alexametrics
22.8 C
Jember
Monday, 15 August 2022

SDM Pengawas di Jember Minim

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, Radar Jember – Fungsi pengawas pada jenjang SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, menjadi indikator penting dalam penunjang akreditasi dan kemajuan sekolah di Jember. Banyak pengawas yang sudah tidak berfungsi sebagaimana tugasnya. Belum lagi jumlah pengawas yang tidak sebanding dengan banyaknya sekolah di Jember

BACA JUGA : Lambang Kurnia Pratama, Dalang Muda Jember

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Sukowinarno mengatakan, keberadaan pengawas menjadi faktor penunjang bagi keberlangsungan sekolah, baik yang bersifat arahan, dorongan, maupun kontrol untuk memberikan pendampingan dalam pemerataan kualitas pendidikan. “Pengawas sangat dibutuhkan dalam konteks kerja-kerja pengawalan kepada sekolah,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (9/6).

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam Permendikbud, kata dia, satu orang pengawas membawahi 10 sekolah. Karenanya, apabila melebihi dari jumlah tersebut, dipastikan tidak akan optimal. “Satu pengawas membawahi 10 sekolah,” terangnya.

Suko menyebutkan, jumlah pengawas di Jember cukup memprihatinkan. Pasalnya, dari 906 SD negeri yang ada di Jember, hanya memiliki 33 pengawas. Belum lagi SD swasta yang berjumlah 1.030 lembaga. “Jadi, bisa dibayangkan, di Jember total SD ada 1.936 lembaga. Jika dibagi 10, seharusnya ada sekitar 193 pengawas,” imbuhnya.

Lebih tragis lagi, kata dia, pada jenjang SMP negeri 94 lembaga dan swasta hampir 300 jumlahnya. Sedangkan pengawasnya hanya tersisa 2 orang. “Jadi sangat jomplang, sehingga Dispendik kewalahan untuk melakukan pembinaan pada sekolah,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER LOR, Radar Jember – Fungsi pengawas pada jenjang SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, menjadi indikator penting dalam penunjang akreditasi dan kemajuan sekolah di Jember. Banyak pengawas yang sudah tidak berfungsi sebagaimana tugasnya. Belum lagi jumlah pengawas yang tidak sebanding dengan banyaknya sekolah di Jember

BACA JUGA : Lambang Kurnia Pratama, Dalang Muda Jember

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Sukowinarno mengatakan, keberadaan pengawas menjadi faktor penunjang bagi keberlangsungan sekolah, baik yang bersifat arahan, dorongan, maupun kontrol untuk memberikan pendampingan dalam pemerataan kualitas pendidikan. “Pengawas sangat dibutuhkan dalam konteks kerja-kerja pengawalan kepada sekolah,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (9/6).

Dalam Permendikbud, kata dia, satu orang pengawas membawahi 10 sekolah. Karenanya, apabila melebihi dari jumlah tersebut, dipastikan tidak akan optimal. “Satu pengawas membawahi 10 sekolah,” terangnya.

Suko menyebutkan, jumlah pengawas di Jember cukup memprihatinkan. Pasalnya, dari 906 SD negeri yang ada di Jember, hanya memiliki 33 pengawas. Belum lagi SD swasta yang berjumlah 1.030 lembaga. “Jadi, bisa dibayangkan, di Jember total SD ada 1.936 lembaga. Jika dibagi 10, seharusnya ada sekitar 193 pengawas,” imbuhnya.

Lebih tragis lagi, kata dia, pada jenjang SMP negeri 94 lembaga dan swasta hampir 300 jumlahnya. Sedangkan pengawasnya hanya tersisa 2 orang. “Jadi sangat jomplang, sehingga Dispendik kewalahan untuk melakukan pembinaan pada sekolah,” ujarnya.

JEMBER LOR, Radar Jember – Fungsi pengawas pada jenjang SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, menjadi indikator penting dalam penunjang akreditasi dan kemajuan sekolah di Jember. Banyak pengawas yang sudah tidak berfungsi sebagaimana tugasnya. Belum lagi jumlah pengawas yang tidak sebanding dengan banyaknya sekolah di Jember

BACA JUGA : Lambang Kurnia Pratama, Dalang Muda Jember

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Sukowinarno mengatakan, keberadaan pengawas menjadi faktor penunjang bagi keberlangsungan sekolah, baik yang bersifat arahan, dorongan, maupun kontrol untuk memberikan pendampingan dalam pemerataan kualitas pendidikan. “Pengawas sangat dibutuhkan dalam konteks kerja-kerja pengawalan kepada sekolah,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (9/6).

Dalam Permendikbud, kata dia, satu orang pengawas membawahi 10 sekolah. Karenanya, apabila melebihi dari jumlah tersebut, dipastikan tidak akan optimal. “Satu pengawas membawahi 10 sekolah,” terangnya.

Suko menyebutkan, jumlah pengawas di Jember cukup memprihatinkan. Pasalnya, dari 906 SD negeri yang ada di Jember, hanya memiliki 33 pengawas. Belum lagi SD swasta yang berjumlah 1.030 lembaga. “Jadi, bisa dibayangkan, di Jember total SD ada 1.936 lembaga. Jika dibagi 10, seharusnya ada sekitar 193 pengawas,” imbuhnya.

Lebih tragis lagi, kata dia, pada jenjang SMP negeri 94 lembaga dan swasta hampir 300 jumlahnya. Sedangkan pengawasnya hanya tersisa 2 orang. “Jadi sangat jomplang, sehingga Dispendik kewalahan untuk melakukan pembinaan pada sekolah,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/