alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Jangan Asal Bagi Beasiswa

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sedikitnya Rp 25 miliar bakal digelontorkan Pemkab Jember untuk bantuan beasiswa tahun ini. Nah, jangan sampai kue tersebut dibagi-bagikan secara asal. Jika tidak, maka potensi salah sasaran sangat mungkin terjadi.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Komisi D DPRD Jember Edy Cahyo Purnomo. Dia mengatakan, strategi pembagian beasiswa layak untuk diubah. “Perlu ada perbaikan agar keadilan ada di situ,” kata pria yang akrab dipanggil Ipung tersebut.

Jika sebelumnya proses pembagian dilakukan dengan kriteria tertentu, seperti harus ada surat pernyataan miskin (SPM), maka ke depan perlu semacam kroscek data. “Garis besarnya harus ada perbaikan. Jangan semata-mata ada SPM, diberi beasiswa. Paling tidak, harus dipastikan apakah layak menerima atau tidak,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ipung, yang juga menjadi Ketua Fraksi PDIP, menyebut, selain kriteria dan fakta yang perlu dikroscek, Pemkab Jember juga diharapkan tetap memberikan beasiswa kepada mereka yang berprestasi. “Harus tetap ada beberapa jenis beasiswa. Khusus anak warga miskin, khusus yang berprestasi, dan bukan karena kedekatan atau titipan semata,” tegasnya.

Hal yang tak kalah penting, menurut Ipung, adalah kontrol terhadap mahasiswa yang mendapat beasiswa. Dalam pandangannya, tidak sedikit cerita anak putus kuliah tetapi tetap dapat beasiswa. “Kalau ada yang demikian, cabut saja, karena dana yang dipakai adalah dana rakyat,” tegasnya.

Sebelum ini, Bupati Jember Hendy Siswanto sempat menjelaskan, beasiswa 2021 ditarget akan tersalurkan pada 5.000 mahasiswa. Dengan alokasi dana sebesar Rp 25 miliar, maka per mahasiswa akan mendapat Rp 5 juta.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sedikitnya Rp 25 miliar bakal digelontorkan Pemkab Jember untuk bantuan beasiswa tahun ini. Nah, jangan sampai kue tersebut dibagi-bagikan secara asal. Jika tidak, maka potensi salah sasaran sangat mungkin terjadi.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Komisi D DPRD Jember Edy Cahyo Purnomo. Dia mengatakan, strategi pembagian beasiswa layak untuk diubah. “Perlu ada perbaikan agar keadilan ada di situ,” kata pria yang akrab dipanggil Ipung tersebut.

Jika sebelumnya proses pembagian dilakukan dengan kriteria tertentu, seperti harus ada surat pernyataan miskin (SPM), maka ke depan perlu semacam kroscek data. “Garis besarnya harus ada perbaikan. Jangan semata-mata ada SPM, diberi beasiswa. Paling tidak, harus dipastikan apakah layak menerima atau tidak,” ucapnya.

Ipung, yang juga menjadi Ketua Fraksi PDIP, menyebut, selain kriteria dan fakta yang perlu dikroscek, Pemkab Jember juga diharapkan tetap memberikan beasiswa kepada mereka yang berprestasi. “Harus tetap ada beberapa jenis beasiswa. Khusus anak warga miskin, khusus yang berprestasi, dan bukan karena kedekatan atau titipan semata,” tegasnya.

Hal yang tak kalah penting, menurut Ipung, adalah kontrol terhadap mahasiswa yang mendapat beasiswa. Dalam pandangannya, tidak sedikit cerita anak putus kuliah tetapi tetap dapat beasiswa. “Kalau ada yang demikian, cabut saja, karena dana yang dipakai adalah dana rakyat,” tegasnya.

Sebelum ini, Bupati Jember Hendy Siswanto sempat menjelaskan, beasiswa 2021 ditarget akan tersalurkan pada 5.000 mahasiswa. Dengan alokasi dana sebesar Rp 25 miliar, maka per mahasiswa akan mendapat Rp 5 juta.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sedikitnya Rp 25 miliar bakal digelontorkan Pemkab Jember untuk bantuan beasiswa tahun ini. Nah, jangan sampai kue tersebut dibagi-bagikan secara asal. Jika tidak, maka potensi salah sasaran sangat mungkin terjadi.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Komisi D DPRD Jember Edy Cahyo Purnomo. Dia mengatakan, strategi pembagian beasiswa layak untuk diubah. “Perlu ada perbaikan agar keadilan ada di situ,” kata pria yang akrab dipanggil Ipung tersebut.

Jika sebelumnya proses pembagian dilakukan dengan kriteria tertentu, seperti harus ada surat pernyataan miskin (SPM), maka ke depan perlu semacam kroscek data. “Garis besarnya harus ada perbaikan. Jangan semata-mata ada SPM, diberi beasiswa. Paling tidak, harus dipastikan apakah layak menerima atau tidak,” ucapnya.

Ipung, yang juga menjadi Ketua Fraksi PDIP, menyebut, selain kriteria dan fakta yang perlu dikroscek, Pemkab Jember juga diharapkan tetap memberikan beasiswa kepada mereka yang berprestasi. “Harus tetap ada beberapa jenis beasiswa. Khusus anak warga miskin, khusus yang berprestasi, dan bukan karena kedekatan atau titipan semata,” tegasnya.

Hal yang tak kalah penting, menurut Ipung, adalah kontrol terhadap mahasiswa yang mendapat beasiswa. Dalam pandangannya, tidak sedikit cerita anak putus kuliah tetapi tetap dapat beasiswa. “Kalau ada yang demikian, cabut saja, karena dana yang dipakai adalah dana rakyat,” tegasnya.

Sebelum ini, Bupati Jember Hendy Siswanto sempat menjelaskan, beasiswa 2021 ditarget akan tersalurkan pada 5.000 mahasiswa. Dengan alokasi dana sebesar Rp 25 miliar, maka per mahasiswa akan mendapat Rp 5 juta.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/