alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Pelaksanaan PPDB Dilakukan secara Daring

Sekolah Menanti Proktor Khusus

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada tahun ini bakal dilakukan secara daring. Namun, tak semua sekolah menyambut baik inisiasi tersebut. Pasalnya, ada kekhawatiran mengenai koneksi internet yang belum maksimal dan fasilitas yang belum bisa menjawab kebutuhan sekolah.

Sebelum ini, simulasi AKM juga digelar dengan daring, namun tidak maksimal. Jika PPDB sepenuhnya dilakukan daring, apakah akan bernasib sama dengan simulasi AKM pada akhir 2020 lalu?

Ketua Proktor SD se-Jember Nanang Hidayat sangsi jika pemberlakuan PPDB secara daring pada sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember ini bisa berjalan optimal. Menurutnya, kondisi pendidikan di Jember masih cukup beragam. Tidak sedikit daerah yang terkategori dalam daerah blank spot.

Mobile_AP_Rectangle 2

Artinya, lanjut dia, kendati masyarakatnya memiliki gawai, namun mereka masih terbatas dengan akses jaringan internet. “Wali murid di daerah-daerah tertentu masih banyak yang belum paham akses digital dan mengakses secara daring,” ujar Nanang, Selasa (9/2) kemarin.

Alternatif yang dapat dilakukan adalah kebijakan PPDB harus segera digulirkan. Tak hanya itu, sekolah harus menyediakan operator khusus untuk membantu wali murid dalam melakukan pendaftaran daring. “Sekolah harus menyediakan operator untuk membantu wali murid. Meng-online-kan PPDB. Ada pelatihan peningkatan SDM secara khusus,” papar Nanang.

Tak hanya peningkatan SDM, namun Nanang juga berpendapat harus ada pemenuhan perangkat-perangkat tambahan di setiap satuan lembaga pendidikan. Bahkan, Dinas Pendidikan perlu menjalin kerja sama dengan penyedia layanan jaringan telekomunikasi untuk mengoptimalkan kebutuhan akan jaringan di setiap sekolah.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada tahun ini bakal dilakukan secara daring. Namun, tak semua sekolah menyambut baik inisiasi tersebut. Pasalnya, ada kekhawatiran mengenai koneksi internet yang belum maksimal dan fasilitas yang belum bisa menjawab kebutuhan sekolah.

Sebelum ini, simulasi AKM juga digelar dengan daring, namun tidak maksimal. Jika PPDB sepenuhnya dilakukan daring, apakah akan bernasib sama dengan simulasi AKM pada akhir 2020 lalu?

Ketua Proktor SD se-Jember Nanang Hidayat sangsi jika pemberlakuan PPDB secara daring pada sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember ini bisa berjalan optimal. Menurutnya, kondisi pendidikan di Jember masih cukup beragam. Tidak sedikit daerah yang terkategori dalam daerah blank spot.

Artinya, lanjut dia, kendati masyarakatnya memiliki gawai, namun mereka masih terbatas dengan akses jaringan internet. “Wali murid di daerah-daerah tertentu masih banyak yang belum paham akses digital dan mengakses secara daring,” ujar Nanang, Selasa (9/2) kemarin.

Alternatif yang dapat dilakukan adalah kebijakan PPDB harus segera digulirkan. Tak hanya itu, sekolah harus menyediakan operator khusus untuk membantu wali murid dalam melakukan pendaftaran daring. “Sekolah harus menyediakan operator untuk membantu wali murid. Meng-online-kan PPDB. Ada pelatihan peningkatan SDM secara khusus,” papar Nanang.

Tak hanya peningkatan SDM, namun Nanang juga berpendapat harus ada pemenuhan perangkat-perangkat tambahan di setiap satuan lembaga pendidikan. Bahkan, Dinas Pendidikan perlu menjalin kerja sama dengan penyedia layanan jaringan telekomunikasi untuk mengoptimalkan kebutuhan akan jaringan di setiap sekolah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada tahun ini bakal dilakukan secara daring. Namun, tak semua sekolah menyambut baik inisiasi tersebut. Pasalnya, ada kekhawatiran mengenai koneksi internet yang belum maksimal dan fasilitas yang belum bisa menjawab kebutuhan sekolah.

Sebelum ini, simulasi AKM juga digelar dengan daring, namun tidak maksimal. Jika PPDB sepenuhnya dilakukan daring, apakah akan bernasib sama dengan simulasi AKM pada akhir 2020 lalu?

Ketua Proktor SD se-Jember Nanang Hidayat sangsi jika pemberlakuan PPDB secara daring pada sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember ini bisa berjalan optimal. Menurutnya, kondisi pendidikan di Jember masih cukup beragam. Tidak sedikit daerah yang terkategori dalam daerah blank spot.

Artinya, lanjut dia, kendati masyarakatnya memiliki gawai, namun mereka masih terbatas dengan akses jaringan internet. “Wali murid di daerah-daerah tertentu masih banyak yang belum paham akses digital dan mengakses secara daring,” ujar Nanang, Selasa (9/2) kemarin.

Alternatif yang dapat dilakukan adalah kebijakan PPDB harus segera digulirkan. Tak hanya itu, sekolah harus menyediakan operator khusus untuk membantu wali murid dalam melakukan pendaftaran daring. “Sekolah harus menyediakan operator untuk membantu wali murid. Meng-online-kan PPDB. Ada pelatihan peningkatan SDM secara khusus,” papar Nanang.

Tak hanya peningkatan SDM, namun Nanang juga berpendapat harus ada pemenuhan perangkat-perangkat tambahan di setiap satuan lembaga pendidikan. Bahkan, Dinas Pendidikan perlu menjalin kerja sama dengan penyedia layanan jaringan telekomunikasi untuk mengoptimalkan kebutuhan akan jaringan di setiap sekolah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/