alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Banyak Anak Sekolah Negeri di Jember Beralih ke Pesantren, ini Alasannya

Terbaru, Terjadi di SMPN 1 dan 6 Tanggul

Mobile_AP_Rectangle 1

TANGGUL KUKON, RADARJEMBER.ID – Perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) oleh pemerintah membawa dampak pada siswa yang bersekolah di lembaga pendidikan negeri. Mereka banyak yang eksodus ke pesantren, karena di pondok pesantren kegiatan pembelajarannya berlangsung tatap muka. Sementara, pada jenjang SD dan SMP di sekolah negeri masih berlangsung daring.

Jika sebelumnya ada siswa SMPN Mumbulsari 1 yang memilih pindah ke pesantren, baru-baru ini adalah siswa SMPN 1 Tanggul. Sedikitnya, ada lima siswa yang oleh orang tuanya dipindahkan ke pesantren. Mereka beralasan, karena selama ini sekolah negeri belum ada yang memulai pembelajaran tatap muka atau PTM. “Alasan orang tua siswa memindahkan anaknya dari sekolah ke pondok agar anaknya pintar,” kata Surawi, Kepala SMPN 1 Tanggul.

Bahkan, kata dia, orang tua sempat membandingkan mengapa sekolah swasta sudah berani memulai PTM, sedangkan sekolah negeri tidak. Karenanya, satu per satu siswa di SMPN 1 Tanggul pindah. Total ada lima dari 634 siswa yang ada di sekolah tersebut. “Kami tidak bisa melarang permintaan orang tua ketika meminta izin memindahkan anaknya tersebut,” ujar Surawi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, orang tua yang meminta izin memindahkan anaknya tidak hanya terjadi di SMPN 1 Tanggul, tapi juga di SMPN 6 Tanggul. Surawi mengungkapkan, dari jumlah 74 siswa yang ada di sekolah itu, sebanyak empat siswa sudah mengundurkan diri dan memilih pindah ke pesantren.

- Advertisement -

TANGGUL KUKON, RADARJEMBER.ID – Perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) oleh pemerintah membawa dampak pada siswa yang bersekolah di lembaga pendidikan negeri. Mereka banyak yang eksodus ke pesantren, karena di pondok pesantren kegiatan pembelajarannya berlangsung tatap muka. Sementara, pada jenjang SD dan SMP di sekolah negeri masih berlangsung daring.

Jika sebelumnya ada siswa SMPN Mumbulsari 1 yang memilih pindah ke pesantren, baru-baru ini adalah siswa SMPN 1 Tanggul. Sedikitnya, ada lima siswa yang oleh orang tuanya dipindahkan ke pesantren. Mereka beralasan, karena selama ini sekolah negeri belum ada yang memulai pembelajaran tatap muka atau PTM. “Alasan orang tua siswa memindahkan anaknya dari sekolah ke pondok agar anaknya pintar,” kata Surawi, Kepala SMPN 1 Tanggul.

Bahkan, kata dia, orang tua sempat membandingkan mengapa sekolah swasta sudah berani memulai PTM, sedangkan sekolah negeri tidak. Karenanya, satu per satu siswa di SMPN 1 Tanggul pindah. Total ada lima dari 634 siswa yang ada di sekolah tersebut. “Kami tidak bisa melarang permintaan orang tua ketika meminta izin memindahkan anaknya tersebut,” ujar Surawi.

Menurut dia, orang tua yang meminta izin memindahkan anaknya tidak hanya terjadi di SMPN 1 Tanggul, tapi juga di SMPN 6 Tanggul. Surawi mengungkapkan, dari jumlah 74 siswa yang ada di sekolah itu, sebanyak empat siswa sudah mengundurkan diri dan memilih pindah ke pesantren.

TANGGUL KUKON, RADARJEMBER.ID – Perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) oleh pemerintah membawa dampak pada siswa yang bersekolah di lembaga pendidikan negeri. Mereka banyak yang eksodus ke pesantren, karena di pondok pesantren kegiatan pembelajarannya berlangsung tatap muka. Sementara, pada jenjang SD dan SMP di sekolah negeri masih berlangsung daring.

Jika sebelumnya ada siswa SMPN Mumbulsari 1 yang memilih pindah ke pesantren, baru-baru ini adalah siswa SMPN 1 Tanggul. Sedikitnya, ada lima siswa yang oleh orang tuanya dipindahkan ke pesantren. Mereka beralasan, karena selama ini sekolah negeri belum ada yang memulai pembelajaran tatap muka atau PTM. “Alasan orang tua siswa memindahkan anaknya dari sekolah ke pondok agar anaknya pintar,” kata Surawi, Kepala SMPN 1 Tanggul.

Bahkan, kata dia, orang tua sempat membandingkan mengapa sekolah swasta sudah berani memulai PTM, sedangkan sekolah negeri tidak. Karenanya, satu per satu siswa di SMPN 1 Tanggul pindah. Total ada lima dari 634 siswa yang ada di sekolah tersebut. “Kami tidak bisa melarang permintaan orang tua ketika meminta izin memindahkan anaknya tersebut,” ujar Surawi.

Menurut dia, orang tua yang meminta izin memindahkan anaknya tidak hanya terjadi di SMPN 1 Tanggul, tapi juga di SMPN 6 Tanggul. Surawi mengungkapkan, dari jumlah 74 siswa yang ada di sekolah itu, sebanyak empat siswa sudah mengundurkan diri dan memilih pindah ke pesantren.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/