alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Sebagian Tembok Roboh, Siswa SDN Yosorati 5 Sumberbaru Belajar di Kelas

Mobile_AP_Rectangle 1

YOSORATI, Radar Jember – Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Yosorati 05, Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, sangat memprihatinkan dan membahayakan siswa. Pasalnya, tembok pemisah antara kelas 4 dengan kelas 2 terlihat ada celah besar akibat roboh pada sekitar tahun 2019 yang lalu.

Menurut guru kelas 4 SDN Yosorati 5, Andi Setiawan, kondisi tembok yang ambruk tersebut terjadi secara tiba-tiba pada tahun 2019. “Itu ada celah besar, karena dulu kalau tidak salah tahun 2019, tembok pemisah kelas tiba-tiba ambruk. Untungnya waktu itu tidak ada kegiatan sekolah,” ucapnya.

Tembok yang roboh tersebut, kata dia, akhirnya ditopang dengan kayu bambu. “Kami akali sementara. Supaya kelas tetap bisa digunakan anak-anak belajar. Kayu itu fungsinya buat menopang atap dan dinding agar tidak ambruk,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, sekolahnya sudah sering disurvei dan pernah juga ditunjukkan rancangan sekolah akan dibangun seperti apa. “Tapi sampai sekarang tidak ada konfirmasi apa-apa. Makanya kami mengakali pakai bambu supaya anak-anak tetap bisa belajar,” ungkapnya.

Kondisinya, tak hanya tembok yang roboh, plafon kelas juga sama. Alhasil, ruang belajar kelas 4 dan 2 tidak ada plafon. Kondisi tersebut sungguh sangat memprihatinkan. Apalagi bangunan SDN Yosorati 5 yang memiliki dua gedung itu sudah keropos akibat termakan usia. Dia mengaku, gedung sekolah itu dibangun pada sekitar tahun 1980 dan pernah mengalami satu kali renovasi ringan pada salah satu bangunannya. “Gedung kelas 4, 2, dan 3 kondisinya lebih parah karena dinding sudah hampir ambruk dan lantai juga masih belum dikeramik,” ucapnya.

Menurut Andi, gedung kelas 1, 5, dan 6 itu hanya terlihat bagus luarnya. Karena pernah dilakukan renovasi ringan. “Tapi, kalau dilihat lebih dekat itu kayunya keropos,” ujarnya.

Harapan para guru di SDN Yosorati 05, lanjutnya, agar pemerintah dapat lebih memperhatikan sekolah-sekolah yang berada di pinggiran. Tidak hanya yang di kota. Termasuk memperhatikan kondisi sekolahnya yang rusak itu. Apabila memang harus menunggu hingga tahun depan, itu tidak menjadi masalah. Namun, Andi tentu saja meminta kepastian dan tidak hanya janji-janji saja. Sehingga para guru dan siswa dapat belajar tanpa harus diselimuti rasa ketakutan akan tembok dan atap yang bisa roboh sewaktu-waktu. (mg2/c2/dwi)

 

- Advertisement -

YOSORATI, Radar Jember – Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Yosorati 05, Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, sangat memprihatinkan dan membahayakan siswa. Pasalnya, tembok pemisah antara kelas 4 dengan kelas 2 terlihat ada celah besar akibat roboh pada sekitar tahun 2019 yang lalu.

Menurut guru kelas 4 SDN Yosorati 5, Andi Setiawan, kondisi tembok yang ambruk tersebut terjadi secara tiba-tiba pada tahun 2019. “Itu ada celah besar, karena dulu kalau tidak salah tahun 2019, tembok pemisah kelas tiba-tiba ambruk. Untungnya waktu itu tidak ada kegiatan sekolah,” ucapnya.

Tembok yang roboh tersebut, kata dia, akhirnya ditopang dengan kayu bambu. “Kami akali sementara. Supaya kelas tetap bisa digunakan anak-anak belajar. Kayu itu fungsinya buat menopang atap dan dinding agar tidak ambruk,” tuturnya.

Menurutnya, sekolahnya sudah sering disurvei dan pernah juga ditunjukkan rancangan sekolah akan dibangun seperti apa. “Tapi sampai sekarang tidak ada konfirmasi apa-apa. Makanya kami mengakali pakai bambu supaya anak-anak tetap bisa belajar,” ungkapnya.

