alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Ketemu Curang, Wajib Ujian Susulan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siswa yang kedapatan melakukan aksi curang dalam mengerjakan ujian satuan pendidikan (USP) wajib mengikuti ujian susulan. Aksi lancung ujian daring itu terungkap setelah salah seorang pelajar SMA Negeri 3 Jember, Vinka Aneliana (sebelumnya tertulis Vinda Andriana), menyebut, banyak siswa yang membuka mesin pencari Google ketika mengerjakan soal ujian.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Wakil Kepala Kurikulum SMA Negeri 3 Jember Yuswita Sari menjelaskan, jika ada siswa yang terindikasi melakukan kecurangan, mereka akan mengikuti ujian susulan USP yang dijadwalkan mulai tanggal 15-19 Maret nanti. “Jika memang menyontek, kami punya jadwal USP susulan,” katanya, kemarin (10/3).

Menurut dia, SMA Negeri 3 Jember mempunyai kebijakan USP dua kali. USP utama berlangsung sejak tanggal 1-10 Maret, sedangkan USP susulan dijadwalkan 15-19 Maret. “Kebijakan ini (USP susulan, Red) juga berlaku untuk siswa yang sakit dan tidak bisa mengikuti ujian sesuai jadwal,” papar Yuswita.

Mobile_AP_Rectangle 2

Yuswita mengungkapkan, sebelumnya SMA Negeri 3 telah melakukan koordinasi dengan wali murid untuk mengawasi anak-anaknya dalam melaksanakan USP secara mandiri di rumah. Selain itu, untuk meminimalisasi kesempatan murid melakukan kecurangan, pihak sekolah juga memperhitungkan waktu pengerjaan dengan jumlah soal yang dibebankan kepada siswa.

Pernyataan serupa juga disampaikan Aulia Nandarema Hayyu, guru Matematika kelas 12 IPS di SMA Negeri 3 Jember. Kebijakan ujian daring itu karena kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di Jember. “Pelaksanaan USP mengikuti pedoman pelaksanaan ujian SMA Negeri 3 Jember dengan menggunakan Google Classroom dan Google Form,” jelasnya.

Dia pun mengklarifikasi pemberitaan sebelumnya tentang perilaku curang saat ujian daring. Kata dia, di kelasnya tidak ada pelajar bernama Maura. Nama Vinda Andriana juga tidak ada. Yang tercatat dalam basis data siswa adalah Vinka Aneliana. “Pelaksanaan daring ini dilakukan secara mandiri dan jujur. Dan sepenuhnya mendapatkan pengawasan dari orang tua siswa. Hal ini sesuai dengan domnis (pedoman teknis, Red) USP Dinas Provinsi Jawa Timur,” terangnya.

Menurutnya, jadwal pelaksanaan USP setiap hari terdiri atas dua mata pelajaran yang masing-masing memiliki durasi ujian selama dua jam. Yakni pada pukul 07.00-09.00, kemudian dilanjutkan pada pukul 09.30-11.30. “Materinya juga sudah sesuai dengan kisi-kisi USP. Yaitu materi kelas 10 sampai kelas 12,” ucapnya.

Namun, Hayyu mengaku, pihak sekolah tak memiliki alat atau aplikasi khusus yang dapat mendeteksi jawaban curang. Seperti peranti lunak yang mampu mendeteksi jawaban hasil copy paste dari mesin pencari Google. Meski demikian, kata dia, guru mata pelajaran telah memiliki tolok ukur tersendiri apakah jawaban dari siswa tersebut asli atau hasil menyontek. Sebab, disebutnya, guru pasti mengoreksi hasil ujian siswa satu per satu. “Dan jika ada tindak kecurangan jawaban, maka pasti dilakukan pemanggilan siswa ke sekolah,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siswa yang kedapatan melakukan aksi curang dalam mengerjakan ujian satuan pendidikan (USP) wajib mengikuti ujian susulan. Aksi lancung ujian daring itu terungkap setelah salah seorang pelajar SMA Negeri 3 Jember, Vinka Aneliana (sebelumnya tertulis Vinda Andriana), menyebut, banyak siswa yang membuka mesin pencari Google ketika mengerjakan soal ujian.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Wakil Kepala Kurikulum SMA Negeri 3 Jember Yuswita Sari menjelaskan, jika ada siswa yang terindikasi melakukan kecurangan, mereka akan mengikuti ujian susulan USP yang dijadwalkan mulai tanggal 15-19 Maret nanti. “Jika memang menyontek, kami punya jadwal USP susulan,” katanya, kemarin (10/3).

Menurut dia, SMA Negeri 3 Jember mempunyai kebijakan USP dua kali. USP utama berlangsung sejak tanggal 1-10 Maret, sedangkan USP susulan dijadwalkan 15-19 Maret. “Kebijakan ini (USP susulan, Red) juga berlaku untuk siswa yang sakit dan tidak bisa mengikuti ujian sesuai jadwal,” papar Yuswita.

Yuswita mengungkapkan, sebelumnya SMA Negeri 3 telah melakukan koordinasi dengan wali murid untuk mengawasi anak-anaknya dalam melaksanakan USP secara mandiri di rumah. Selain itu, untuk meminimalisasi kesempatan murid melakukan kecurangan, pihak sekolah juga memperhitungkan waktu pengerjaan dengan jumlah soal yang dibebankan kepada siswa.

