alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Yakin SMA Negeri Masih Favorit?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dampak pandemi ini membuat tren penerimaan siswa baru di sekolah negeri mengalami penurunan. Umumnya terjadi pada jenjang SMP negeri yang terletak di pinggiran. Banyak orang tua menilai, selama pagebluk berlangsung, anak mereka jarang mendapat pelajaran. Berbeda dengan sekolah di pesantren. Apakah kondisi ini juga terjadi pada level SMA?

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember Mahrus Syamsul meyakini, tren penerimaan siswa pada jenjang SMA akan bergerak stabil. Indikasi ini bisa dilihat dari laporan harian yang ia terima. “Saya yakin tidak ada tren penurunan. SMA negeri masih jadi sekolah favorit,” katanya.

Sementara itu, untuk beberapa sekolah yang letaknya di pinggiran, Mahrus belum dapat menyimpulkan. Musababnya, penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA hingga kini masih terus berjalan. Sehingga belum dapat diperbandingkan dengan tahun lalu apakah jumlah siswa yang mendaftar di SMA negeri meningkat atau justru menurun. “Karena saat ini masih tahap satu. Sehingga belum bisa dibandingkan dengan tahun lalu,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hingga saat ini, PPDB SMA masih dibuka tahap pertama. Ada serangkaian tahapan yang harus dilewati oleh calon siswa. Meski begitu, Mahrus mengakui, memang ada tren penurunan jumlah pendaftar di SMA negeri. Namun, bukan di Jember. Melainkan di kabupaten lain. Salah satunya di Madura.

Di sana, dia mengungkapkan, orang tua menganggap jika anaknya sekolah di lembaga pendidikan umum, maka produktivitasnya tidak maksimal. Berbeda jika mereka menempuh pendidikan di lembaga pesantren. “Di sana orang tua menganggap, jika disekolahkan di tempat umum, anaknya tidak diajar. Padahal ya diajar. Apalagi selama pandemi ini,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dampak pandemi ini membuat tren penerimaan siswa baru di sekolah negeri mengalami penurunan. Umumnya terjadi pada jenjang SMP negeri yang terletak di pinggiran. Banyak orang tua menilai, selama pagebluk berlangsung, anak mereka jarang mendapat pelajaran. Berbeda dengan sekolah di pesantren. Apakah kondisi ini juga terjadi pada level SMA?

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember Mahrus Syamsul meyakini, tren penerimaan siswa pada jenjang SMA akan bergerak stabil. Indikasi ini bisa dilihat dari laporan harian yang ia terima. “Saya yakin tidak ada tren penurunan. SMA negeri masih jadi sekolah favorit,” katanya.

Sementara itu, untuk beberapa sekolah yang letaknya di pinggiran, Mahrus belum dapat menyimpulkan. Musababnya, penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA hingga kini masih terus berjalan. Sehingga belum dapat diperbandingkan dengan tahun lalu apakah jumlah siswa yang mendaftar di SMA negeri meningkat atau justru menurun. “Karena saat ini masih tahap satu. Sehingga belum bisa dibandingkan dengan tahun lalu,” ungkapnya.

Hingga saat ini, PPDB SMA masih dibuka tahap pertama. Ada serangkaian tahapan yang harus dilewati oleh calon siswa. Meski begitu, Mahrus mengakui, memang ada tren penurunan jumlah pendaftar di SMA negeri. Namun, bukan di Jember. Melainkan di kabupaten lain. Salah satunya di Madura.

Di sana, dia mengungkapkan, orang tua menganggap jika anaknya sekolah di lembaga pendidikan umum, maka produktivitasnya tidak maksimal. Berbeda jika mereka menempuh pendidikan di lembaga pesantren. “Di sana orang tua menganggap, jika disekolahkan di tempat umum, anaknya tidak diajar. Padahal ya diajar. Apalagi selama pandemi ini,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dampak pandemi ini membuat tren penerimaan siswa baru di sekolah negeri mengalami penurunan. Umumnya terjadi pada jenjang SMP negeri yang terletak di pinggiran. Banyak orang tua menilai, selama pagebluk berlangsung, anak mereka jarang mendapat pelajaran. Berbeda dengan sekolah di pesantren. Apakah kondisi ini juga terjadi pada level SMA?

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember Mahrus Syamsul meyakini, tren penerimaan siswa pada jenjang SMA akan bergerak stabil. Indikasi ini bisa dilihat dari laporan harian yang ia terima. “Saya yakin tidak ada tren penurunan. SMA negeri masih jadi sekolah favorit,” katanya.

Sementara itu, untuk beberapa sekolah yang letaknya di pinggiran, Mahrus belum dapat menyimpulkan. Musababnya, penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA hingga kini masih terus berjalan. Sehingga belum dapat diperbandingkan dengan tahun lalu apakah jumlah siswa yang mendaftar di SMA negeri meningkat atau justru menurun. “Karena saat ini masih tahap satu. Sehingga belum bisa dibandingkan dengan tahun lalu,” ungkapnya.

Hingga saat ini, PPDB SMA masih dibuka tahap pertama. Ada serangkaian tahapan yang harus dilewati oleh calon siswa. Meski begitu, Mahrus mengakui, memang ada tren penurunan jumlah pendaftar di SMA negeri. Namun, bukan di Jember. Melainkan di kabupaten lain. Salah satunya di Madura.

Di sana, dia mengungkapkan, orang tua menganggap jika anaknya sekolah di lembaga pendidikan umum, maka produktivitasnya tidak maksimal. Berbeda jika mereka menempuh pendidikan di lembaga pesantren. “Di sana orang tua menganggap, jika disekolahkan di tempat umum, anaknya tidak diajar. Padahal ya diajar. Apalagi selama pandemi ini,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/