas pembelajaran. “Kami menghindari kerumunan. Jadi, kalau bisa siswa salat di rumahnya masing-masing, bukan di sekolah,” imbuh Mahrus.

Namun, jika pembelajaran dilakukan selama 25 persen, maka estimasi waktu untuk PTM hanya dua jam. Yang pasti, lanjut Mahrus, sebelum resmi diberlakukan PTM, nantinya sekolah-sekolah harus melalui tahap simulasi. “Tapi belum, drafnya kan belum jadi. Masih nunggu kepala dinas,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Seksi SMA/SMK Dinas Pendidikan Jawa Timur Cabang Jember Rosyid Altaf mengungkapkan bahwa semua sekolah tengah mempersiapkan untuk itu. Jika beberapa wali murid belum menyetujui adanya pembelajaran tatap muka, maka tidak ada paksaan untuk melakukan PTM secepatnya. “Kalau orang tua menginginkan tidak masuk, ya monggo,” kata Rosyid.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/