Kondisinya, tak hanya tembok yang roboh, plafon kelas juga sama. Alhasil, ruang belajar kelas 4 dan 2 tidak ada plafon. Kondisi tersebut sungguh sangat memprihatinkan. Apalagi bangunan SDN Yosorati 5 yang memiliki dua gedung itu sudah keropos akibat termakan usia. Dia mengaku, gedung sekolah itu dibangun pada sekitar tahun 1980 dan pernah mengalami satu kali renovasi ringan pada salah satu bangunannya. “Gedung kelas 4, 2, dan 3 kondisinya lebih parah karena dinding sudah hampir ambruk dan lantai juga masih belum dikeramik,” ucapnya.

Menurut Andi, gedung kelas 1, 5, dan 6 itu hanya terlihat bagus luarnya. Karena pernah dilakukan renovasi ringan. “Tapi, kalau dilihat lebih dekat itu kayunya keropos,” ujarnya.

Harapan para guru di SDN Yosorati 05, lanjutnya, agar pemerintah dapat lebih memperhatikan sekolah-sekolah yang berada di pinggiran. Tidak hanya yang di kota. Termasuk memperhatikan kondisi sekolahnya yang rusak itu. Apabila memang harus menunggu hingga tahun depan, itu tidak menjadi masalah. Namun, Andi tentu saja meminta kepastian dan tidak hanya janji-janji saja. Sehingga para guru dan siswa dapat belajar tanpa harus diselimuti rasa ketakutan akan tembok dan atap yang bisa roboh sewaktu-waktu. (mg2/c2/dwi)

 

YOSORATI, Radar Jember – Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Yosorati 05, Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, sangat memprihatinkan dan membahayakan siswa. Pasalnya, tembok pemisah antara kelas 4 dengan kelas 2 terlihat ada celah besar akibat roboh pada sekitar tahun 2019 yang lalu.

Menurut guru kelas 4 SDN Yosorati 5, Andi Setiawan, kondisi tembok yang ambruk tersebut terjadi secara tiba-tiba pada tahun 2019. “Itu ada celah besar, karena dulu kalau tidak salah tahun 2019, tembok pemisah kelas tiba-tiba ambruk. Untungnya waktu itu tidak ada kegiatan sekolah,” ucapnya.

Tembok yang roboh tersebut, kata dia, akhirnya ditopang dengan kayu bambu. “Kami akali sementara. Supaya kelas tetap bisa digunakan anak-anak belajar. Kayu itu fungsinya buat menopang atap dan dinding agar tidak ambruk,” tuturnya.

Menurutnya, sekolahnya sudah sering disurvei dan pernah juga ditunjukkan rancangan sekolah akan dibangun seperti apa. “Tapi sampai sekarang tidak ada konfirmasi apa-apa. Makanya kami mengakali pakai bambu supaya anak-anak tetap bisa belajar,” ungkapnya.

Kondisinya, tak hanya tembok yang roboh, plafon kelas juga sama. Alhasil, ruang belajar kelas 4 dan 2 tidak ada plafon. Kondisi tersebut sungguh sangat memprihatinkan. Apalagi bangunan SDN Yosorati 5 yang memiliki dua gedung itu sudah keropos akibat termakan usia. Dia mengaku, gedung sekolah itu dibangun pada sekitar tahun 1980 dan pernah mengalami satu kali renovasi ringan pada salah satu bangunannya. “Gedung kelas 4, 2, dan 3 kondisinya lebih parah karena dinding sudah hampir ambruk dan lantai juga masih belum dikeramik,” ucapnya.

Menurut Andi, gedung kelas 1, 5, dan 6 itu hanya terlihat bagus luarnya. Karena pernah dilakukan renovasi ringan. “Tapi, kalau dilihat lebih dekat itu kayunya keropos,” ujarnya.

Harapan para guru di SDN Yosorati 05, lanjutnya, agar pemerintah dapat lebih memperhatikan sekolah-sekolah yang berada di pinggiran. Tidak hanya yang di kota. Termasuk memperhatikan kondisi sekolahnya yang rusak itu. Apabila memang harus menunggu hingga tahun depan, itu tidak menjadi masalah. Namun, Andi tentu saja meminta kepastian dan tidak hanya janji-janji saja. Sehingga para guru dan siswa dapat belajar tanpa harus diselimuti rasa ketakutan akan tembok dan atap yang bisa roboh sewaktu-waktu. (mg2/c2/dwi)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/