alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Resah Akibat Surat Edaran Kepala MTs, Wali Murid Geruduk Kemenag Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sejumlah siswa dan wali murid yang didampingi wali kelas MTs NU Al Badar Rambipuji, menggeruduk kantor Kementrian Agama (Kemenag) Jember, hari ini (11/4). Mereka menuntut kejelasan nasib putra putrinya yang bersekolah di madrasah itu, menyusul belum ada titik temu konflik dualisme kepemimpinan MTs yang berdampak terhadap siswa.

Para wali murid Badar mendatangi kantor Kemenag karena merasa anaknya terancam tidak lulus sekolah. Hal ini terjadi setelah mereka mengetahui ada surat edaran dari kepala madrasah baru mengenai penandatanganan ijazah siswa yang ikut ujian kepala madrasah lama. “Kepala sekolah yang baru itu memberikan ancaman. Bagi yang tidak ikut ujian di Mangaran ijazahnya palsu,” terang Hadi Purwanto, wali murid MTs NU Al Badar.

Mereka yang juga didampingi oleh Wali kelas 3 MTs, meminta komitmen Kemenag Jember agar menjamin keamanan siswa yang diancam tidak lulus. “Saya ini orang tidak punya. Menyekolahkan anak tiga tahun dalam kondisi pas-pasan. Masak gara-gara ini anak saya tidak lulus,” tambah Hadi. Dia tidak ingin usaha kerasnya sia-sia, apalagi berkaitan dengan masa depan anak.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Dualisme Kepala Madrasah Berkepanjangan

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Jember Faisol Abrari menuturkan, sejauh ini pihaknya masih berkomitmen menjamin kelulusan siswa MTs NU Al Badar yang berada di bawah dua kepemimpinan kepala sekolah. “Seperti yang pernah saya katakan dulu, saya menjamin kelulusan dari masing-masing siswa keduanya. Kalau urusan siswa, itu apa kata saya. Insyaallah aman,” jelasnya, ketika menjawab gempuran pertanyaan dari wali murid.

Sementara itu, para siswa telah melaksanakan ujian akhir yang diselenggarakan oleh kepala madrasah lama, beberapa pekan terakhir. Hanya saja, oleh kepala sekolah yang baru ujian yang diselenggarakan di luar MTS NU Al Badar dianggap tidak sah dan tidak akan mendapat tandan tangan. “Saya sudah ujian, tapi kok disuruh ujian lagi. Lalu ditanya kalau tidak ikut tidak akan lulus,” ucap Ilatul Khairiyah, siswa kelas 3 MTs NU Al Badar.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sejumlah siswa dan wali murid yang didampingi wali kelas MTs NU Al Badar Rambipuji, menggeruduk kantor Kementrian Agama (Kemenag) Jember, hari ini (11/4). Mereka menuntut kejelasan nasib putra putrinya yang bersekolah di madrasah itu, menyusul belum ada titik temu konflik dualisme kepemimpinan MTs yang berdampak terhadap siswa.

Para wali murid Badar mendatangi kantor Kemenag karena merasa anaknya terancam tidak lulus sekolah. Hal ini terjadi setelah mereka mengetahui ada surat edaran dari kepala madrasah baru mengenai penandatanganan ijazah siswa yang ikut ujian kepala madrasah lama. “Kepala sekolah yang baru itu memberikan ancaman. Bagi yang tidak ikut ujian di Mangaran ijazahnya palsu,” terang Hadi Purwanto, wali murid MTs NU Al Badar.

Mereka yang juga didampingi oleh Wali kelas 3 MTs, meminta komitmen Kemenag Jember agar menjamin keamanan siswa yang diancam tidak lulus. “Saya ini orang tidak punya. Menyekolahkan anak tiga tahun dalam kondisi pas-pasan. Masak gara-gara ini anak saya tidak lulus,” tambah Hadi. Dia tidak ingin usaha kerasnya sia-sia, apalagi berkaitan dengan masa depan anak.

BACA JUGA: Dualisme Kepala Madrasah Berkepanjangan

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Jember Faisol Abrari menuturkan, sejauh ini pihaknya masih berkomitmen menjamin kelulusan siswa MTs NU Al Badar yang berada di bawah dua kepemimpinan kepala sekolah. “Seperti yang pernah saya katakan dulu, saya menjamin kelulusan dari masing-masing siswa keduanya. Kalau urusan siswa, itu apa kata saya. Insyaallah aman,” jelasnya, ketika menjawab gempuran pertanyaan dari wali murid.

Sementara itu, para siswa telah melaksanakan ujian akhir yang diselenggarakan oleh kepala madrasah lama, beberapa pekan terakhir. Hanya saja, oleh kepala sekolah yang baru ujian yang diselenggarakan di luar MTS NU Al Badar dianggap tidak sah dan tidak akan mendapat tandan tangan. “Saya sudah ujian, tapi kok disuruh ujian lagi. Lalu ditanya kalau tidak ikut tidak akan lulus,” ucap Ilatul Khairiyah, siswa kelas 3 MTs NU Al Badar.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sejumlah siswa dan wali murid yang didampingi wali kelas MTs NU Al Badar Rambipuji, menggeruduk kantor Kementrian Agama (Kemenag) Jember, hari ini (11/4). Mereka menuntut kejelasan nasib putra putrinya yang bersekolah di madrasah itu, menyusul belum ada titik temu konflik dualisme kepemimpinan MTs yang berdampak terhadap siswa.

Para wali murid Badar mendatangi kantor Kemenag karena merasa anaknya terancam tidak lulus sekolah. Hal ini terjadi setelah mereka mengetahui ada surat edaran dari kepala madrasah baru mengenai penandatanganan ijazah siswa yang ikut ujian kepala madrasah lama. “Kepala sekolah yang baru itu memberikan ancaman. Bagi yang tidak ikut ujian di Mangaran ijazahnya palsu,” terang Hadi Purwanto, wali murid MTs NU Al Badar.

Mereka yang juga didampingi oleh Wali kelas 3 MTs, meminta komitmen Kemenag Jember agar menjamin keamanan siswa yang diancam tidak lulus. “Saya ini orang tidak punya. Menyekolahkan anak tiga tahun dalam kondisi pas-pasan. Masak gara-gara ini anak saya tidak lulus,” tambah Hadi. Dia tidak ingin usaha kerasnya sia-sia, apalagi berkaitan dengan masa depan anak.

BACA JUGA: Dualisme Kepala Madrasah Berkepanjangan

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Jember Faisol Abrari menuturkan, sejauh ini pihaknya masih berkomitmen menjamin kelulusan siswa MTs NU Al Badar yang berada di bawah dua kepemimpinan kepala sekolah. “Seperti yang pernah saya katakan dulu, saya menjamin kelulusan dari masing-masing siswa keduanya. Kalau urusan siswa, itu apa kata saya. Insyaallah aman,” jelasnya, ketika menjawab gempuran pertanyaan dari wali murid.

Sementara itu, para siswa telah melaksanakan ujian akhir yang diselenggarakan oleh kepala madrasah lama, beberapa pekan terakhir. Hanya saja, oleh kepala sekolah yang baru ujian yang diselenggarakan di luar MTS NU Al Badar dianggap tidak sah dan tidak akan mendapat tandan tangan. “Saya sudah ujian, tapi kok disuruh ujian lagi. Lalu ditanya kalau tidak ikut tidak akan lulus,” ucap Ilatul Khairiyah, siswa kelas 3 MTs NU Al Badar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/