Pernyataan serupa juga disampaikan Aulia Nandarema Hayyu, guru Matematika kelas 12 IPS di SMA Negeri 3 Jember. Kebijakan ujian daring itu karena kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di Jember. “Pelaksanaan USP mengikuti pedoman pelaksanaan ujian SMA Negeri 3 Jember dengan menggunakan Google Classroom dan Google Form,” jelasnya.

Dia pun mengklarifikasi pemberitaan sebelumnya tentang perilaku curang saat ujian daring. Kata dia, di kelasnya tidak ada pelajar bernama Maura. Nama Vinda Andriana juga tidak ada. Yang tercatat dalam basis data siswa adalah Vinka Aneliana. “Pelaksanaan daring ini dilakukan secara mandiri dan jujur. Dan sepenuhnya mendapatkan pengawasan dari orang tua siswa. Hal ini sesuai dengan domnis (pedoman teknis, Red) USP Dinas Provinsi Jawa Timur,” terangnya.

Menurutnya, jadwal pelaksanaan USP setiap hari terdiri atas dua mata pelajaran yang masing-masing memiliki durasi ujian selama dua jam. Yakni pada pukul 07.00-09.00, kemudian dilanjutkan pada pukul 09.30-11.30. “Materinya juga sudah sesuai dengan kisi-kisi USP. Yaitu materi kelas 10 sampai kelas 12,” ucapnya.

Namun, Hayyu mengaku, pihak sekolah tak memiliki alat atau aplikasi khusus yang dapat mendeteksi jawaban curang. Seperti peranti lunak yang mampu mendeteksi jawaban hasil copy paste dari mesin pencari Google. Meski demikian, kata dia, guru mata pelajaran telah memiliki tolok ukur tersendiri apakah jawaban dari siswa tersebut asli atau hasil menyontek. Sebab, disebutnya, guru pasti mengoreksi hasil ujian siswa satu per satu. “Dan jika ada tindak kecurangan jawaban, maka pasti dilakukan pemanggilan siswa ke sekolah,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siswa yang kedapatan melakukan aksi curang dalam mengerjakan ujian satuan pendidikan (USP) wajib mengikuti ujian susulan. Aksi lancung ujian daring itu terungkap setelah salah seorang pelajar SMA Negeri 3 Jember, Vinka Aneliana (sebelumnya tertulis Vinda Andriana), menyebut, banyak siswa yang membuka mesin pencari Google ketika mengerjakan soal ujian.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Wakil Kepala Kurikulum SMA Negeri 3 Jember Yuswita Sari menjelaskan, jika ada siswa yang terindikasi melakukan kecurangan, mereka akan mengikuti ujian susulan USP yang dijadwalkan mulai tanggal 15-19 Maret nanti. “Jika memang menyontek, kami punya jadwal USP susulan,” katanya, kemarin (10/3).

Menurut dia, SMA Negeri 3 Jember mempunyai kebijakan USP dua kali. USP utama berlangsung sejak tanggal 1-10 Maret, sedangkan USP susulan dijadwalkan 15-19 Maret. “Kebijakan ini (USP susulan, Red) juga berlaku untuk siswa yang sakit dan tidak bisa mengikuti ujian sesuai jadwal,” papar Yuswita.

Yuswita mengungkapkan, sebelumnya SMA Negeri 3 telah melakukan koordinasi dengan wali murid untuk mengawasi anak-anaknya dalam melaksanakan USP secara mandiri di rumah. Selain itu, untuk meminimalisasi kesempatan murid melakukan kecurangan, pihak sekolah juga memperhitungkan waktu pengerjaan dengan jumlah soal yang dibebankan kepada siswa.

Pernyataan serupa juga disampaikan Aulia Nandarema Hayyu, guru Matematika kelas 12 IPS di SMA Negeri 3 Jember. Kebijakan ujian daring itu karena kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di Jember. “Pelaksanaan USP mengikuti pedoman pelaksanaan ujian SMA Negeri 3 Jember dengan menggunakan Google Classroom dan Google Form,” jelasnya.

Dia pun mengklarifikasi pemberitaan sebelumnya tentang perilaku curang saat ujian daring. Kata dia, di kelasnya tidak ada pelajar bernama Maura. Nama Vinda Andriana juga tidak ada. Yang tercatat dalam basis data siswa adalah Vinka Aneliana. “Pelaksanaan daring ini dilakukan secara mandiri dan jujur. Dan sepenuhnya mendapatkan pengawasan dari orang tua siswa. Hal ini sesuai dengan domnis (pedoman teknis, Red) USP Dinas Provinsi Jawa Timur,” terangnya.

Menurutnya, jadwal pelaksanaan USP setiap hari terdiri atas dua mata pelajaran yang masing-masing memiliki durasi ujian selama dua jam. Yakni pada pukul 07.00-09.00, kemudian dilanjutkan pada pukul 09.30-11.30. “Materinya juga sudah sesuai dengan kisi-kisi USP. Yaitu materi kelas 10 sampai kelas 12,” ucapnya.

Namun, Hayyu mengaku, pihak sekolah tak memiliki alat atau aplikasi khusus yang dapat mendeteksi jawaban curang. Seperti peranti lunak yang mampu mendeteksi jawaban hasil copy paste dari mesin pencari Google. Meski demikian, kata dia, guru mata pelajaran telah memiliki tolok ukur tersendiri apakah jawaban dari siswa tersebut asli atau hasil menyontek. Sebab, disebutnya, guru pasti mengoreksi hasil ujian siswa satu per satu. “Dan jika ada tindak kecurangan jawaban, maka pasti dilakukan pemanggilan siswa ke sekolah,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/